Infoindscript.com – Rangkasbitung, 05 Februari 2026
Bisa melihat karyanya terpajang di rak-rak toko buku merupakan salah satu impian besar setiap penulis. Perjuangan dalam menulis yang membutuhkan waktu, energi, dan pikiran, hingga akhirnya terbayarkan dengan diterbitkannya karya penulis. Menulis buku bukan hal yang mudah, diperlukan perjuangan panjang dan melelahkan karena harus melewati banyak tahapan penulisan hingga naskah bisa selesai dan dikirimkan ke penerbit.
Sering kali penulis pemula terjebak dalam euforia penciptaan, akibatnya memiliki rasa bangga setelah menyelesaikan satu bab kerap menutupi teknis yang sebenarnya fatal bagi pembaca. Tanpa disadari, banyak penulis membiarkan naskah mereka gugur sebelum berkembang. Bukan idenya yang buruk, melainkan karena eksekusinya penuh dengan cacat logika, struktur yang rapuh, dan gaya bahasa melelahkan pembaca.
Tujuh Kesalahan Fatal Penulis Pemula saat Mengirimkan Naskah Buku ke Penerbit
Oleh karena itu, jangan sampai sebuah karya berakhir ditolak hanya karena melakukan kesalahan saat mengirimkan naskah ke penerbit. Nah, dalam artikel ini kita akan mengetahui lebih lanjut apa saja kesalahan fatal penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit yang harus dihindari agar naskah tersebut berpeluang lebih besar diterima!
1. Tidak Membaca Panduan Pengiriman Naskah
Langkah pertama kesalahan fatal penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit, adalah tidak membaca panduan naskah dengan teliti dan detail. Padahal, membaca panduan pengiriman naskah merupakan kunci agar karya yang ditulis sesuai dengan standar teknis dari penerbit. Mulai dari format dokumen, font atau jenis huruf, ukuran huruf, dan lain sebagainya. Mematuhi ketentuan terkait hal-hal tersebut dapat menunjukkan bahwa kita adalah seorang penulis yang profesional, serius dalam menerbitkan buku, dan bisa menghargai penerbit.
2. Melewatkan Proses Editing dan Proofreading
Melewatkan proses editing dan proofreading merupakan kunci untuk menghasilkan naskah buku yang berkualitas. Oleh karena itu, melewatkan proses editing dan proofreading menjadi salah satu kesalahan fatal penulis pemula dalam mengirimkan naskah ke penerbit yang tentunya harus dihindari. Proses editing dan proofreading bukan hanya sekadar proses memeriksa kesalahan penulisan untuk menyempurnakan naskah.
Editing dan proofreading juga merupakan proses yang dapat membantu penulis agar bisa menyampaikan maksud melalui tulisannya secara efektif, sehingga bisa dipahami oleh para pembaca. Naskah yang memiliki banyak typo atau kesalahan penulisan ejaan, kalimat yang bertele-tele, dan berantakan membuat naskah menjadi tidak enak dibaca. Hal ini bisa menunjukkan bahwa penulis terkesan kurang profesional, dan tidak bersungguh-sungguh untuk menuliskan karya yang terbaik.
3. Naskah Belum Benar-benar Selesai
Kesalahan fatal penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit lainnya, adalah mengirimkan naskah yang belum benar-benar selesai. Hal ini bisa terjadi karena antusiasme menulis yang begitu besar, sehingga terburu-buru dalam mengirimkan naskah ke penerbit. Namun, banyak bagian dalam naskah yang masih perlu diselesaikan. Mengirimkan naskah yang belum selesai akhirnya membuat penerbit berpikir bahwa penulis kurang serius dalam menerbitkan bukunya.
4. Tema Buku Sudah Terlalu Umum
Selanjutnya, kesalahan fatal penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit adalah tema buku yang sudah terlalu umum atau luas. Dampaknya, naskah jadi tidak memiliki daya tarik atau pembeda dari naskah-naskah lainnya sehingga kurang minat pembaca. Melakukan riset juga menjadi tahapan penting agar kita mampu menentukan tema buku yang tepat, tidak terlalu umum, dan relevan dengan pembaca. Dengan demikian, peluang naskah akan dilirik oleh penerbit lebih tinggi.
5. Target Pembaca Tidak Jelas
Kesalahan fatal penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit bisa terkait dengan pembaca naskahnya yang tidak jelas. Padahal, menentukan target pembaca perlu dilakukan sejak awal proses penulisan agar bisa menyesuaikan gaya bahasa dengan target pembaca.
6. Tidak Menyertakan Sinopsis dan Proposal Buku
Tidak menyertakan sinopsis dan proposal buku menjadi salah satu kesalahan penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit yang perlu dihindari. Mencantumkan sinopsis dan proposal buku merupakan langkah yang wajib, karena bisa menjadi salah satu aspek penilaian dari penerbit. Melalui sinopsis penerbit bisa mengetahui gambaran isi naskah secara keseluruhan, ini memungkinkan penerbit untuk menilai kesesuaian naskah dengan kriteria penerbit dan tren di pasar.
7. Kurang Profesionalnya Sikap Penulis
Terakhir, sikap penulis yang kurang profesional bisa juga menjadi kesalahan penulis pemula saat mengirimkan naskah ke penerbit yang wajib dihindari. Meskipun naskah tersebut bagus sekalipun, penerbit tidak ingin bekerja sama dengan penulis yang kurang profesional. Hal ini dikarenakan akan mempengaruhi proses penerbitan buku nantinya.
Penutup:
Kesalahan penulis pemula saat mengirimkan naskah meliputi mengabaikan panduan penerbit (submisi), mengirimkan naskah fiksi ke penerbit non-fiksi (salah sasaran), dan mengirimkan naskah yang belum disunting (banyak typo dan tata bahasa berantakan). Selain itu tidak menyertakan sinopsis yang menarik, plagiarisme, dan tidak sabar menunggu jawaban sering kali menyebabkan penolakan langsung. Jangan mengirimkan satu naskah ke banyak penerbit, karena ini akan dianggap tidak profesional.


