Naisar Garden, 13 Februari 2026 – Kegiatan tukar sampah dengan sembako yang diinisiasi oleh Naisar Garden berjalan sukses dan lancar. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 ini menunjukkan ada pergerakan antusias dari masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah yang lebih baik, terutama yang lewat di depan BSU kami yang awalnya tidak tahu langsung ingin bergabung karena sudah memilah sampah di rumah dan bingung mau dikemanakan sampah berkahnya.
Awalnya, Naisar Garden hanya fokus melayani pengambilan sampah dari perusahaan Indscript Creative. Namun, semangat untuk mengajak lebih banyak orang mencintai bumi mendorong mereka untuk membuka diri dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang melintas di depan lokasi pengumpulan sampah.
Bu Riska dan Ibu Asep Jadi Nasabah Pertama BSU Naisar Garden
Kabar baiknya, sosialisasi ini membuahkan hasil! Bu Riska, pemilik kost di sekitar Naisar Garden, dan Ibu Asep, pemilik warung, menjadi nasabah pertama Bank Sampah Unit (BSU) Naisar Garden. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sudah mulai tumbuh di kalangan masyarakat.
Dukungan Penuh dari Indscript Creative dan Bank Sampah Bersinar
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Indscript Creative dan Bank Sampah Bersinar. Kolaborasi ini menjadi sinergi positif untuk terus melakukan kegiatan pengelolaan sampah dari rumah masyarakat sekitar sebagai bentuk nyata mencintai bumi.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga: Lebih dari Sekadar Kebersihan
Pengelolaan sampah rumah tangga ternyata memiliki dampak positif yang lebih luas dari sekadar menjaga kebersihan lingkungan. Riset menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) seseorang. Proses memilah sampah, mengurangi konsumsi, dan mendaur ulang dapat meningkatkan kesadaran diri, empati, dan tanggung jawab sosial.

Inspirasi dari Negara-Negara Sukses dalam Pengelolaan Sampah
Beberapa negara telah berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Contohnya:
- Jerman: Dikenal dengan sistem “Dual System” yang memisahkan sampah kemasan dari sampah organik. Tingkat daur ulang di Jerman sangat tinggi, mencapai lebih dari 65%.
- Swedia: Menerapkan sistem insenerasi (pembakaran sampah) untuk menghasilkan energi. Bahkan, Swedia mengimpor sampah dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.
- Jepang: Memiliki budaya memilah sampah yang sangat kuat sejak dini. Masyarakat Jepang sangat disiplin dalam memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya.
Jadwal Kegiatan Selanjutnya
Kegiatan tukar sampah dengan sembako ini akan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Setelah kegiatan awal pada 27 Februari 2026, kegiatan selanjutnya akan diadakan pada 20 Maret 2026, setelah libur lebaran. Bahkan menariknya masyarakat di luar domisili Naisar Garden beberapa sudah menyatakan siap berpartisipasi pasca lebaran seperti RKI Regol, penggiat Sekolah Rakyat, hingga beberapa penggiat kelola sampah. Sampai bertemu di 20 Maret!
Mari bersama-sama menjadi bagian dari gerakan cinta bumi dengan mengelola sampah dari rumah!
#TukarSampah #NaisarGarden #IndscriptCreative #BankSampahBersinar #CintaBumi #KelolaSampah #EQ #LingkunganBersih


