Infoindscript.com – Kediri, 12 November 2025
Sebuah karya tidak berhenti di tangan penulisnya. Kadang, ia melangkah lebih jauh, menyentuh hati, membangkitkan semangat, dan menumbuhkan harapan. Itulah yang tampak dari langkah sederhana namun bermakna yang dilakukan oleh Amalia, penulis buku “Tangguh.” Dengan penuh ketulusan, ia mendonasikan bukunya kepada SMAN 1 Leuwidamar, Rangkasbitung, sebagai wujud cintanya pada dunia literasi dan semangat berbagi inspirasi.
Amalia mengaku senang melihat bukunya bisa dibaca oleh lebih banyak orang. “Saya senang bukunya banyak yang baca. Mudah-mudahan bisa menginspirasi dan bisa mendapatkan orderan buku seterusnya,” tutur Amalia dengan penuh rasa syukur.
Bagi Amalia, kebahagiaan seorang penulis bukan hanya saat bukunya terbit, tetapi ketika karyanya sampai dan diterima oleh pembaca dengan hangat. Ia berharap, kisah dalam Tangguh dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus berjuang, berani bermimpi, dan tidak menyerah pada keadaan.
Respon positif datang dari pihak sekolah. Seorang guru di SMAN 1 Leuwidamar dengan senyum bangga mengatakan, “Keren dan hebat bisa jadi penulis!”
Ucapan itu sederhana, namun penuh makna. Ia mencerminkan rasa kagum sekaligus dorongan agar para siswa berani menulis dan mengekspresikan diri melalui karya. Karena dari menulis, seseorang belajar memahami diri, merekam perjalanan hidup, dan membagikan pesan baik kepada dunia.
Langkah kecil Amalia melalui donasi buku ini menjadi pengingat bahwa inspirasi tidak selalu datang dalam bentuk besar. Kadang, satu buku yang dibaca dengan hati bisa menumbuhkan semangat, menggerakkan perubahan, dan menanamkan nilai kebaikan yang bertahan lama.
Semoga jejak kebaikan ini terus berlanjut, dan dari setiap halaman yang dibaca, lahir penulis-penulis muda tangguh yang membawa cahaya bagi sekitarnya.***


