1.6 C
New York
Jumat, Maret 13, 2026

Buy now

spot_img

Belajar dari Kang Dade: Menulis untuk Gerakan Perlindungan Anak

Alhamdulillah, hari ini saya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga. Saya kedatangan Kang Dade, sosok yang selama ini sering saya dengar kiprahnya dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Nama Kang Dade sudah tidak asing lagi di lingkungan Forum Puspa. Saya sendiri mengenal beliau sejak bergabung di forum tersebut, dan tentu saja dikenalkan oleh ketua kami, Ibu Salmiah Rambe.

Dalam berbagai kegiatan Forum Puspa, Kang Dade selalu menjadi salah satu sosok yang sentral. Beliau sering dicari oleh banyak orang karena pengetahuannya yang luas dan pengalamannya yang panjang dalam berbagai aktivitas sosial, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.

Karena itulah, ketika saya bergabung sebagai anggota baru di Forum Puspa, saya merasa perlu untuk lebih banyak belajar.

Saya ingin memahami lebih dalam: sebenarnya apa yang bisa saya lakukan untuk berkontribusi dalam gerakan ini?

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang di dunia penulisan, saya percaya bahwa kontribusi yang paling bisa saya berikan adalah melalui tulisan. Maka saya pun mengajak Kang Dade untuk bertemu dan berdiskusi.

Saya bertanya kepada beliau, kira-kira apa saja yang perlu saya tuliskan terkait dengan aktivitas Forum Puspa. Apakah tentang edukasi kepada masyarakat? Tentang berbagai kasus yang perlu menjadi perhatian bersama? Atau tentang gerakan-gerakan yang sudah dilakukan oleh forum ini?

Alhamdulillah, dari pertemuan ini saya mendapatkan begitu banyak wawasan baru.

Kang Dade menjelaskan bahwa Forum Puspa memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dalam struktur pemberdayaan tersebut terdapat berbagai program yang bertujuan memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak di masyarakat.

Di dalamnya terdapat berbagai turunan gerakan, di antaranya adalah Forum Puspa sendiri serta Relawan SAPA, yaitu relawan yang bergerak langsung di masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi.

Di Kota Bandung sendiri, relawan SAPA telah aktif di dua wilayah, seperti Gerlong dan Cisaranten Endah. Kehadiran para relawan ini menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan anak di tingkat komunitas.

Selain itu, Forum Puspa juga berafiliasi dengan Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak, yang saat ini dipimpin oleh Bunda Juju. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Yang membuat saya semakin kagum adalah dinamika yang ada di dalam Forum Puspa.

Forum ini diisi oleh berbagai latar belakang profesi. Ada pengusaha, politikus, wartawan, lembaga sosial, hingga unsur dari Badan Amil Zakat Nasional. Beragam latar belakang ini justru membuat forum ini menjadi sangat hidup dan dinamis.

Dan di tengah dinamika itu, Kang Dade memiliki peran yang luar biasa dalam menggerakkan berbagai aktivitas di dalamnya.

Dalam pertemuan kami hari ini, Kang Dede juga memberikan arahan yang sangat berharga bagi saya sebagai penulis.

Saya menyarankan agar aktivitas Forum Puspa tidak hanya dijalankan, tetapi juga didokumentasikan melalui tulisan. Misalnya dengan menuliskan berbagai pencapaian yang telah dilakukan, pola kerja forum dalam melakukan perlindungan anak, serta berbagai kegiatan yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat, untuk itu saya butuh arahan beliau.

Dengan cara itu, media sosial—terutama Instagram Forum Puspa—tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat.

Tulisan-tulisan tersebut juga akan menjadi catatan penting yang menunjukkan bahwa gerakan ini benar-benar bekerja, memiliki capaian nyata, dan didukung oleh sumber yang valid.

Masya Allah, pertemuan hari ini benar-benar membuka wawasan saya.
Saya semakin yakin bahwa tulisan dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan sosial. Melalui tulisan, kerja-kerja baik yang dilakukan oleh banyak orang tidak hanya berhenti sebagai aktivitas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk ikut terlibat.

Terima kasih, Kang Dade, atas waktu dan ilmu yang dibagikan hari ini.

Semoga pertemuan ini menjadi awal dari lebih banyak karya tulisan yang bisa memperkuat gerakan perlindungan perempuan dan anak di masyarakat.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles