3 C
New York
Sabtu, Februari 28, 2026

Buy now

spot_img

Mari Membaca: Membedah Isi Al Quran Petunjuk Untuk Manusia

Screenshot 2026 02 25 at 07.59.40

infoindscript.com – Depok, 25 Februari 2026

Sebelumnya kita sudah membahas bahwa Allah Ta’ala memberikan bekal pertanyaan-pertanyaan mendasar pada naluri manusia. Dengan kata lain, Allah Ta’ala memberikan sebuah rasa penasaran hadir pada diri manusia. Lalu bagaimana supaya pertanyaan itu terjawab dengan baik?

Sesungguhnya, Allah Ta’ala sudah menurunkan sebuah perintah, “IQRA!”, dalam ayat surah pertama yang diturunkan ke bumi. Manusia disuruh Allah Ta’ala untuk membaca, bukan hanya membaca arti harafiah, tetapi membaca dengan indera yang dimiliki.

Perintah membaca adalah perintah menggunakan akal. Dengan akal ada timbul pemahaman akan aturan. Aturan dibuat untuk mempermudah hidup. Tanpa sadar, Allah Ta’ala sesungguhnya mengatur semua urusan manusia, dari yang terkecil. Contohnya saja urusan makan.

Sebuah cerita mengenai Siti Aisyah ketika akan menikah dengan Rasullullah saw. badannya sangat kurus. Ketika sudah menikah, badannya menjadi berisi dan ditanya oleh ibundanya. Aisyah RA menjawab bahwa ia disuruh untuk makan kurma dan semangka. Kurma itu adalah berunsur panas, semangka sebaliknya dingin. Sedetail itulah Allah Ta’ala mengaturnya.

Allah Ta’ala pun paham bahwa manusia sesungguhnya senang beribadah setelah menemukan Tuhan. Hanya, manusia bisa mereka Tuhannya sendiri, membuat sendiri cara ibadahnya, bahkan hingga ke persembahannya. Sesungguhnya, ibadah itu langsung kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala pun tahu manusia perlu pakaian supaya terlihat indah, terjaga, rapi, dan utamanya mencegah perzinaan. Aturan menutup aurat itu sesungguhnya untuk menjaga manusia dan membuatnya bahagia. Namun, apakah dipakai aturannya?

Allah Ta’ala tahu kalau manusia juga makhluk personal. Oleh karena itu, cara makan, berpakaian, adab, dan akhlak diatur-Nya.

Allah Ta’ala tahu manusia suka bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Dihadirkan-Nya seorang pemimpin untuk umat sebagai contoh tauladan.

Namun, apabila akal ini tidak dipakai, maka kesulitan dan tak bahagia didapatkan.

  1. Keluarga tidak harmonis, perceraian misalnya.
  2. Kekerasan pada anak.
  3. Kejahatan anak,
  4. Sex bebas dan kelainan seksual
  5. Inhumanity,
  6. Kerusakan sosial, hingga
  7. lost leadership

Ketika satu aturan dilanggar, kerusakan yang terjadi menimpa semuanya.

Surah Asy Syura ayat 30 menyebutkan bahwa musibah yang menimpa manusia sesungguhnya adalah perbuatan manusia itu sendiri. Dan Allah Ta’ala Maha Pemaaf atas segara kesalahan tadi.

Jika sekarang manusia belum berbahagia, hendaklah membaca. Mulai mendekatkan diri pada Allah Ta’ala dan sibukkan diri untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles