-0.6 C
New York
Senin, Februari 23, 2026

Buy now

spot_img

Membangun Vokasi yang Berdampak dari Lebak untuk Indonesia

Widi Nugroho adalah sosok aparatur sipil negara yang tidak ingin sekadar bekerja di balik meja. Berdomisili di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, ia telah sembilan tahun berkecimpung di dunia pelatihan sebagai bagian dari Pemda Lebak.

Dunia pelatihan bukan sekadar tugas baginya, melainkan ruang pengabdian—tempat ia melihat harapan, masa depan, dan peluang perubahan.

Salah satu pencapaian profesional yang paling membanggakan baginya terjadi pada tahun 2024, ketika ia mampu menyelenggarakan pelatihan dengan empat jenis sumber anggaran sekaligus: Kabupaten, Provinsi, Pusat, dan CSR swasta. Itu bukan hanya soal teknis pengelolaan program, tetapi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor bisa diwujudkan ketika ada kesungguhan dan integritas. Di titik itu, ia belajar bahwa pelatihan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan instrumen strategis pembangunan.

Keikutsertaannya dalam Training of Trainer bersama Indscript X JA dilandasi kesadaran bahwa dunia terus bergerak dinamis. Ia ingin terbiasa merancang pelatihan secara utuh—dari perencanaan, praktik, evaluasi, hingga dampak pasca pelatihan.

Dalam fase kariernya saat ini, ia ingin menjadi pelaksana pelatihan yang profesional dan berdampak luas. Ia mencari relasi, berbagi ilmu, bertukar pengalaman, membuka peluang kolaborasi—dan tentu saja, menciptakan peluang finansial yang sehat sebagai konsekuensi profesionalitas.

Sebagai pengajar, ia melihat satu persoalan mendasar: banyak lulusan SMK yang belum memiliki big output dan big outcome setelah lulus. Mereka memiliki ijazah, tetapi belum tentu memiliki daya saing. Kegelisahan itu yang ingin ia jawab. Jika kelak menjadi trainer yang lebih matang, ia ingin mendampingi siswa SMK, politeknik, dan program studi teknik agar memiliki nilai tambah, faktor kali, dan pola karier yang jelas. Ia ingin pelatihan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi sertifikasi vokasi teknik berlisensi BNSP yang berkelanjutan.

Yang membedakan beliau dari trainer lain adalah kemampuannya menyesuaikan diri. Ia bisa menjadi kanak-kanak, remaja, atau dewasa—tergantung siapa yang ia hadapi. Fleksibilitas itu lahir dari pengalamannya berinteraksi dengan berbagai latar belakang peserta. Ia paham bahwa komunikasi adalah kunci, dan pendekatan menentukan hasil.

Goal pribadinya pun jelas. Secara profesional, ia ingin naik karier menjadi Kepala Bidang Pelatihan—dari posisi saat ini sebagai kepala seksi. Ia ingin membangun personal branding sebagai pelatih vokasi jenjang dasar, khususnya di bidang K3 dan teknik air.

Secara finansial, ia menargetkan penghasilan dua digit agar dapat berbagi lebih luas, baik dalam bentuk ilmu, pengalaman, maupun donasi. Baginya, penghasilan bukan semata angka, tetapi alat untuk memperluas manfaat.

Ia telah memiliki jejaring SMK teknik yang selama ini menjadi peserta magang dan pelatihan konstruksi dasar. Itu adalah modal sosial yang nyata. Tentang program Together Goes To School dari Indscript Creative, ia memang belum banyak mengetahui. Namun ia melihat urgensinya sebagai nilai tambah dan penguat identitas sekolah.

Dengan latar belakangnya sebagai pengajar, ia merasa gerakan ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang strategis. Jika diberi kesempatan mengisi sesi di sekolah, ia ingin membawakan materi pola interview pra kerja—sebuah bekal praktis yang sering luput diajarkan, tetapi krusial dalam dunia kerja.

Ia mengakui bahwa selama ini ia sudah mengajar, tetapi belum melihat big output dan big outcome yang signifikan dari mahasiswa yang pernah ia dampingi. Itulah sebabnya ia ingin berubah. Ia ingin menjadi problem solver atas tingginya angka pengangguran lulusan SMK. Ia ingin hadir sebagai trainer yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi benar-benar meminimalkan angka jobless.
Tiga tahun ke depan, ia membayangkan dirinya sebagai sosok yang lebih strategis, lebih berdampak, dan lebih visioner. Seorang trainer yang bukan hanya hadir di kelas, tetapi hadir dalam perjalanan karier peserta didiknya. Seorang pelatih vokasi yang benar-benar menjawab kebutuhan industri.

Dan ketika ditanya ingin dikenal sebagai trainer seperti apa, jawabannya tegas: trainer yang berdampak nyata meminimalkan angka pengangguran. Sebuah visi yang sederhana, tetapi jika diwujudkan, akan mengubah banyak kehidupan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles