12.4 C
New York
Rabu, Maret 11, 2026

Buy now

spot_img

Bisnis adalah Tentang Cara Membangun Visibilitas dengan Tepat

Tadi siang saya kembali melihat Pak Ryan Gondo berdiri di depan ruangan, menjelaskan strategi bisnis dengan slide yang sederhana namun tajam.

Di layar terpampang tulisan tentang bagaimana mempromosikan produk kepada member, lengkap dengan perbandingan “before” dan “after”. Sebuah cara berpikir yang sistematis—bahwa bisnis tidak hanya soal menjual, tetapi membangun fondasi yang kuat, mulai dari digital asset hingga visibilitas.

Pak Ryan adalah member BNI Amplify, salah satu chapter yang dikenal progresif. Amplify sendiri merupakan chapter ketiga BNI di Indonesia, dan dikenal sebagai tempat berkumpulnya para profesional dengan cara berpikir yang visioner, dan Pak Ryan merupakan member ke-77 BNI dari seluruh Indonesia.

Saya sendiri mengenal Pak Ryan ketika saya mulai menjadi member di Rise. Dari sana, percakapan kami berkembang. Kami sering berdiskusi tentang banyak hal—bisnis, ekosistem digital, hingga peluang kolaborasi.

Salah satu titik temu kami adalah soal dunia penulisan. Saya memiliki sumber para penulis, sementara Pak Ryan sedang membangun ekosistem yang membutuhkan banyak talenta kreatif. Dari situlah kemudian lahir kolaborasi kecil kami: membuka kesempatan bagi para penulis untuk masuk ke platform Sribu..

Bagi saya, itu bukan sekadar kerja sama biasa. Itu adalah kesempatan bagi para penulis untuk masuk ke ekosistem kerja global, di mana kemampuan menulis bisa bertemu dengan kebutuhan industri.

Waktu terus berjalan.

Dunia digital bergerak cepat. Ekosistem startup pun berubah. Hingga akhirnya sribu berkembang jauh lebih besar, dan pada satu titik perusahaan tersebut diakuisisi oleh pihak Jepang.

Kini Pak Ryan tidak lagi hanya dikenal sebagai sosok di balik platform itu. Ia melanjutkan perjalanannya dengan membangun bisnisnya sendiri, membawa pengalaman panjang dari dunia startup, teknologi, dan jejaring profesional yang luas.

Saya sendiri di BNI bukan terdaftar lagi sebagai seorang penulis tapi seorang pengusaha di bidang maklun furniture, bukan lagi dengan Indscriptnya tapi dengan Ammar Kaayunya.

Melihat perjalanan ini, saya sering berpikir:
setiap pertemuan ternyata punya cerita panjang di masa depan.

Kadang kita hanya duduk di sebuah ruangan, melihat seseorang mempresentasikan ide di depan layar. Tapi siapa sangka, dari ruang-ruang diskusi seperti itulah lahir kolaborasi, peluang, bahkan perjalanan bisnis yang melintasi negara.

Dan saya bersyukur pernah menjadi bagian kecil dari salah satu persimpangan perjalanan itu.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles