8.6 C
New York
Senin, Maret 9, 2026

Buy now

spot_img

Speak Up! Dari Data Menuju Suara yang Menginspirasi

Tutty Amalia Idat bukan hanya seorang PNS di Badan Pusat Statistik Kabupaten Serang. Ia adalah perempuan yang mengabdikan hampir 32 tahun hidupnya pada dunia data—mengumpulkan, mengolah, mendiseminasikan, lalu menerjemahkannya menjadi insight yang bermakna. Sejak 1994 ia berada di jalur perstatistikan, sebuah bidang yang menuntut ketelitian, ketegasan berpikir, sekaligus keberanian menyampaikan fakta.

Namun di balik angka-angka itu, ada jiwa penulis yang terus hidup. Sejak lama ia menulis secara otodidak, hingga pada 2024 ia bergabung dengan Komunitas Nulis Jadi Duit (NJD) bersama Indscript untuk memperdalam ilmunya. Baginya, data yang tidak dituliskan dengan baik akan kehilangan daya pengaruh. Dan tulisan yang kuat, akan membuat data “bersuara”.

Perjalanan profesionalnya penuh warna dan prestasi. Ia pernah dipercaya menjadi MC dalam seminar internasional di BPS RI dan membawakan acara dalam Bahasa Inggris—sebuah pengalaman yang membuka pintu kepercayaan lebih luas hingga ia kerap ditunjuk menjadi MC di berbagai event resmi BPS.

Ia juga lolos seleksi ketat sebagai instruktur survei dan sensus, sebuah posisi prestisius yang tidak semua orang bisa raih. Bahkan, kemenangan sebagai Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Hari Statistik Nasional mengantarkannya menduduki jabatan Kepala Bidang Statistik di beberapa provinsi: DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Banten. Kini ia memimpin BPS Kabupaten Serang.

Menulis telah membawanya melampaui ruang kantor. Ia menulis di surat kabar, diundang talkshow di TV dan radio, serta menjadi trainer dalam Gerakan Literasi, baik di lingkungan BPS maupun bersama Indscript. Dari sanalah benih cita-cita baru tumbuh.

Keikutsertaannya dalam Training of Trainer bersama Indscript X JA bukan keputusan spontan. Ia melihat bahwa perannya sebagai instruktur, MC, dan penulis bisa dikembangkan lebih serius menjadi profesi jangka panjang—bahkan setelah masa pensiun. Ia ingin membangun personal branding sebagai trainer, public speaker, sekaligus motivator.

Salah satu mimpinya adalah mendirikan kursus atau lembaga bernama “Speak Up!”—terinspirasi dari buku solo pertamanya yang telah mendapat sambutan hangat. Buku itu bukan sekadar karya, tetapi gerakan. Ia ingin “Speak Up!” menjadi ruang pelatihan, tempat orang belajar berani menyuarakan ide dan pikirannya dengan baik, tanpa menunggu sempurna.

Isu rendahnya literasi di Indonesia menjadi kegelisahannya. Ia ingin masyarakat, khususnya generasi muda, berani membaca, menulis, merangkum, lalu menyampaikan gagasan secara santun. Dalam program Together Goes To School bersama Indscript Creative, ia telah merasakan sendiri kebahagiaan berada di tengah siswa MTs, menggali potensi mereka dalam Gerakan Literasi Islami.

Ia juga aktif dalam Gerakan Literasi Statistik di sekolah dan kampus. Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami dan menyuarakan makna.

Jika diberi kesempatan mengisi sesi di sekolah, ia ingin mengajarkan cara membaca data dan menuliskannya menjadi insight sederhana. Karena menurutnya, di era banjir informasi, kemampuan membunyikan data dengan tepat adalah kekuatan.

Tiga hingga lima tahun ke depan, ia membayangkan berdirinya lembaga “Speak Up!” sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat. Secara personal, ia ingin menjadi trainer dan motivator yang matang. Secara profesional, ia ingin semakin ahli membunyikan data. Secara finansial, ia percaya bahwa ketika niat berbagi ilmu dijaga, rezeki akan mengikuti pada waktunya.

Tutty Amalia Idat ingin dikenal sebagai trainer yang mengajak orang berani “Speak Up!”—melalui pena dan suara. Dari angka menuju makna. Dari data menuju keberanian. Dari diam menuju dampak.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles