Minggu pagi menjadi momen yang hangat bagi para santri dan masyarakat yang berkumpul dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Hamalatul Qur’an di Parakan Asri No. 60.
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan ini menghadirkan rangkaian acara yang memadukan nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Acara dimulai dengan penyampaian sharing dari Ibu Salmiah Rambe lalu diikuti oleh salah satu anggota Legislatif Bandung dan para tokoh di lokasi setempat. Lalu kemudian disusul sesi hafalan Al-Qur’an oleh para santri. Dengan penuh kesungguhan, mereka menebak hingaa melantunkan ayat-ayat suci yang telah dipelajari.
Suasana kekaguman para hadirin pada saat menyimak ketepatan santri penghafal Al-Qur’an menebak ayat dan membacakan ayat hingga ke halaman surat. Momen ini menjadi pengingat bahwa menjaga hafalan Al-Qur’an adalah perjalanan yang membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan dukungan lingkungan yang baik.

Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat yang hadir.
Para orang tua, relawan, serta para pendukung program duduk bersama menyaksikan perkembangan para santri. Kebersamaan tersebut memperlihatkan bagaimana komunitas dapat saling menguatkan dalam menjaga semangat belajar Al-Qur’an.
Selain sesi hafalan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi berbagi kebahagiaan kepada yatim, dhuafa, dan lansia.
Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini berasal dari Baznas serta para donatur berisi sembako disertai hasil bumi dari Naisar Forest Garden.
Kehadiran kegiatan berbagi ini menjadi bagian penting dari semangat yang dibangun oleh komunitas para penghafal Al-Qur’an: bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan seperti ini, Yayasan Hamalatul Qur’an berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya mendukung proses belajar Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan empati sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan sederhana di hari Minggu tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga Al-Qur’an dapat berjalan seiring dengan semangat berbagi.
Dari hafalan para santri hingga bantuan yang diberikan kepada masyarakat, semuanya menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.


