Infoindscript.com – Rangkasbitung, 17 Desember 2025
Quater life crisis adalah seperempat abad saat seseorang berusia 18-30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa yang akan mendatang. Pada umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial. Tidak hanya itu, orang yang mengalami quater life crisis bahkan kerap mempertanyakan eksistensinya sebagai seorang manusia. Ada juga orang yang sampai merasa bahwa dirinya tidak memiliki tujuan hidup.
Penyebab Quater Life Crisis
Quater life crisis biasanya dimulai jika ada masalah “orang dewasa” yang muncul pertama kalinya pada kehidupan seorang dewasa muda. Ada beberapa kondisi yang sering memicu terjadinya quater life crisis, diantaranya:
- Mengalami masalah pekerjaan atau finansial
- Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya
- Merencanakan karier dan masa depan
- Melihat teman sebaya sudah mencapai impiannya lebih dulu
- Mengalami putus cinta setelah menjalani hubungan yang serius sekian lama
Tanda-Tanda Quater Life Crisis
Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami quater life crisis:
- Sulit membuat keputusan ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan
- Merasa terjebak dalam situasi yang tidak disukai
- Kekurangan motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari
- Khawatir akan tertinggal dalam ketidakpastian hidup seorang diri
- Sulit menentukan apakah harus menjalani hidup sesuai dengan keinginan sendiri atau tuntutan keluarga dan masyarakat
- Merasa iri dengan teman sebaya yang sudah lebih dulu mencapai impiannya
Cara Menghadapi Quater Life Crisis
Sebenarnya hal yang wajar jika seseorang mengalami quater life crisis. Namun ini tidak boleh dianggap remeh, karena bila tidak dihadapi quater life crisis bisa berubah menjadi depresi. Untuk menghadapi quater life crisis ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:
1. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuang-buang waktu dan membuat seseorang semakin khawatir. Alih-alih memikirkan kehidupan orang lain, mulailah cari tahu apa yang sebenarnya yang kita inginkan dalam hidup. Fokus saja dengan bagaimana diri ini bisa melewati satu hari dengan sebaik-baiknya, yakinlah bahwa seseorang perlahan-lahan akan mengetahui tujuannya bahkan tanpa disadari.
2. Ubah Keraguan Menjadi Tindakan
Ketika seseorang bingung akan suatu hal dalam hidup, menjadikan itu kesempatan untuk menemukan tujuan baru. Isi hari-hari dengan hal-hal positif untuk menerima jawaban atas keraguan diri sendiri, hingga akhirnya jawaban tersebut datang dengan sendirinya. Misalnya, seseorang bingung karena merasa tidak cocok dengan pekerjaan. Di samping itu tetap menjalankan tanggung jawab dalam bekerja, seseorang bisa mulai dengan mengisi waktu luang dengan relaksasi, menambah wawasan, mencari kelas online untuk menambah keterampilan, atau mengobrol dengan teman untuk mendapatkan solusi.
3. Temukan Orang-Orang yang Bisa Memberikan Dukungan
Berada di sekeliling orang-orang yang bisa mendukung impian dan cita-cita juga bisa menjadi cara untuk menghadapi quater life crisis. Carilah orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan kita, dengan begitu kita tidak akan merasa sendiri dalam menjalani hidup.
4. Belajar Mencintai Diri Sendiri
Ketika sedang terjebak dalam quater life crisis, seseorang mungkin akan cenderung mengabaikan berbagai kenikmatan yang sebenarnya dimiliki. Padahal, untuk mencapai tujuan dalam hidup seseorang perlu menghargai dan mencintai diri sendiri lebih dahulu.
Penutup:
Quater life crisis adalah periode kebingungan dan ketidakpastian di usia 20-an tentang karier, percintaan, dan arah hidup, sering memicu perbandingan sosial dan tekanan ekspetasi. Cara menghadapinya meliputi refleksi diri, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, mencari dukungan, mengembangkan diri dengan hal baru, menetapkan tujuan yang realistis, serta menjaga kesehatan mental. Tanpa disadari hal-hal yang kecil akan membuat seseorang lebih menyenangkan.


