
infoindscript.com – Depok, 4 Februari 2026
Aditiawan Chandra menulis biografinya setelah menginjak usia pensiun. Dia berujar, “Saat inilah saya sekarang punya waktu menulis.”
Bergabung dalam komunitas Pensiunan Inspiratif dari Indscript, Pak Adit, begitu kami memanggilnya, mulai aktivitas menulis saat mengikuti training kepenulisan bersama Teh Indari Mastuti pada pertengahan tahun 2014. Dari situ, dia ikut program penulisan buku antologi dan menerima tantangan Teteh untuk menceritakan kisah hidup dalam sebuah buku antologi.
Menerima tantangan tersebut, dengan dukungan penuh istri, Pak Adit pun mulai menulis pada tahun 2025. Dia pun mulai menuliskan dengan harapan buku ini akan menjadi warisan dan inspirasi untuk mantan murid, kolega, ataupun generasi Indonesia kelak. Baginya, niat menulis buku ini harus sangat jelas supaya berkontribusi dan bermanfaat kepada masyarakat secara luas.
Proses menulis buku biografinya sendiri pun bukan tanpa tantangan. Baginya yang berkecimpung lama di dunia profesional menemui hambatan ketika hal yang akan ditulis terkait dengan kerahasiaan perusahaan tempatnya dulu bekerja. Menurutnya, aspek etika dan hukum harus dijaga dan menjadi rem baginya saat menulis. Dia pun akhirnya harus putar otak mengisi kekosongan tadi dengan cerita yang lebih bermakna.
Namun, halangan bukan menjadikan Pak Adit berhenti menulis, meskipun diakuinya dia sempat lama mengalami mental block . Dia senantiasa belajar dari penulis-penulis buku biografi populer lainnya, termasuk dari buku “Melangit” Indari Mastuti. Dia banyak belajar bagaimana cara mereka merangkai kisah hidupnya menjadi karya.

Sudah terbit, dan masih dalam masa penjualan, buku “Jejak Pemimpin”, Aditiawan Chandra, memiliki tebal 150 halaman. Berisikan riwayat hidup dan hobinya mulai dari masa sekolah, kuliah, dan menjadi profesional, buku dilengkapi 25 quote yang relevan dengan isi cerita dan enam blurb pembuka di awal bab.
Menerbitkan buku pun membuat Pak Adit belajar hal baru. Paham bahwa dia harus mulai mengenalkan diri sebagai penulis, dia pun memiliki akun TikTok sendiri yang sekarang sudah memiliki 5000-an pengikut. Tak lupa dia pun membagikan pengalaman dan hobinya setelah memasuki usia pensiun ini di akun Instagram @andranote.
Pada akhirnya, Pak Adit paham bahwa bukunya ini akan bisa menjadi kartu namanya, menjadi alat branding , dan tetap menjadi pembuka jalan untuk profesi yang ditekuninya sekarang,
Demikian, setiap orang memiliki keunikan sendiri. Sesungguhnya dari uniknya itu selalu akan ada inspirasi baik yang bisa dipetik.
Jika tertarik untuk membaca bukunya, silakan langsung kontak Pak Adit di Instagramnya.


