Bagi sebagian orang, menulis mungkin hanya sekadar hobi atau sarana untuk mengekspresikan diri. Namun, bagi Pak Yayan Henri Danisukmana, menulis telah menjadi jembatan untuk bangkit dari keterpurukan, menemukan jati diri, dan bahkan menghasilkan pendapatan. Ia bergabung dengan Komunitas Nulis Jadi Duit (NJD) pada September 2024.
Saat itu, ia sedang jobless dan mencari cara untuk tetap produktif dan menghasilkan uang sambil tetap berada di sekitar keluarga. Tagline NJD yang menarik, “Nulis Jadi Duit,” menjadi daya tarik utama baginya. “Saya ingin menulis dan juga menghasilkan,” ujarnya.
Sebelum bergabung dengan NJD, Ia belum pernah serius menekuni dunia menulis, namun memiliki ekspektasi tinggi untuk membuktikan bahwa menulis bisa menjadi sumber penghasilan.
Titik balik dalam perjalanan Yayan di NJD adalah ketika ia berhasil menulis biografi. Karya ini tidak hanya memberikan bukti bahwa “nulis bisa jadi duit,” tetapi juga meningkatkan kepercayaan dirinya sebagai seorang penulis. “Biografi memberi bukti jadi duit & meningkatkan kepercayaan diri,” ungkapnya.
Tulisan telah membantunya memperkuat posisi sebagai seorang profesional. Ia merasa lebih tertata dalam bertutur dan menyampaikan laporan, yang sangat mendukung tugas-tugas administrasinya. Selain itu, tulisan juga memberikan dampak positif terhadap branding, reputasi, dan kepercayaan klien hingga relasi. “Kadang ada yang mempromokan kalau saya adalah penulis,” ujarnya.
Meskipun belum ada peluang bisnis atau kerjasama yang terwujud secara konkret, Beliau pernah mendapatkan tawaran untuk membuat projek penulisan bersama tentang daerah. Ia percaya bahwa tulisan tetap menjadi aset bisnis yang sangat memungkinkan dan akan terus eksis, meskipun sekarang sudah ada saingan dari teknologi AI.
Pak Yayan sudah merasakan dampak finansial langsung dari aktivitas menulis, dan itu luar biasa baginya. Namun, beliau mengakui bahwa tantangan terbesarnya dalam mengintegrasikan menulis dengan aktivitas profesionalnya adalah konsistensi dan disiplin waktu.
Sejak aktif menulis secara konsisten, beliau merasakan perkembangan positif dalam segi berkomunikasi. Ia juga merasa bahwa menulis membantunya berpikir lebih sistematis dan strategis dalam bisnis. “Sangat menunjang, karena tulisan adalah ungkapan bahasa komunikasi yang dituliskan,” ujarnya tentang peran menulis dalam kepemimpinan.
Baginya, menulis adalah “refleksi dari diri hati fikiran menyuarakan apa pun itu, yang dapat membantu baik personal ataupun komunal.” Komunitas Nulis Jadi Duit memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan profesional beliau. “Titik awal deklarasi diri sebagai penulis,” itulah yang diungkapkannya. Pak Yayan memiliki pesan yang sangat inspiratif untuk para profesional atau pengusaha yang ragu untuk mulai menulis: “Lakukan dan mulai, serta mencari mentor dan komunitas yang tepat.”
Dalam 3–5 tahun ke depan, beliau memiliki target untuk menerbitkan buku solo kembali. Jika harus merangkum pengalamannya di NJD dalam satu kata, “Amazing!” Ia juga menambahkan bahwa persahabatan dan kekeluargaan di NJD sangat luar biasa.
Pak Yayan juga berharap agar milad NJD dapat diselenggarakan secara offline di Bandung atau Jakarta, dan ia akan berusaha hadir jika tidak ada bentrok agenda.


