Tanggal 9 Februari 2026 menjadi awal langkah sederhana namun bermakna. Dengan modal awal hanya Rp1.100.000, Warung Naisar Forest Garden resmi dibuka. Modalnya kecil, tetapi niat dan visinya besar: menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau.
Meski baru lahir namun perputaran warung yang saat ini hanya menyediakan kebutuhan harian berputar dengan sangat stabil. Warung ini direncanakan akan menjual hasil kebun dari Naisar Forest Garden pada masa panennya kelak.
Warung ini lahir bukan sekadar untuk berdagang. Ia adalah bagian dari ekosistem besar yang dibangun oleh Naisar Forest Garden. Jika Naisar Forest Garden menjadi sumber pangan dari kebun, maka warung ini menjadi jembatan distribusinya.
Tujuan utamanya sederhana: memberikan kemudahan belanja sekaligus membantu mengontrol harga di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Kita semua merasakan bagaimana harga kebutuhan pokok bisa naik tanpa aba-aba. Bagi sebagian masyarakat, kenaikan kecil saja sudah sangat terasa. Karena itu, Warung Naisar Forest Garden hadir sebagai solusi berbasis komunitas.
Awalnya memang diproyeksikan untuk membantu kebutuhan karyawan dan alumni karyawan dalam jaringan perusahaan. Namun seiring berkembangnya visi, warung ini juga terbuka untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan. Harapannya, siapa pun bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih bersahabat dibanding harga warung pada umumnya.
Mengapa bisa lebih murah? Karena sistemnya berbasis jaringan dan kebermanfaatan. Margin keuntungan tidak menjadi orientasi utama. Yang diutamakan adalah keberlangsungan dan kemudahan akses. Distribusi yang lebih pendek dan berbasis komunitas membuat biaya bisa ditekan.
Warung ini juga menjadi bagian dari visi besar ketahanan pangan. Naisar Forest Garden tidak hanya menanam sayur, buah, dan merancang sistem pangan keluarga, tetapi juga memikirkan bagaimana hasilnya dapat diakses lebih luas. Dalam jangka panjang, warung ini diharapkan menjadi simpul distribusi yang menghubungkan kebun, komunitas, dan masyarakat.
Langkah ini mungkin terlihat kecil. Modalnya pun sederhana. Tetapi setiap perubahan besar selalu dimulai dari satu keputusan kecil yang konsisten. Warung Naisar Forest Garden adalah bukti bahwa membangun ketahanan tidak harus menunggu besar. Bisa dimulai dari ruang yang ada, dari jaringan yang dimiliki, dan dari kepedulian terhadap sekitar.
Di tengah isu krisis pangan global dan tantangan ekonomi yang terus berubah, membangun sistem internal yang saling menguatkan adalah sebuah ikhtiar. Warung ini bukan hanya tempat belanja, tetapi simbol bahwa komunitas bisa saling menjaga.
Dari kebun, ke warung, ke masyarakat.
Dari niat kecil, menuju dampak besar.


