2.6 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Perempuan Bukan Sebuah Angka Tapi Arah Peradaban

Disarikan dari penjelasan Ibu Siti Muntamah, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar

Dari IPG, kita menata ruang hidup perempuan yang menghidupkan

Hari ini, Indeks Pembangunan Gender (IPG) sedang ramai dibicarakan. Namun IPG sejatinya bukan sekadar angka statistik. Ia adalah cermin—tentang sejauh mana negara benar-benar hadir dalam kehidupan perempuan, menyediakan akses, ruang, dan kesempatan yang adil untuk bertumbuh.

Ketika IPG masih rendah, persoalannya bukan karena perempuan tidak mampu. Justru sebaliknya. Perempuan telah bekerja keras, bertahan, dan berkontribusi dalam senyap yang masih perlu dikejar adalah daya jangkau kebijakan—agar fasilitas, perlindungan, dan peluang benar-benar sampai kepada perempuan, baik di ruang formal maupun non-formal.

Di Jawa Barat, kesadaran ini mulai dijawab melalui dorongan kebijakan dari eksekutif dan legislatif.

Pengaruh gender, kependudukan, dan keluarga mulai ditempatkan sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap program. Meski masih baru dan belum sempurna, inilah langkah penting menuju perubahan yang lebih adil.

Namun kebijakan saja tidak cukup. Perempuan membutuhkan ruang hidup. Ruang di mana mereka bisa belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan.

Komunitas perempuan hari ini tidak boleh berhenti sebagai tempat healing semata. Ia harus menjadi ruang kehidupan—tempat ide lahir, solusi dirumuskan, dan harapan disemai.

Perempuan adalah makhluk sosial. Ia berpikir melalui relasi, menguat melalui kebersamaan, dan bergerak ketika dihargai.

Ketika ruang perempuan diisi dengan ilmu, teladan, dan visi, maka perempuan tidak hanya pulih—ia bangkit.

Sejarah telah mengajarkan kita bahwa perempuan-perempuan besar lahir bukan tanpa luka, tetapi karena makna. Khadijah, Aisyah, Fatimah, dan para perempuan mulia sepanjang peradaban tidak dikenal karena keluhannya, melainkan karena keteguhan iman, keluasan ilmu, dan keberanian mengambil peran.

Hari ini, perempuan juga menghadapi banyak ujian: rumah tangga, ekonomi, pengasuhan, relasi, bahkan luka batin. Tetapi perempuan yang diberi akses dan dipercaya akan mengubah ujian menjadi kontribusi—untuk keluarga, masyarakat, dan bangsa karena sejatinya,
perempuan bukan angka dalam laporan.

Perempuan adalah arah peradaban dan ketika perempuan diberi ruang untuk hidup, belajar, dan bertumbuh, maka IPG tidak hanya akan naik di atas kertas—tetapi nyata terasa dalam kualitas keluarga, ketahanan masyarakat, dan masa depan Indonesia.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles