5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Bisnis Bukan Tujuan Ini Jalan Pulang Kepada Allah

Ada satu titik dalam perjalanan hidup saya di mana saya akhirnya benar-benar berhenti dan bertanya pada diri sendiri:
“Untuk apa saya berbisnis? Apa orientasi terbesar saya?”

Dan di situlah saya menemukan jalan pulang.
Saya sadar bahwa bisnis bukan yang pertama. Bukan yang utama.
Yang pertama—yang utama—hanya Allah.

Dan ketika kesadaran itu masuk ke hati, semua rasa berubah. Bisnis tidak lagi terasa sebagai perlombaan, bukan lagi soal strategi semata.

Bisnis berubah menjadi ibadah, menjadi jalan mencari ridha Allah, menjadi ladang amal.

MasyaAllah… ketika bisnis ditempatkan di posisi yang benar, nikmatnya justru semakin besar. Ada ketenangan dalam setiap keputusan, ada keberkahan dalam setiap langkah, ada kemudahan di mana dulu terasa berat.

Saya tidak lagi sekadar mencari akal, tapi mencari Allah dalam setiap muamalah, setiap akad, setiap interaksi.

Dalam proses mencari Allah itulah, Allah mempertemukan saya dengan guru-guru yang tepat—guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi menuntun hati. Salah satunya adalah Teh Mia, yang selalu mengingatkan saya bahwa cinta kepada Allah itu harus lebih besar daripada cinta pada dunia, termasuk dunia bisnis.

Dari gurulah saya belajar bahwa:
• Ketika kita benar-benar mencintai Allah, kita merasa selalu diawasi-Nya.
• Ketika merasa diawasi, kita berhati-hati dalam setiap akad, setiap langkah bisnis.
• Ketika takut menyimpang, muncullah keberanian untuk memperbaiki apa pun yang salah, meski prosesnya panjang.

Saya melihat sahabat-sahabat yang bahkan menghentikan operasional bisnis hanya untuk memperbaiki akad. MasyaAllah… itulah bukti cinta kepada Allah.

Saya pun menata kembali seluruh sistem muamalah bisnis saya. Internal, eksternal, semuanya diperbaiki. Tidak mudah, tapi hati ini yakin: lebih baik pelan tapi benar, daripada cepat tapi salah karena bisnis yang sejatinya berkah adalah bisnis yang berjalan dengan:
• niat karena Allah,
• akad sesuai syariat,
• hati yang selalu takut mendahulukan dunia.

Dan ketika itu dilakukan, keberkahan bukan lagi sesuatu yang dikejar. Keberkahan datang sendiri—mengalir, meluas, dan menyentuh setiap bagian hidup.

Sebagai pengusaha saya ingin:
Jadikan bisnis sebagai jalan menuju ridha Allah, bukan sebagai tujuan hidup.

Saya yakin ketika Allah yang kita cari, dunia akan mengikuti. Tapi ketika dunia yang kita kejar, hati akan kehilangan arah.

MasyaAllah. Semoga Allah menjaga langkah kita di jalan-Nya.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles