-0.8 C
New York
Selasa, Maret 3, 2026

Buy now

spot_img

Menjelang Ramadan 1447 H, Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan?

2fb173ac 9c9b 4a32 8961 b09aca6bec9f

Berakhirnya Bulan Rajab sebagai Penanda Ramadan Sudah Dekat

Tidak terasa bulan Rajab sudah hampir berakhir, artinya sebentar lagi umat muslim akan melaksanakan ibadah suci puasa ramadan. Banyak yang bilang bahwa Rajab adalah bulan untuk menanam kebaikan, Sya’ban sebagai bulan untuk menyiram, kemudian Ramadan sebagai bulan memanen atau puncak pahala.

Tentu hal ini sebagai gambaran pada kita bahwa dua bulan sebelum Ramadan adalah masa-masa penting di mana kuantitas ibadah layak untuk ditingkatkan serta dijaga agar ketika Ramadan datang kita lebih siap lagi.

Ramadan selalu dinantikan oleh semua orang. Pasalnya pada bulan Ramadan, orang akan ramai-ramai berlomba mencari kebaikan. Amalan sekecil apa pun akan bernilai ibadah dan dilipat gandakan pahalanya. Pada bulan itu juga terbuka semua peluang usaha bagi siapa pun yang mengusahakannya. Tidak heran jika bulan Ramadan kerap disebut bulan penuh berkah.

Hal Penting untuk Menyambut Ramadan

Namun, sebelum bulan Ramadan tiba, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Persiapan ini bukan sekedar catatan atau wacana, melainkan bekal bagi umat muslim bahwa Ramadan juga perlu diperhitungkan sebagaimana perang yang perlu taktik serta strategi untuk menacapai kemenangan.

Di bawah ini akan kita bahas persiapan apa saja untuk menyambut Ramadan.

1. Persiapan Fisik

Ketika Ramadan tiba, umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa. Ibadah wajib ini butuh persiapan agar saat menjalaninya nanti kita bisa fokus beribadah tanpa sia-sia. Mulai rutin berlolah raga dan tidur secara teratur. Saat berpuasa otomatis semua kegiatan berubah ritmenya. Jika kita tidak disiplin dari sekarang, bisa jadi saat Ramadan datang maka ibadahnya tidak maksimal.

2. Menjaga Pola Makan

Ketika Ramadan, kerja organ tubuh kita ibarat “libur” dari hari biasanya. Selama kurang lebih 13jam kita berpuasa, bukan berarti ketika waktunya berbuka kita bebas makan sepuasnya. Begitu juga sebelum Ramadan tiba. Jangan sampai memenuhi nafsu, mulut jadi lepas kendali tanpa memikirkan kesehatan. Banyak mengkonsumsi buah, vitamin serta serat lebih baik daripada makanan pedas atau yang banyak mengandung penyedap serta pengawet.

3. Amankan Keuangan

Bulan Ramadan identik dengan sifat menahan, baik perilaku maupun segala hal yang membatalkannya. Namun, faktor keuangan juga jadi perhatian utama yang perlu diperhitungkan.

Banyak yang bilang bahwa Ramadan justru anggaran belanja membludak dari biasanya. Merencanakan keuangan adalah solusi paling tepat. Kita bisa memulainya dari menghitung rencana belanja selama sebulan melalui meal plan. Dengan begitu lebih memudahkan untuk mengecek pembelanjaan kebutuhan. Pastikan juga sudah menghitung belanja baju baru untuk keluarga. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah dana untuk infaq serta mudik – bagi yang merantau – atau untuk beranjang sana ke sanak saudara.

4. Fokus Beribadah

Lamanya waktu berpuasa bukan alasan bagi kita untuk berhenti beraktifitas. Amat disayangkan jika kita menjadi malas bergerak hanya karena sedang berpuasa. Justru saat kita bergerak, maka waktu akan berlalu tanpa terasa. Pada dasarnya Ramadan adalah bulan istimewa bagi umat muslim untuk memperbanyak amalan baik sebagaimana esensi Ramadan adalah ibadah langsung yang ditujukan kepada Allah SWT melalui berpuasa. Sebagaimana ditegaskan dalam hadist qudsi dari Abu Hurairah, “Semua amal anak adam untuknya, kecuali puasa. Ia untuk- Ku dan Aku yang akan membalasnya. (HR. Bukhari-Muslim)

Memang berpuasa itu membuat orang merasa haus serta lapar, tidak sedikit yang terlihat lesu serta tidak bersemangat. Namun, saat kita menjalaninya secara ikhlas dan sudah dipersiapkan sebelumnya, lapar dan haus bukanlah halangan untuk terus produktif. Kita bisa terus aktif berkarya atau bekerja sesuai kemampuan agar ibadah puasa tetap terjaga.

5. Manfaatkan Waktu Luang

Ketika Ramadan, semua ritme harian yang kita lakukan otomatis berubah, baik pola makan, tidur, maupun kebiasaan. Jangan sampai kualitas ibadah kita berkurang karena kegiatan yang sia-sia. Isilah waktu luang dengan hal-hal bermanfaat seperti membaca Al Quran, mengikuti kajian atau taklim, serta aktif berkegiatan sosial misalnya membagikan takjil gratis, membantu persiapan tarawih di masjid atau kegiatan lainnya.

Selain beberapa kegiatan di atas, kita juga bisa menunggu waktu berbuka atau mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menghasilkan cuan. Misalnya mengikuti event menulis berhadiah, memanfaatkan ponsel untuk promosi jualan ataupun kegiatan afiliasi produk.

Penutup

Itulah beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadan. Bukankah manusia yang baik adalah yang belajar dari kesalahan? Jika tahun lalu Ramadan belum bisa kita maksimalkan, semoga di tahun ini mampu kita perbaiki dan jika perlu ditingkatkan. Jangan sampai kita terbuai waktu lalu mengabaikan bulan penuh berkah tanpa persiapan sama sekali. Seperti kata pepatah, “Sedia payung sebelum hujan.” Begitu pula bulan Ramadan yang datangnya hanya setahun sekali.

Nita Evlina
Nita Evlina
Seorang ibu yang ingin belajar menulis dan terus menebar kebaikan lewat tulisan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles