-0.7 C
New York
Jumat, Januari 16, 2026

Buy now

spot_img

Pak Dicky, Buku, dan Humanisme di Tengah Teknologi

Kalau saya mengingat awal pertemuan dengan Pak Dicky Sumarsono pebisnis manajemen hotel Azana Hospitality yang kini menangani 88 hotel di Indonesia rasanya seperti melihat potongan puzzle yang Allah susun pelan-pelan.

Kalau tidak salah, perkenalan kami dimulai ketika beliau mendapatkan informasi tentang Indscript dan nama saya, Indari Mastuti, dari Google.

Tak lama setelah itu, saya dihubungi oleh sekretaris beliau. Kami pun mengatur pertemuan pertama. Masya Allah, dari pertemuan perdana itu, kami langsung sepakat untuk bekerja sama: Indscript mendampingi beliau menuliskan buku solo terbarunya.

Seperti biasa, setiap saya membersamai klien, saya bukan hanya bekerja—saya belajar.

Dalam proses pendampingan penulisan buku solo Pak Dicky, justru saya yang merasa banyak menerima ilmu.

Setelah buku pertama, kerja sama itu terus berlanjut ke proyek-proyek berikutnya. Kami saling berbagi koneksi, saling membuka jalan satu sama lain.

Ketika saya mulai tertarik belajar lebih dalam tentang dunia properti dan hospitality, saya mengikuti kegiatan bersama Pak Willy, Pak Reza, dan Bu Ida dari Abdi Home, dari situ saya makin memahami ekosistem yang digeluti Pak Dicky: dunia perhotelan yang begitu dinamis, penuh strategi, tapi juga sangat humanis.

Hari ini kami kembali bertemu. Kami membicarakan buku terbaru yang, insyaAllah, akan di-handle oleh tim Indscript. Yang menarik, obrolan kami melebar ke soal ChatGPT dan teknologi.

Kami sepakat bahwa AI itu ada dan bermanfaat, tapi tidak bisa menggantikan sentuhan humanis.

Saya sampaikan bahwa saat menggunakan ChatGPT, saya tidak pernah menerimanya mentah-mentah. Saya berdiskusi, mengulik, mengolah, sampai ketemu “resep” yang saya butuhkan.

Kami sejalan dalam satu hal penting: penulisan buku butuh jiwa.

Begitu juga bisnis perhotelan—teknologi boleh maju, tapi tidak akan pernah bisa menggantikan peran manusia.

Saya pulang dari pertemuan hari ini dengan rasa syukur. Ini bukan pertemuan biasa, tapi pertemuan yang menguatkan arah.

InsyaAllah, sampai jumpa lagi di bulan Desember, Pak Dicky. Kami akan terus mengeksplore agar buku berikutnya benar-benar menjadi “kitab” bagi para pengusaha di bidang hospitality. Sebuah rujukan, bukan hanya bacaan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles