Infoindscript.com – Kediri, 28 Februari 2026
Di era literasi modern, kemampuan menulis saja tidak lagi cukup. Seorang penulis dituntut untuk mampu menyampaikan gagasan secara langsung, berbicara dengan percaya diri, serta membangun pengaruh di hadapan audiens. Inilah latar belakang hadirnya program Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan oleh Indscript X JA. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mencetak trainer literasi yang tidak hanya pandai merangkai kata, tetapi juga mampu menciptakan dampak nyata di sekolah maupun masyarakat.
Literasi hari ini harus bergerak. Ia tidak boleh berhenti di halaman buku atau layar digital. Literasi perlu hadir dalam ruang-ruang belajar, menjangkau siswa, guru, dan komunitas. Karena itu, penulis perlu meningkatkan kapasitasnya menjadi seorang pembicara dan fasilitator yang terampil. Program ToT ini menjadi jembatan untuk mewujudkan hal tersebut.
Mengapa Penulis Perlu Belajar Berbicara?
- Menyampaikan Ide Secara Lebih Meyakinkan
Banyak penulis memiliki gagasan yang kuat dan bernilai, tetapi belum tentu mampu menyampaikannya secara lisan dengan runtut dan percaya diri. Dengan belajar berbicara, penulis dapat mengomunikasikan ide secara lebih jelas, terstruktur, dan mudah dipahami audiens. - Membuka Peluang Karier yang Lebih Luas
Kemampuan berbicara membuka banyak kesempatan baru. Penulis bisa menjadi trainer, narasumber di sekolah, pembicara seminar, atau fasilitator workshop. Bahkan, penulis juga dapat membangun kelas atau program pelatihan sendiri sebagai pengembangan dari buku yang telah ditulis. - Memperluas Jejaring Profesional
Saat tampil berbicara di depan publik, penulis berkesempatan bertemu lebih banyak orang, mulai dari guru, komunitas, hingga institusi pendidikan. Interaksi ini membantu memperluas relasi dan membuka peluang kolaborasi baru. - Memperkuat Personal Branding
Ketika penulis tampil sebagai trainer, ia tidak hanya dikenal melalui tulisannya, tetapi juga melalui cara berpikir, gaya komunikasi, dan karakter yang ditampilkan. Hal ini membuat citra profesional semakin kuat dan mudah diingat. - Membangun Positioning yang Jelas
Penulis yang mampu berbicara dengan baik memiliki positioning yang lebih kuat di mata audiens. Ia tidak sekadar dikenal sebagai penulis, tetapi sebagai ahli yang mampu membimbing dan memberikan solusi secara langsung. Inilah yang membedakan penulis biasa dengan penulis yang memiliki pengaruh nyata.
Konsep Training of Trainers
Program Training of Trainers dirancang untuk membantu penulis bertransformasi menjadi trainer profesional. Fokus utamanya bukan sekadar melatih keberanian berbicara, tetapi membangun struktur berpikir yang kuat, komunikasi yang runtut, serta pesan yang berdampak.
Setiap peserta dibimbing memahami bagaimana menyusun materi pelatihan yang jelas dan sistematis. Mereka belajar menyampaikan ide secara terarah, tidak berputar-putar, dan mudah dipahami audiens. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar memimpin sesi pelatihan secara profesional.
Latihan Dua Menit yang Mengubah Cara Berbicara
Salah satu sesi paling berkesan dalam program ini adalah latihan berbicara selama dua menit secara langsung. Dalam waktu singkat tersebut, peserta diminta memperkenalkan diri dengan positioning yang tepat, menyampaikan insight yang tajam, serta menunjukkan karakter sebagai trainer.
Meskipun hanya dua menit, sesi ini menjadi momen penting. Peserta diuji keberaniannya, kejelasan penyampaiannya, dan kekuatan pesan yang dibangun. Banyak yang menyadari bahwa berbicara efektif membutuhkan latihan dan kesadaran diri. Dari latihan ini, peserta mendapatkan umpan balik langsung untuk memperbaiki teknik komunikasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Latihan sederhana ini membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Pendampingan Lebih Mendalam di Kelas Private ToT
Bagi peserta yang ingin berkembang lebih serius, tersedia kelas Private ToT dengan pendampingan lebih intensif. Pada tahap ini, peserta tidak hanya berlatih berbicara, tetapi juga dibimbing menyusun modul pelatihan yang terstruktur dan siap ditawarkan ke publik.
Pendampingan mencakup penyusunan kurikulum pelatihan, penentuan target audiens, hingga strategi membangun personal branding. Peserta diajak memahami bagaimana memosisikan diri sebagai trainer yang memiliki keunikan dan nilai jual.
Salah satu strategi utama yang ditekankan adalah membuat kelas yang dibundling dengan buku karya sendiri. Strategi ini memberikan nilai tambah karena peserta pelatihan tidak hanya mendapatkan materi saat sesi berlangsung, tetapi juga memperoleh buku sebagai panduan lanjutan. Dengan cara ini, literasi menjadi produk berkelanjutan, bukan sekadar acara satu kali.
Dari Belajar ke Aksi Nyata
Program ini tidak berhenti pada teori. Setiap peserta didorong untuk segera mengambil tindakan nyata. Mereka diminta menghubungi sekolah di wilayah domisili masing-masing dan mulai menawarkan program yang telah dirancang.
Langkah ini penting untuk melatih keberanian sekaligus membangun pengalaman langsung di lapangan. Dengan praktik nyata, peserta belajar menghadapi tantangan, memahami kebutuhan audiens, serta menyempurnakan metode penyampaian materi.
Training of Trainers ini pada akhirnya bukan sekadar ruang belajar, melainkan gerakan profesionalisasi trainer literasi. Peserta didorong untuk bergerak, menciptakan proyek, dan menghadirkan dampak nyata.
Menjadikan Literasi sebagai Jalan Kontribusi
Indscript X JA mendorong lahirnya trainer literasi yang percaya diri, terstruktur, dan siap menghasilkan karya nyata. Literasi bukan hanya tentang menulis buku, tetapi tentang menghadirkan perubahan melalui edukasi langsung.
Ketika penulis mampu berbicara dengan baik, menyusun program pelatihan yang sistematis, serta membangun jejaring dengan sekolah dan komunitas, maka literasi menjadi jalan kontribusi yang berkelanjutan. Di sisi lain, ini juga membuka peluang profesional yang menjanjikan.
Menjadi penulis yang mampu berbicara berarti siap memperluas dampak. Bukan hanya dikenal lewat tulisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penutup
Mencetak penulis yang mampu berbicara adalah investasi penting di era literasi modern. Melalui Training of Trainers, penulis dilatih untuk membangun keberanian, memperkuat struktur berpikir, dan menciptakan positioning yang jelas sebagai trainer profesional.
Dengan strategi yang tepat, mulai dari latihan komunikasi, penyusunan modul, personal branding, hingga aksi nyata ke sekolah, penulis dapat berkembang menjadi sosok yang tidak hanya produktif menulis, tetapi juga inspiratif saat berbicara. Inilah langkah menuju literasi yang hidup, bergerak, dan berdampak luas.


