3.4 C
New York
Kamis, Februari 19, 2026

Buy now

spot_img

Menanamkan Kebiasaan Baik melalui Membaca

fb57d837 7f95 41a7 a446 26dd9bd3a121Peran Orang Tua dan Sekolah yang Sinergi

Meningkatnya kasus kekerasan pada anak menjadi alarm bagi kita bahwa ada hal yang harus dibenahi dalam mendukung tumbuh kembangnya. Apalagi saat yang melakukannya adalah anak-anak di bawah umur yang semestinya fokus bersekolah. Tentu hal ini menjadi catatan tersendiri apa sebenarnya yang luput dari kita sebagai orang tua.

Apapun bentuk kekerasan pada anak tidak sepatutnya dibiarkan begitu saja. Sebagai contoh kasus yang terjadi di salah satu sekolah yang pernah viral beberapa waktu lalu. Disebutkan bahwa sang murid tidak terima saat guru pembimbing menegurnya yang kedapatan sedang merokok di sekolah. Sementara itu, orang tua pihak murid justru tidak terima dengan sanksi yang jelas-jelas dilanggar anaknya. Bahkan lebih jauh lagi, aksinya juga mendapat dukungan penuh dari hampir semua warga sekolah hingga melakukan aksi membolos masal.

Memang tidak dibenarkan jika seorang pendidik melakukan kekerasan fisik pada muridnya, namun juga tidak dianggap benar juga bila seorang murid sudah diperingatkan berkali-kali tetapi tetap melanggarnya. Dalam hal ini sudah seharusnya ada warning tersendiri bagi kedua belah pihak; orang tua dalam kaitannya dengan mendidik anak serta pendidik ketika menegur siswa yang melanggar aturan sekolah.

Pada dasarnya pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya pada guru di sekolah. Hal ini akan membuat ketimpangan dan tidak berarti bila di rumah anak justru cenderung dibiarkan tumbuh tanpa asuhan yang baik.

Seperti kita tahu bahwa anak adalah cerminan orang tua. Perilaku yang kita tunjukkan secara tidak langsung juga bentuk mendidik yang akan melekat dalam memorinya. Apalagi anak dalam masa golden age serta remaja. Dua hal yang berbeda kondisinya. Anak dalam fase golden age akan menyerap semua informasi lewat visual secara nyata. Sebaliknya, anak pada masa remaja sedang berada di momen pencarian jati diri yang acapakali penuh dengan konfrontasi.

Alangkah baiknya jika sedari kecil sebagai orang tua selalu menanamkan kebiasaan yang baik. Agar ketika mereka tumbuh dewasa nanti hal-hal baiklah yang akan terbentuk melalui karakter perilakunya.

3 Poin Penting dalam Memupuk Kebaikan Anak

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memupuk kebaikan anak.

1. Belajar Bersama

Maksud belajar bersama adalah sama-sama memberikan tauladan yang baik. Ketika kita melakukan kesalahan, jangan malu untuk mengakui serta meminta maaf. Sebagai contoh seorang ibu yang spontan mengucapkan kata-kata yang kasar saat kuwalahan mengingatkan anaknya. Dalam kondisi ini seorang ibu harus segera sadar dan meminta maaf pada anak. Hal ini akan mencegah rasa sakit hati yang anak alami.

2. Membaca

Data UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia rendah yaitu hanya 0,001%. Artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Maka tidak salah jika sebagai orang tua turut ambil bagian mengenalkan minat baca pada anak sedini mungkin. Kita bisa mengenalkan pada mereka membaca buku terlebih dahulu sebelum versi digital. Hal ini penting untuk menumbuhkan kecintaan pada buku mengingat saat membuka versi digital kemungkinan akan tergoda mengakses lainnya.

Durasi waktunya tidak perlu lama, cukup dua puluh atau tiga puluh menit sehari asalkan rutin. Pilihlah buku yang sesuai dengan umurnya agar kita bisa memberikan informasi seperti yang mereka butuhkan.

3. Quality Time

Luangkan waktu untuk berkumpul bersama. Usahakan terjadinya dialog dua arah agar susana juga terasa hidup. Saat berkumpul, pastikan ponsel tidak di tangan. Kita bisa mengobrol apa saja bersama anak. Kegiatan ini juga berguna untuk melatih anak agar mau berbicara dan menceritakan apa saja yang mereka rasakan serta alami.

Penutup

Penting bagi kita sebagai orang tua untuk selalu mengisi tangki ruhani anak. Bila kita ingin mereka cinta dengan buku, maka harus dimulai dari orang tuanya.

Mengenalkan ponsel pada anak boleh, namun perlu dipahami maksud dan tujuannya. Jika semata untuk mencari hiburan, pilihkan hal lain seperti membaca, menulis atau kegiatan di luar ruangan seperti berolah raga. Anak adalah aset yang harus dijaga kemurniannya. Namun di satu sisi mereka juga perlu didukung dengan pola asuh serta pendidikan yang baik. Jangan sampai mereka salah arah hanya karena dalil tidak tega atau pun kemudahan mengakses bacaan yang tidak sesuai dengan umurnya.

Karena dari bacaan maupun tontonan itulah memori akan tersimpan yang kemudian akan dilahirkan melalui perilaku.

Nita Evlina
Nita Evlina
Seorang ibu yang ingin belajar menulis dan terus menebar kebaikan lewat tulisan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles