2.1 C
New York
Sabtu, Februari 21, 2026

Buy now

spot_img

Membuka Jendela Si Kecil Lewat Sebuah Fabel

Screenshot 2026 02 20 at 22.56.29
Salah satu atraksi Sonson di media sosialnya

infoindscript.com – 20 Februari 2026

Pertemuan dengan Ibu Amelia Nugraha Kurniawidjaja mengingatkan saya kembali kenapa saya menyukai dunia fiksi. Ibu Amel, begitu saya memanggilnya, punya rencana membukukan kisah sepasang soang-nya, angsa kalau bahasa Indonesia, ke dalam satu seri buku cerita fabel untuk anak.

Kalau biasanya tokoh hewan itu kucing, anjing, kura-kura, atau kancil, Bu Amel menggunakan angsa sebagai tokohnya. Cukup anti-mainstream sih, bukan begitu?

Hal itu tentu ada alasannya. Inspirasi cerita fabel ini memang didapat dari perilaku kedua hewan peliharaannya, bernama Sonson dan Nana, yang ternyata cukup unik. Kalau Anda melihat ke instagram @ourpetdiaries, kehidupan Sonson dan Nana ini layaknya peliharaan kucing yang juga dimiliki oleh keluarga Bu Amel. Mereka sama-sama main di dalam rumah, jalan-jalan keliling komplek, sampai dikasih makan rupa-rupa karena katanya ada yang picky eater.

Dari keunikan ini, akhirnya Bu Amel pun punya ide mengenalkan dunia angsa yang dibalut dengan kejadian sehari-hari anak. Tak tanggung-tanggung, dia sudah punya beberapa ide terkait buku yang siap digelontorkan untuk eksekusi tampilan dengan ilustrator.

Membaca fiksi, konon bisa membuat pembacanya lebih empati. Saya setuju dengan pernyataan itu. Apalagi jika dikaitkan dengan buku, pembaca anak akan lebih mudah mengambil amanah baik dari sebuah cerita jika didekatkan dengan kehidupannya. Penokohan hewan, umumnya, akan membuat lebih seru dan menasehati dengan cara yang lebih lembut.

Sebagai penulis, imajinasi si penulis fiksi bisa tanpa batas, hanya etika cerita yang biasanya masih kami jaga untuk pembaca tertentu. Namun, dunia fiksi ini bisa meluaskan pikiran yang melatih juga kreativitas si pembaca.

Saya pun menyukainya karena bisa berperan jadi banyak tokoh sesuai yang saya mau. Kalau berkaca dari inspirasi buku Sonson dan Nana, saya jadi tergerak sudah lama tak mengoreskan tinta di cerita fiksi lagi. Kangen juga. 

Satu pertanyaan untuk Anda, kalau segera buku cerita anak tentang Sonson dan Nana ini benar diterbitkan, kira-kira bakalan segimana bikin gemas ya, ilustrasinya nanti?

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles