5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Kejar-Kejaran Sama Waktu, Tapi Ditangkap Sama Takdir

Ketemu sama Bu Nurul itu seperti main petak umpet versi orang dewasa—kejar-kejaran sama waktu, tapi akhirnya tetap ditangkap sama takdir.

Saya ke Bogor, beliau ke Jakarta. Beliau mau datang pagi-pagi, saya sudah keluar. Saya balik lagi, beliau sudah pindah lokasi. Pokoknya, kalau ditulis di Google Maps, mungkin judulnya “Recalculating…” terus.

Sampai akhirnya saya bilang, “Bu, kita paling cuma bisa ketemu lima menit.” Dan jawaban Bu Nurul itu luar biasa:
“Memang mau ke mana? Aku nyusul aja ke sana.”
Masya Allah. Itu bukan hanya komitmen, tapi kerendahan hati seorang perempuan hebat.

Kami akhirnya makan bareng, ngobrol, sinergi, dan networking yang klik banget.

Bu Nurul ini bukan orang sembarangan—beliau dosen, konsultan CFR untuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, dan ternyata… tenaga ahli Kementerian Lingkungan Hidup. Padahal saya lagi fokus banget sama isu lingkungan bareng Bank Sampah Bersinar. Rasanya kayak Allah bilang:
“Udah, kalian tuh memang harus ketemu sekarang.”
Pertemuan kami singkat, tapi padat manfaat.

Saya kasih buku terbaru saya, juga buku Bu Fifie Rahardja yang selalu jadi hadiah untuk sahabat terbaik.

Kadang kita capek ngejar waktu, tapi ternyata takdir sudah duluan nunggu di meja makan dan di situ saya sadar, pertemuan yang ditulis Allah tak akan pernah meleset—meski kita sudah lari ke mana-mana.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles