5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Mencegah Father Hunger: Tips Parenting untuk Ayah di Era Digital

infoindscript.com – Jepara, 16 November 2025

Jika selama ini kita sering mendengar “fatherless” sebagai absennya sosok ayah dalam pengasuhan anak, berbeda lagi dengan “father hunger.” Mirip dan hampir sama namun berbeda. Father hunger merupakan kondisi turunan yang lebih detail dari fatherless.

Sebuah kondisi kerinduan yang mendalam yang dialami anak akan sosok kehadiran dan kasih sayang dari seorang ayah. Mengapa isu father hunger ini meningkat terutama di era digital seperti sekarang ini? Kondisi ini terjadi tidak lain karena ayah sering hadir secara fisik, namun tidak secara emosional.

Itulah mengapa pentingnya peran ayah dalam pengasuhan karena untuk membentuk emosi dan identitas anak. Artikel kali ini akan membahas tentang tips parenting untuk ayah di era digital untuk mencegah terjadinya father hunger.

Apa Itu Father Hunger?

Tidak hanya ibu yang memiliki peran penting dalam pengasuhan, ayah pun memiliki peran yang sama pentingnya terutama dalam membentuk self-esteem, kemampuan meregulasi emosi, mengenal dan membentuk identitas gender dan sosial anak.

Anak yang kehilangan figure atau sosok ayah ini sering disebut dengan fatherless dan dalam kondisi yang lebih detail, anak yang merasakan kekosongan emosional akibat kurangnya kehadiran ayah baik secara fisik dan emosional inilah yang disebut dengan father hunger.

Father hunger sendiri merupakan istilah psikologi yang menggambarkan kerinduan yang mendalam terhadap figur ayah, baik karena ayah tidak hadir secara fisik, tidak terlibat secara emosional atau hadir namun, tidak memberikan rasa aman, validasi dan kedekatan.

Istilah ini dipopulerkan oleh psychoanalyst James M. Herzog dan diperluas dalam teori perkembangan attachment. Father hunger bukan sekadar “ayah tidak di rumah” akan tetapi “ayah benar-benar tidak hadir di hati dan pikiran anak.”

Secara emosional anak merasa tidak didengar, tidak terlihat dan tidak dihargai oleh ayahnya. Anak juga sering merasa tidak cukup atau tidak berharga tanpa tahu penyebabnya. Salah satu pemicu yang membuat kondisi father hunger adalah kesibukan ayah dalam bekerja dan ayah sering bermain gadget saat bersama dengan anak. Kondisi ini sangat relate dengan kehidupan modern yang kita alami selama ini.

Tantangan Ayah di Era Digital

Fokus dan tanggung jawab dalam mencari nafkah membuat seorang ayah memiliki tantangan tersendiri dalam pengasuhan anak.

1.      Waktu yang Terkuras untuk Pekerjaan

Waktu menjadi tantangan pertama yang dialami oleh para ayah. Minimnya waktu berkumpul dengan anak karena ayah bekerja 8 jam bahkan lebih jika harus lembur. Pergi bekerja anak masih tidur dan pulang bekerja pun anak sudah tidur. Belum lagi mereka yang hidup LDR-an.

Disamping itu pula banyak orang tua terutama ayah yang masih membawa pekerjaannya ke rumah. Hal ini membuat anak merasa ayahnya sibuk dan membuat mereka berfikir jika dirinya tidak penting dalam prioritas ayah.

2.      Distraksi Digital

Banyak ayah yang ketika sampai di rumah langsung memegang gadgetnya. Entah itu untuk bermain game, scrolling ataupun untuk pekerjaan. Kondisi seperti ini membuat ayah kehilangan banyak waktu dan momen kecil bersama anak. Secara tidak langsung gadget membuat ayah mengalami distraksi digital, dimana ayah nampak hadir tapi tidak pernah benar-benar hadir.

3.      Adanya Tekanan Budaya Hustle

Adanya tekanan budaya hustle saat bekerja ini juga sangat berpengaruh terhadap kondisi ayah. Banyak ayah yang merasa harga dirinya ditentukan oleh penghasilan atau produktivitasnya. Fokus pada pencapaiannya membuat kehangatan emosionalnya menjadi terabaikan.

4.      Minimnya Role Model Ayah yang Hangat

Tidak semua ayah dibesarkan dengan role model yang hangat. Banyak dari mereka yang dibesarkan oleh sosok ayah yang keras dan tidak ekspresif sehingga tanpa sadar ayah mengulangi pola asuh lama yang diterimanya tanpa ada perbaikan.

Tips Parenting untuk Mencegah Father Hunger

Anak sering mencari validasi secara eksternal seperti ingin dipuji atau mudah terpengaruh dengan teman dan sosial media. Mengalami self esteem yang rendah, emosi tidak stabil, takut untuk konfrontasi, tidak berani berkata tidak, adanya hubungan relasi yang tidak sehat dengan teman menjadi salah satu tanda jika anak mengalami father hunger.

Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh ayah dalam pengasuhan anak.

1.      Prioritaskan Kehadiran Emosional

Quality time akan efektif jika ayah benar-benar fokus dalam mendampingi. Cobalah untuk menanyakan aktivitas anak,  bukan sekadar melihat aktivitasnya. Dengarkan apa yang anak katakan, tatap matanya, beri respon yang hangat dan hindari multitasking saat bersama anak.

2.      Buat Rutinitas Ayah-Anak yang Konsisten

Coba untuk membuat rutininas bareng anak secara konsisten. Tidak harus lama, cukup meluangkan untuk membacakan buku cerita selama 10 menit misalnya. Bisa juga dengan sarapan atau jalan pagi bersama-sama. Rutinitas seperti ini akan memberikan rasa aman yang menenangkan sistem saraf anak dan membentuk memori emosional yang positif pada anak.

3.      Kelola Waktu Digital dengan Bijak

Jadilah contoh atau role model yang baik bagi anak dalam mengelola waktu digital. Aturan sederhananya adalah no gadget during family time dan matikan notifikasi saat bermain dengan anak.

4.      Tunjukkan Affection Secara Aktif

Affection sendiri sangat penting bagi anak untuk memperkuat harga diri mereka secara signifikan. Beri anak apresiasi konkret seperti “Ayah bangga padamu atas kerja kerasnya” dan beri sentuhan lembut seperti pelukan atau tepukan dibahu.

5.      Libatkan Diri dalam Pengambilan Keputusan Pengasuhan

Usahakan untuk selalu melakukan komunikasi yang selaras antara ayah dan ibu untuk menumbuhkan rasa aman pada anak. Ketika seorang ayah terlibat, maka anak akan merasa memiliki dua sumber dukungan yang menguatkan mereka.

Libatkan diri ayah untuk mengambil keputusan pengasuhan secara bersama seperti mendiskusikan waktu screen time, masalah sekolah ataupun aturan rumah.

6.      Jadilah Role Model Safe Figure

Jadilah sosok model yang aman bagi anak. Tunjukkan dan ajarkan anak bagaimana cara mengelola stres tanpa harus meledak-ledak, cara menghadapi konflik dengan tenang. Disamping itu penting juga untuk mengakui kesalahan di depan anak untuk mengajarkan kerendahan hati.

Kesimpulan   

Peran ayah dalam pengasuhan memang tidak mudah karena tidak semua ayah tumbuh dengan teladan ayah yang baik. Terpenting adalah mencoba agar anak merasa dekat dengan sang ayah agar anak tumbuh percaya diri, stabil dan resilien. Tidak harus sempurna karena yang dibutuhkan adalah ayah yang mau hadir dan terhubung setiap hari agar anak terhindar dari father hunger.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles