-0.6 C
New York
Senin, Februari 23, 2026

Buy now

spot_img

Menjembatani Bali–Jerman Lewat Literasi dan Budaya

Ni Luh Sriartini, S.S adalah sosok perempuan tangguh yang kini menetap di Jerman. Berprofesi sebagai Massage Terapis, penulis, sekaligus penggiat UMKM goes international, ia telah menapaki perjalanan panjang sejak tahun 2001 di dunia perhotelan dan event organizer.

Kariernya tidak main-main—ia pernah bekerja di hotel bintang lima di Jerman, menjadi wellness terapis di lingkungan premium, hingga aktif terlibat dalam berbagai workshop batik, tari Bali, dan seni lukis bersama pemerintah setempat sebagai tenaga honorer. Tak hanya itu, ia juga aktif dalam berbagai pergelaran budaya di Jerman, memperkenalkan identitas Indonesia di panggung internasional.

Mengikuti Training of Trainer bukan sekadar langkah akademik baginya, tetapi sebuah panggilan jiwa. Ia ingin terus meng-update dan meng-upgrade keterampilannya, memperluas silaturahmi, serta menyerap vibrasi positif dari jejaring profesional di Indscript.

Di fase kehidupannya saat ini, ia ingin membagikan ilmu yang telah ia kumpulkan selama puluhan tahun agar bermanfaat bagi orang lain. Ia menyadari tantangannya: perbedaan budaya, karakter audiens, serta kebutuhan untuk kembali beradaptasi dengan lingkungan pendidikan. Ia pun jujur mengakui bahwa berbicara di depan umum masih membuatnya grogi. Justru karena itulah ia merasa perlu meningkatkan kapasitas sebagai trainer—agar tidak melewatkan kesempatan emas untuk berbagi pengalaman dan ilmu lintas negara.

Baginya, kontribusi kepada masyarakat adalah tentang menebar ilmu dan kebaikan melalui literasi. Ia ingin mendampingi anak-anak dari tingkat TK hingga perguruan tinggi, baik di Bali maupun di Jerman. Ia juga ingin membersamai para crafter dan pelaku UMKM di Bali agar mampu naik kelas.

Isu yang ingin ia suarakan sederhana namun mendalam: bagaimana masyarakat bijak menggunakan media sosial, serta bagaimana menumbuhkan kembali kecintaan pada buku fisik di tengah gempuran digital. Ia percaya menulis bisa menjadi ruang healing sekaligus strategi mengembangkan bisnis. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, ia ingin meninggalkan jejak bahwa literasi mampu memperluas networking dan bahwa tulisan bisa meningkatkan omzet.

Secara strategi, ia telah membayangkan langkah konkret. Di Bali, ia ingin mempromosikan gerakan literasi ke sekolah, kampus, dan masyarakat melalui radio maupun televisi. Di Jerman, ia membidik workshop di sekolah serta perpustakaan daerah.

Secara personal, ia ingin lebih percaya diri berbicara di depan publik. Secara profesional, ia ingin bertemu dan bertumbuh bersama orang-orang yang satu frekuensi. Secara finansial, ia menargetkan peningkatan nilai UMKM agar berani bersaing di kancah internasional dalam enam bulan ke depan.

Ni Luh Sriartini, S.S

Ia ingin membangun personal branding di bidang literasi, kesenian, dan olahraga seperti Qi-Gong, Tai Chi, serta Yoga. Bahkan setelah lulus dari TOT, ia telah merancang membuka kelas yoga dan workshop budaya. Komunitasnya pun sudah ada: diaspora Indonesia di Jerman, mahasiswa dan masyarakat Bali, serta para pelaku UMKM.

Tentang program Together Goes To School dari Indscript Creative, ia melihatnya sebagai gerakan positif yang sangat relevan—sebuah langkah penting untuk membangun karakter bangsa melalui literasi. Ia meyakini jejak literasi akan abadi sepanjang masa. Keinginannya menjadi bagian dari gerakan ini bukan tanpa alasan. Ia adalah putri dari seorang guru, memiliki latar belakang keguruan, dan meyakini bahwa menjadi pendidik adalah panggilan mulia.

Ia ingin menjadi penghubung Bali dan Jerman, menjembatani budaya, pendidikan, dan kewirausahaan. Jika diberi kesempatan mengisi sesi di sekolah, ia siap membawakan materi tentang UMKM dan entrepreneurship dengan perspektif global.
Komitmennya sederhana namun kuat: niat baik yang disertai doa akan membuahkan hasil yang baik. Ia sangat serius menjadikan profesi trainer sebagai bagian dari karier jangka panjangnya, dengan konsistensi dan disiplin sebagai fondasi. Dalam tiga tahun ke depan, ia membayangkan peningkatan passive income serta menjadi pribadi yang lebih cerdas, berkualitas, dan memiliki value di masyarakat. Ia ingin dikenal sebagai trainer yang berakhlak mulia, berjiwa sosial, dan tanpa pamrih—seorang perempuan yang menghubungkan literasi, budaya, dan bisnis dari Bali hingga Jerman.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles