Hari ini saya menghadiri sebuah kegiatan yang menurut saya sangat istimewa. Sebuah gerakan sosial yang sudah berjalan hingga tahun ke-10, yaitu BUBOS (Buka Bersama On The Street).
MasyaAllah, sepuluh tahun tentu bukan perjalanan yang sebentar.
Dari tahun ke tahun, BUBOS terus menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk berbagi di bulan Ramadan.
Awalnya gerakan ini dikenal sebagai kegiatan buka puasa bersama di ruang publik yang melibatkan masyarakat luas, komunitas, hingga lembaga sosial. Seiring waktu, konsepnya berkembang dan mampu bertahan bahkan ketika pandemi datang, dengan berbagai bentuk adaptasi yang tetap menjaga semangat berbagi.
Hari ini saya datang mewakili Bank Sampah Bersinar, bersama Ibu Fifie Raharja. Rasanya sangat membahagiakan bisa berada di tengah kegiatan yang mempertemukan begitu banyak pihak dengan satu tujuan yang sama, yaitu menghadirkan kebaikan bagi masyarakat.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir di antaranya Ibu Atalia Praratya, yang selama ini dikenal sebagai founder Jabar Bergerak dan penggagas gerakan BUBOS.
Selain itu tampak pula Wali Kota Bandung, para pimpinan lembaga sosial, organisasi masyarakat, komunitas, serta banyak relawan yang datang dengan semangat yang luar biasa.
Melihat suasana hari ini, saya merasa bahwa BUBOS bukan sekadar kegiatan buka puasa bersama. Ia telah berkembang menjadi gerakan sosial yang mempertemukan banyak elemen masyarakat. Pemerintah, komunitas, organisasi sosial, hingga masyarakat umum hadir dalam satu ruang yang sama untuk berbagi.
Di tengah suasana seperti ini saya kembali diingatkan bahwa gerakan kebaikan sering kali dimulai dari hal yang sederhana. Dari duduk bersama, dari makan bersama, dan dari kepedulian untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Sepuluh tahun perjalanan BUBOS adalah bukti bahwa ketika kebaikan dijalankan secara konsisten, ia akan tumbuh menjadi gerakan besar yang memberi manfaat bagi semakin banyak orang. MasyaAllah.


