-0.4 C
New York
Selasa, Maret 3, 2026

Buy now

spot_img

Sahabat yang baik

Aku punya teman baik di sekolah dan sudah saling kenal sejak TK di SLB/D D1 YPAC Semarang. namanya Alvin,

Dia seorang laki-laki, dan bisa jalan sendiri tanpa menggunakan kursi roda, tetapi lambat dalam berpikir dan belajar karena tidak bisa memahami proses pembelajaran. Namun, dia senang sering melihat aku yang sedang belajar.

Di dalam hatinya, dia merasa kalah karena tidak sama sepertiku yang bisa belajar sendiri. sedangkan dia tidak bisa belajar sendiri dan selalu meminta bantuan kepada bapak ibu guru untuk mengajar serta mengulangi pelajaran sekali lagi. Namun, tetap saja dia tidak bisa. Serta hanya bisa menerima semua itu sebagai keadilan dari Allah SWT.

dia tahu bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda, dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing, di dunia ini tidak ada yang sempurna. kita hanya bisa berdoa untuk mengejar cita-cita terbaik dan mengejar amal kebaikan demi kehidupan akhirat kelak.

Dia selalu mengalah kepada adiknya, membantu orang tuanya, Dan berjalan kaki Jika tidak diantar-jemput oleh ibunya, dia juga selalu menolong teman-temannya, termasuk mendorong kursi roda temannya

Dia sering melihat aku membantu teman satu kelasku untuk mengulangi pelajaran dan menolong teman., Aku adalah seorang yang cerdas, kuat, semangat, dan suka menolong orang lain.

Namun, Dia merasa ada yang tidak beres. Kenapa Raras sering pemarah, baik saat ada masalah kecil maupun besar?

dia tidak berani mendekatiku karena merasa malu untuk bertanya tentang pribadi keluarga Raras, dan dia sadar bahwa dia bukan keluarganya.

Beberapa hari kemudian, Dia memberanikan diri berbicara padaku dengan kata lembut. Saat waktu istirahat, dia masuk ke kelasku sebentar dan berkata pelan ‘Hai Raras, lala’ Selamat pagi….

Aku menjawab pelan, pagi juga Alvin… ‘Ngapain kamu ke sini? Ini kan bukan kelas kamu?

Dia merasa tidak enak Karena aku menjawab seperti itu.  Lalu, dia berkata dengan baik, aku cuma main ke kelasmu saja. Sudah bosan belajar terus hehehe..

Lala keluar kelas sebentar untuk membeli jajan di kantin

Kemudian, dia mengobrol panjang lebar denganku “Aku mau tanya nih” Kenapa sekarang kamu sering marah kepada kakakmu?

Aku menjawab ‘Iya’ ada rasa tersinggungan dari cara berbicara kakak, dan aku juga merasa cemas. Tapi semua masalah itu adalah ujian dari Allah SWT.  ‘Aku merasa tidak sanggup karena semua ujian terasa berat. banyak kesulitan hidup di dunia ini.

Apalagi aku seorang difabel, tidak bisa mandiri dan selalu meminta bantuan kepada kakak. Tapi kakak malah mempersulit aku. namun, Bunda selalu menasehatiku

Bunda berkata , kamu anak difabel tidak masalah, karena Allah tahu kamu sanggup melewati semua ujian hidup di dunia, asal kamu bersabar dan ikhlas.

Allah itu selalu baik.,  Allah akan memberi yang terbaik untuk masa depanmu, masa depanmu akan cerah dan bahagia selalu.

Kamu ingat kan, waktu kamu masih kecil? Saat itu tidak bisa duduk sendiri, Kamu sering menangis dan merasa bosan karena hanya tidur terus, berapa hari kemudian, kamu berteriak memanggil bunda agar didudukkan. Kamu marah dan berkata Allah tidak adil karena tidak bisa duduk sendiri.

Saat itu bunda merasa sedih karena kamu tidak senang hidup di dunia sebagai seorang Difabel. Namun, ini adalah keadilan dari Allah SWT. Yang Harus diterima dengan ikhlas

bunda hanya bisa yakin bahwa Allah memberi anugerah terindah untuk masa depanmu agar kamu bisa sukses. karena itu, bunda terus berusaha mencari cara agar aku bisa duduk sendiri.

Kondisi tubuhmu lemas karena anak Cerebral Palsy sejak lahir, tidak seperti anak-anak lainnya. ketika bunda mencoba caranya sendiri agar kamu bisa duduk sendiri, bunda memposisikanmu duduk dengan bantuan bantal guling agar kamu tidak jatuh dari atas kasur.

Walaupun bunda merasa tidak nyaman karena punggungmu belum kuat untuk duduk, bunda tetap merasa senang karena kamu tidak bosan dan bisa bermain boneka sendiri.

Beberapa bulan kemudian, papa pulang kerja lalu langsung masuk ke kamar tidur. Papa melihat aku dengan sedih karena duduknya dengan bantuan bantal guling agar tidak jatuh dari atas kasur. Saat itu Aku sedang bermain boneka bersama kakak.

Papa lalu mencari bunda dan mengajaknya duduk di ruang tamu. Papa bertanya kepada bunda,

‘Apakah Dian itu tidak bisa duduk sendiri?

Bunda menjawab dengan air mata yang keluar ‘Iya’ benar karena tubuhnya lemas dan tidak kuat untuk duduk sendiri,

papa bertanya lagi kenapa bunda tidak menelepon saya? Untuk meminta uang berobat Dian ke rumah sakit?

bunda menjawab dengan lembut karena takut mengganggu pekerjaan papa,

Papa lalu langsung mengajak bunda ke rumah sakit, mengendong aku dan mengajakku berbicara, Dian mau ikut tidak? Papa jalan-jalan sama bunda,

aku menjawab dengan senang ‘mau ikut pa..’

namun, kakak bertanya kepada papa, aku boleh ikut pa?

Papa menjawab tidak boleh. Karena papa dan bunda mau memeriksakan Dian ke rumah sakit, supaya Dian bisa duduk sendiri dan bisa menjadi anak yang mandiri. tidak apa-apa sebagai seorang difabel. Suatu saat nanti Dian akan sadar bahwa Allah menciptakan manusia ada yang tidak sempurna, tetapi Allah memberi hidayah dan kelebihan untuk masa depan Dian,

ketika pulang dari rumah sakit, aku sangat seneng karena bisa duduk sendiri tanpa bantuan bantal guling. Saat itu aku tidak tahu bahwa Allah sudah memberikan yang terbaik untukku, karena aku masih kecil belum mengenal Allah SWT.

Allah kemudian mengirim seorang wanita yang pernah berkerja di YPAC Semarang, sehingga aku bisa bersekolah di YPAC Semarang. Pertama kali aku masuk sekolah, banyak teman yang sama sepertiku, dan kami saling berkenalan dengan bapak ibu guru serta teman-teman.

Namun, Aku melihat kamu dari kelas. Kamu sedang di marahin ibu guru karena nilai belajarmu tidak sebagus sepertiku, tetapi kamu tidak masalah dan tetap menerimanya dengan sabar Vin…

Dia tertawa dan berkata, hehehe…. Memang aku tidak bisa memahami proses pembelajaran, karena Allah sudah menciptakan aku seperti ini. Aku harus menerima semua keadilan Allah SWT. ‘Kamu orang spesial. bisa melakukan hal-hal apa yang sudah diajarkan oleh bapak ibu guru., Aku bangga banget sama kamu. Waktu kamu sedang membuat tas menggunakan kaki di acara pesta seni.

Aku berkata,  ‘Kita memang tidak sempurna di dunia ini, tapi kita hidup di dunia ini untuk beribadah dan beramal kebaikan demi mengejar kehidupan akhirat kelak, di dunia ini bukan untuk bermain sinetron ya Alvin… Hehehe….

Dia menjawab, ‘iya’ benar, kita harus melakukan seperti itu di mata Allah SWT. tugas kita masih banyak hidup di dunia ini, dan kalau tugas kita sudah selesai. Nanti kita di surga bebas hehehe.

Aku berkata, kita bersahabat di sekolah sampai lulus, lalu akan berpisah ya.. Misalnya sudah lama tidak bertemu lagi, pasti kamu lupa sama aku ya kan? Hehehe…, Aku saja tidak pernah melupakan semua teman sekolahku,,

Lalu, dia menjawab dengan ragu, aku tidak bisa melupakan kamu karena kamu orang spesial, kita sama-sama baik, dan aku tidak akan lupa masa sekolah bersama teman-teman, kamu harus sehat terus dan sukses selalu, jangan lupa sholatnya ya Raras….

Sekarang kita punya kesibukan masing-masing dan tidak pernah bercerita atau bertemu lagi

Semoga Allah selalu menjaga semua teman sekolahku dan memberi rezeki yang berlipat

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles