Cara Menjadi Penulis Buku bagi Profesional yang Sibuk
Cara Menjadi Penulis Buku bagi Profesional yang Sibuk
infoindscript.com – Jember, 31 Desember 2025
Banyak profesional memiliki pengalaman panjang, jam terbang tinggi, dan keahlian yang teruji. Namun, hanya sedikit yang berani melangkah menjadi penulis buku. Alasannya hampir selalu sama: sibuk, tidak punya waktu, atau merasa belum siap.
Padahal, justru profesional yang sibuklah yang biasanya sangat perlu menulis buku. Bukan karena mereka punya waktu luang, tetapi karena mereka punya banyak hal dan pengalaman yang bernilai untuk dibagikan.
Menjadi Penulis Buku Bukan Berarti Ganti Profesi
Salah kaprah yang sering terjadi adalah anggapan bahwa cara menjadi penulis berarti harus meninggalkan profesi utama. Faktanya, banyak buku profesional lahir bukan dari penulis penuh waktu, melainkan dari praktisi yang menulis di sela aktivitasnya.
Menulis buku bagi profesional bukan tentang mengejar label “penulis”, melainkan tentang mendokumentasikan pengalaman, sudut pandang, dan pembelajaran yang sudah dijalani bertahun-tahun. Buku menjadi alat untuk memperkuat profesi, bukan menggantikannya.
Tantangan Profesional Saat Mulai Nulis Buku
Tidak bisa dimungkiri, nulis buku di tengah kesibukan memang menantang. Target kerja, tanggung jawab keluarga, dan tuntutan performa sering membuat menulis berada di urutan terakhir.
Namun, masalah utamanya bukan ketiadaan waktu, melainkan belum adanya sistem. Profesional yang menunggu waktu ideal hampir tidak pernah memulai. Sebaliknya, mereka yang menulis dengan waktu terbatas justru lebih konsisten karena punya tujuan yang jelas.
Menulis Itu Bisa Dibuat Lebih Mudah
Kabar baiknya, proses mudah menulis bisa dipelajari. Menulis buku profesional tidak harus dimulai dari halaman pertama hingga terakhir secara berurutan. Banyak penulis buku memulai dari poin yang paling dikuasai, lalu menyusunnya kembali.
Di sinilah peran kelas menulis dan komunitas menulis menjadi penting. Lingkungan yang tepat membantu profesional memahami struktur, menjaga ritme, dan mengatasi rasa ragu. Menulis tidak lagi menjadi aktivitas yang sunyi dan melelahkan, tetapi proses bertumbuh bersama.
Strategi Cara Cepat Menulis Buku untuk Orang Sibuk
Bagi profesional, cara cepat menulis buku bukan berarti tergesa-gesa, melainkan efisien. Beberapa strategi yang realistis antara lain:
* Menentukan satu topik utama yang benar-benar dikuasai
* Memecah ide besar menjadi tulisan pendek
* Menetapkan target kecil namun konsisten
Menulis 300–500 kata per sesi sudah cukup untuk membangun naskah buku secara bertahap. Konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi menulis.
Perlukah Menggunakan Jasa Penulisan?
Sebagian profesional memilih menggunakan jasa penulisan atau pendampingan. Ini bukan jalan pintas yang salah, selama ide dan sudut pandang tetap berasal dari penulisnya sendiri.
Pendamping penulisan berfungsi membantu merapikan alur, bahasa, dan struktur, bukan menggantikan isi pikiran. Bagi profesional dengan keterbatasan waktu, kolaborasi ini justru membuat buku bisa selesai dan tetap autentik.
Dari Naskah ke Buku yang Terbit
Setelah naskah selesai, langkah berikutnya adalah memahami cara menerbitkan buku. Profesional tidak harus menunggu diterima penerbit besar. Saat ini, jalur penerbitan mandiri maupun hybrid memberi ruang lebih luas dan fleksibel.
Yang tak kalah penting adalah promosi buku. Buku profesional tidak dipromosikan dengan cara berisik, melainkan strategis. Buku diperkenalkan sebagai sarana atau media berbagi insight, bukan sekadar produk yang dipasarkan.
Buku adalah Jejak Profesional
Menjadi penulis buku bukan tentang kecepatan, tetapi keberanian memulai. Profesional yang menulis buku sedang meninggalkan jejak pemikiran yang akan terus bekerja bahkan ketika ia tidak hadir.
Jika Anda seorang profesional sibuk, justru itulah tanda bahwa pengalaman Anda layak dibukukan. Karier yang naik level sering kali dimulai dari satu keputusan sederhana: mulai menulis, meski perlahan.
Diah Octivita Dwi Purwanti adalah seorang solopreneur di bidang kepenulisan sejak tahun 2008, pebisnis di berbagai bidang (edukasi, jasa kepenulisan, kecantikan, kesehatan, dan kuliner) sejak 2013, serta mentor bisnis dan pengembangan diri sejak 2018. Selain itu, Diah juga aktif sebagai Affiliate dan Digital Marketing Specialist sejak 2021.