-0.7 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Kelebihan dan Kekurangan Self Editing Naskah Buku yang Penulis Perlu Ketahui

Infoindscript.com – Rangkasbitung, 26 November 2025

Bagi penulis buku baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, proses editing menjadi salah satu tahapan penting sebelum naskah benar-benar diterbitkan. Beberapa penulis memilih menggunakan jasa editor profesional, sementara sebagian lainnya lebih memilih melakukan self editing atau penyuntingan mandiri. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, self editing bisa menjadi solusi prakti untuk para penulis yang ingin terlibat langsung dalam proses perbaikan naskah. Oleh karena itu, proses ini tetap membutuhkan strategi dan ketelitian agar hasil akhirnya bisa berkualitas layaknya dikerjakan oleh editor profesional. Kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan self editing naskah buku, agar bisa mempertimbangkan langkah terbaik untuk naskah buku yang sedang di garap.

Apa Itu Self Editing Naskah Buku?

Sebelum lebih jauh membahas terkait kelebihan dan kekurang self editing naskah buku. Mari kita cari tahu apa yang dimaksud dengan self editing, self editing adalah proses penyuntingan naskah yang dilakukan sendiri oleh penulis tanpa bantuan editor profesional. Di tahap ini penulis bertugas melakukan revisi terhadap isi naskah, memperbaiki struktur kalimat, menyusun ulang alur cerita jika diperlukan, dan memeriksa kesalahan teknis. Seperti ejaan, tanda baca, dan konsistensi gaya bahasa.

Meskipun terlihat sederhana, self editing sebenarnya cukup menantang. Seorang penulis perlu membaca ulang naskahnya dengan sudut pembaca maupun editor, agar menemukan kekurangan saat proses penulisan. Artinya kita harus melepaskan diri dari sosok “pemilik” naskah buku tersebut.

Kelebihan Self Editing Naskah Buku

Sekarang kita bahas kelebihan dari self editing naskah buku yang terangkum dalam uraian di bawah ini:

1. Hemat Biaya

Self editing bisa menghemat anggaran penerbitan buku, karena penulis tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk jasa editor profesional. Bagi penulis pemula atau yang menerbitkan buku secara self publishing, langkah ini bisa menjadi solusi praktis untuk menjaga pengeluaran tetap efisieen tanpa mengurangi esensi penyuntingan.

2. Lebih Memahami Naskah Sendiri

Saat mengedit sendiri, bisa berkesempatan untuk benar-benar mengenal karya yang sudah ditulis. Penulis bisa melihat kembali bagaimana alur cerita berjalan, bagaimana karakter dikembangkan, dan menemukan apa saja yang harus diperbaiki. Proses ini bisa menjadi ajang evaluasi sekaligus sarana belajar untuk meningkatkan kemampuan menulis dan menyunting.

3. Kebebasan Penuh Dalam Mengolah Naskah

Dengan melakukan self editing, penulis memiliki kontrol terhadap isi naskah. Penulis bisa menentukan gaya bahasa sendiri, alur cerita, hingga suasana tulisan sesuai visi awal tanpa intervensi dari pihak lain. Kelebihan dari self editing naskah buku ini, salah satunya yaitu semua keputusan kreatif sepenuhnya ada di tangan penulis.

4. Fleksibel Dalam Waktu dan Proses

Keuntungan melakukan self editing naskah berikutnya yaitu fleksibilitas waktu dan proses. Self editing memungkinkan penulis untuk menemukan jadwal penyuntingan sesuai ritme kerja dan waktu luang, tidak perlu menunggu giliran editor atau mengikuti jadwal revisi tertentu. Penulis bisa kapan saja melakukan perbaikan dan penyempurnaan naskah.

Kekurangan Self Editing Naskah Buku

Nah, untuk kekurangan dari proses penyuntingan mandiri ini antara lain:

1. Potensi Subjektivitas Tinggi

Karena terlalu dekat dengan naskah yang ditulis, penulis sering kesulitan melihat kekurangan dalam tulisannya sendiri. Jadi perlu berhati-hati, jangan sampai banyak detail penting yang luput dari perhatian disebabkan karena penulis sudah hafal isi naskah. Hal ini membuat proses editing jadi kurang objektif.

2. Resiko Kesalahan Teknis dan Typo

Tanpa bantuan editor yang terlatih, kesalahan kecil seperti salah ketik, penggunaan tanda baca yang kurang tepat, atau kalimat ambigu sangat mungkin tidak terdeteksi. Meskipun ada fitur pengecekan otomatis, hasilnya tetap belum tentu seakurat pengecekan manual dari editor profesional.

3. Sulit Menilai Kualitas Secara Objektif

Penulis sering kali merasa lebih puas dengan tulisannya, tanpa menyadari bahwa pembaca mungkin pembaca mungkin memahami isi tulisan yang berbeda. Kehadiran sudut pandang orang lain, khususnya editor, sangat penting untuk menjaga kualitas naskah agar tetap sesuai dengan target pembaca.

4. Membutuhkan Waktu Lebih Banyak

Meskipun penulis bebas menentukan kapan melakukan self editing, tetapi proses self editing ini bisa saja memakan waktu yang terlalu banyak. Apalagi penulis juga harus berperan ganda sebagai penulis sekaligus editor. Ditambah lagi jika seorang penulis belum memiliki pengalaman yang cukup, prosesnya akan menjadi jauh lebih lama. Hal ini tentunya bisa memperlambat jadwal terbit jika tidak diatur dengan disiplin.

Penutup:

Self editing naskah buku memiliki kelebihan seperti menghemat biaya, memberikan kontrol penuh pada penulis, dan memberikan fleksibilitas waktu. Namun kekurangannya meliputi potensi subjektivitas yang tinggi, kesulitan objektif menilai naskah, dan resiko kesalahan teknis atau typo yang tidak terdeteksi. Self editing naskah ini bukan perkara yang mudah terlebih jika pengalaman penulis dalam penyuntingan naskah masih sedikit.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles