Pak Marsukin adalah seorang guru. Sosok pendidik yang setiap hari berdiri di depan kelas, membimbing siswa-siswinya menuju masa depan. Namun di balik perannya sebagai guru, ada satu hal yang lama terpendam dalam dirinya: gagasan-gagasan yang ingin ia tuliskan.
Tahun 2025 menjadi titik awal perjalanannya di Komunitas Nulis Jadi Duit. Ia bergabung bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi karena ingin mengembangkan ide dan gagasan yang selama ini tersimpan. Menulis memang sudah menjadi hobinya. Ia menyukai narasi. Ia menikmati merangkai kata. Dan ketika memutuskan bergabung, ia merasa pilihannya tepat.
Baginya, menulis bukan hanya soal menghasilkan karya. Menulis adalah cara untuk meningkatkan profesionalitas sebagai seorang guru. Ia merasakan sendiri bagaimana tulisan-tulisannya berdampak pada citra dirinya. Ia menjadi lebih percaya diri dalam bercerita. Ia merasa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan ia melihat bahwa aktivitas menulis bisa mendukung kenaikan pangkatnya sebagai pendidik.
Walau hingga saat ini belum ada kerja sama bisnis dari tulisannya, Pak Marsukin tidak melihat itu sebagai kegagalan. Ia menyadari bahwa perjalanan ini masih berproses. Tahun 2025 sempat membuat langkah menulisnya terhenti. Belum ada dampak finansial yang ia rasakan secara langsung. Namun ia memahami, menulis membutuhkan konsistensi.
Ia percaya, tulisan bisa berkembang jika memiliki partner yang tepat. Karena itu ia melihat peluang kolaborasi bersama Nulis Jadi Duit sebagai strategi yang bisa ia ambil. Baginya, pemasaran tulisan kepada masyarakat luas adalah langkah berikutnya yang harus diperjuangkan.
Perubahan terbesar yang ia rasakan setelah konsisten menulis adalah kemampuannya meluangkan waktu untuk menuangkan gagasan secara tertulis. Menulis membantunya berpikir lebih personal, lebih runtut, lebih terstruktur. Bahkan dalam kepemimpinan, ia merasakan menulis sangat mendukung. Seorang guru yang mampu menulis dengan baik, sejatinya sedang membangun pengaruh.
Bagi Pak Marsukin, menulis itu penting. Karena tulisan akan dibaca—oleh keluarga, oleh masyarakat, oleh kalangan pendidikan. Tulisan adalah jejak. Tulisan adalah warisan.
Komunitas Nulis Jadi Duit, baginya, adalah wasilah. Tempat untuk mengembangkan ide. Tempat untuk menunjukkan kepada banyak orang bahwa ia memiliki kemampuan menulis. Ia percaya, jangan pernah ragu untuk menulis. Karena setiap tulisan adalah nilai berharga.
Dalam 3–5 tahun ke depan, ia memiliki target yang jelas: karya-karyanya harus menjadi inspirasi. Ia ingin tulisannya membuka peluang menuju masa depan yang lebih cerah—bagi dirinya dan keluarganya.
Saat ini ia memang belum bisa terlalu aktif karena kesibukannya mempersiapkan siswa menghadapi ujian. Sebagai guru, tanggung jawab itu tetap menjadi prioritas utama. Namun semangatnya tidak padam.
Satu kata yang ia pilih untuk mewakili perjalanannya: Semangat.
Dan dari seorang guru seperti Pak Marsukin, kita belajar satu hal:
Menulis bukan hanya tentang menghasilkan uang.
Menulis adalah tentang membangun nilai, profesionalitas, dan masa depan.
#Profil1memberNJD
#NulisJadiDuit
#IndscriptCreative
#Milad ke-2


