Infoindscript.com – Kediri, 22 Desember 2025
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh dan menyebarkan informasi. Saat ini, berita, opini, dan berbagai bentuk tulisan dapat diakses dengan mudah melalui gawai dan media sosial. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi penulis untuk berkembang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Informasi yang beredar sangat cepat dan beragam, tidak semuanya akurat atau lengkap.
Di tengah derasnya arus informasi tersebut, penulis dituntut untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menulis. Tulisan tidak cukup hanya menarik, tetapi juga perlu memiliki dasar yang kuat dan sudut pandang yang jelas. Salah satu cara yang dapat dilakukan penulis untuk menjaga kualitas tulisannya adalah dengan menerapkan multistalking, yaitu kebiasaan mengamati dan menelusuri informasi secara berlapis sebelum menuliskannya.
Apa Itu Multistalking?
Multistalking dalam dunia kepenulisan dapat diartikan sebagai kebiasaan penulis dalam mengamati, menelusuri, dan mempelajari suatu isu dari berbagai sumber dan sudut pandang. Di era digital, multistalking tidak hanya dilakukan melalui pengalaman langsung, tetapi juga melalui media sosial, portal berita daring, video, komentar warganet, dan sumber digital lainnya.
Penulis yang multistalking tidak langsung menulis berdasarkan satu informasi yang diterima. Ia membaca lebih dari satu sumber, memperhatikan perbedaan pendapat, dan memahami konteks di balik sebuah peristiwa. Dengan cara ini, penulis dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh sebelum menuangkannya ke dalam tulisan.
Multistalking bukan berarti memata-matai atau melanggar privasi orang lain. Sebaliknya, multistalking dilakukan dengan tetap menjaga etika, menggunakan informasi yang terbuka untuk publik, serta mengolahnya secara bijak dan bertanggung jawab.
Pentingnya Multistalking bagi Penulis di Era Digital
- Membantu penulis memahami isu secara lebih menyeluruh
Satu informasi di internet sering kali hanya menampilkan sebagian cerita. Multistalking membantu penulis melihat isu dari berbagai sisi sehingga tulisan menjadi lebih lengkap dan tidak sepihak. - Menghindarkan penulis dari informasi yang keliru
Banyaknya berita palsu dan informasi yang tidak jelas sumbernya membuat penulis perlu lebih berhati-hati. Dengan multistalking, penulis terbiasa membandingkan informasi dan memilih sumber yang dapat dipercaya. - Memperkaya ide dan sudut pandang tulisan
Mengamati berbagai platform digital membuka peluang menemukan ide baru. Penulis dapat melihat bagaimana suatu isu dipahami oleh banyak orang dan mengolahnya menjadi tulisan yang lebih kaya. - Meningkatkan kualitas tulisan
Tulisan yang lahir dari proses pengamatan berlapis biasanya lebih kuat dan bernas. Penulis tidak hanya menyampaikan pendapat pribadi, tetapi juga didukung oleh data dan konteks yang jelas. - Melatih kepekaan terhadap perubahan digital
Dunia digital terus berubah, baik dari sisi bahasa, tren, maupun isu sosial. Multistalking membuat penulis lebih peka terhadap perubahan tersebut sehingga tulisannya tetap relevan dengan zaman.
Langkah-Langkah Menjadi Penulis yang Multistalking
- Membiasakan diri membaca dari berbagai sumber
Penulis sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu media atau satu akun. Membaca dari beberapa sumber membantu memperoleh sudut pandang yang berbeda. - Mengamati media sosial secara kritis
Media sosial dapat menjadi bahan tulisan jika diamati dengan baik. Penulis perlu memperhatikan pola, respons publik, dan perbedaan pendapat yang muncul. - Mencatat hal-hal penting dari hasil pengamatan
Ide sering muncul dari hal sederhana. Dengan mencatat temuan penting, penulis memiliki bahan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan. - Memeriksa kebenaran informasi sebelum menulis
Penulis perlu memastikan informasi yang digunakan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan pembaca. - Menjaga etika dalam menggunakan informasi digital
Penulis harus menghormati privasi dan tidak memelintir fakta. Multistalking dilakukan untuk memahami, bukan untuk merugikan pihak lain. - Melakukan refleksi terhadap tulisan yang dihasilkan
Setelah menulis, penulis perlu mengevaluasi apakah tulisannya sudah adil, jelas, dan bermanfaat bagi pembaca.
Penutup
Menjadi penulis yang multistalking di era digital merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas dan tanggung jawab dalam berkarya. Dengan kebiasaan mengamati dan menelusuri informasi secara berlapis, penulis dapat menghasilkan tulisan yang lebih akurat, kaya, dan relevan.
Multistalking bukan hanya tentang mencari informasi sebanyak mungkin, tetapi tentang bagaimana penulis memahami realitas digital secara bijak. Melalui multistalking, penulis tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga turut berperan dalam membangun literasi digital yang sehat dan bermakna bagi masyarakat luas.***


