Peran Ibu Rumah Tangga versus Wanita Karir
Sejatinya menjadi ibu rumah tangga maupun wanita karir sama perannya. Bedanya, wanita karir menjalankan fungsi ganda; menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita pekerja.
Keduanya sama-sama memegang peran penting dan memikul tanggung jawab yang besar. Hanya saja pada sebagian wanita karir, rutinitas domestik tidak full diurus sendirian. Umumnya ada sosok pengasuh atau asisten yang membantu keberlangsungan tugas rumah tangga. Lain halnya dengan ibu rumah tangga. Mereka meng-handle semua urusan rumah tangga sekaligus pemenuhan kebutuhan anggota keluarga.
Tips Dahsyat Menjaga Kewarasan
Banyaknya kegiatan yang harus diselesaikan kadang membuat seorang ibu rumah tangga merasa waktu 24 jam tidak cukup. Belum lagi jika memiliki bayi atau balita. Tekanan rutinitas tak jarang membuat mereka harus pandai menjaga kewarasan demi terciptanya suasana yang damai serta tentram.
Lalu bagaimana upaya yang ditempuh agar para ibu rumah tangga tetap stabil emosinya? Berikut 5 tips dahsyat yang bisa diterapkan.
1. Beristirahat
Hal utama saat semua terasa melelahkan adalah istirahat sejenak. Hal ini penting untuk menyegarkan kembali saat emosi mulai goyah. Istirahat tidak selalu bermakna tidur. Anda bisa duduk sejenak sambil memandang sekitar ditemani secangkir teh hangat atau cokelat.
2. Bersyukur
Saat emosi sudah menguasai jiwa, tanda bagi Anda untuk banyak mengucap istifar. Dengan beristifar akan menenangkan jiwa. Saat emosi mulai mereda, bersyukur adalah hal yang harus kita ingat. Penatnya raga menjalankan aktifitas rumah tangga semestinya membuat kita bersyukur atas apa yang sudah diraih sampai titik tersebut. Bisa jadi hal inilah yang banyak orang lain damba, seperti wanita karir misalnya, atau bagi yang belum sempat menikmati peran sebagai ibu rumah tangga.
3. Abaikan Sejenak
Saat memiliki balita, umumnya rumah jauh dari kesan rapi. Saat inilah perlu bagi kita untuk mengabaikan sejenak harapan selalu rapi kondisi rumah. Berapa kalipun kita membereskan, polah balita yang sedang mengeskplor acapkali tanpa kesudahan. Ingatlah bahwa di fase tersebut balita sedang belajar banyak hal.
4. Bekerja Sama
Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti segala hal ditumpukan pada sosok ibu. Butuh kerja sama yang baik dengan pasangan. Lewat kerja sama dalam pengasuhan atau mendidik, hal ini akan lebih memaksimalkan terciptanya keluarga yang harmonis. Dukungan patner hidup juga sebagai mood booster paling ampuh dalam menjaga kewarasan. Dengan demikian seorang ibu tidak merasa sendiri dalam memikul tanggung jawab.
5. Variasi Kegiatan
Meskipun aktifitas harian rumah tangga sangat menguras tenaga dan pikiran, perlu bagi kita untuk mencari variasi kegiatan. Adapun bentuk variasi yang dimaksud berupa kegiatan yang menghadirkan suasana baru. Jenis kegiatan ini bisa juga berkaitan dengan hobi seperti berkebun, menulis atau jogging. Variasi kegiatan akan menghindarkan kita terbebani dari kegiatan harian yang berlangsung terus menerus.
Kesimpulan
Jangan sampai penatnya aktifitas memantik seorang ibu untuk lepas kontrol. Harmonisnya sebuah keluarga tercipta dari seorang ibu. Jika ibu bahagia, rumah beserta anggota keluarga pun demikian. Sebaliknya, ketika mereka terguncang, seisi rumah turut merasakannya. Bukankah seorang ibu itu istimewa? Sebagaimana diriwayatkan oleh HR. Bukhari-Muslim ketika seseorang bertanya, “Siapa yang paling berhak diperlakukan baik? Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab, ” Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.” Janganlah kita membebani mereka dengan menyerahkan seluruhnya urusan rumah tangga, sekaligus pengasuhan anak. Dari tangannyalah kelak tercipta generasi yang hebat, berdaya guna serta berakhlak mulia.



