Pada 9 November 2025, acara Green Democracy Funwalk 2025 yang digelar oleh DPD RI mengusung tema penting tentang konservasi alam dan keberlanjutan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan budaya kita untuk keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat demokrasi. Bapak Sultan Baktiar Najamudin, selaku penggagas “Green Democracy” di Indonesia yang juga adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPD RI) melakukan penanaman pohon langka sebagai bagian dari acara Green Democracy Funwalk 2025.
Pada salah satu acara Funwalk yaitu interview, Jupiter Sitorus Pane, Sekretaris Dewan Pakar Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT), sekaligus penulis Indscript, mengangkat kawasan Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba yang terletak di Sumatera Utara. Sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark, Kaldera Toba menyimpan potensi alam dan budaya yang luar biasa, namun juga menghadapi sejumlah tantangan yang perlu segera ditangani.
Kaldera Toba, dengan keindahan Danau Toba yang legendaris, merupakan situs geologi yang luar biasa dan kaya akan biodiversitas. Namun, kawasan ini juga menghadapi ancaman terhadap kelestarian alam dan budaya yang harus diatasi terus menerus. Berdasarkan evaluasi dari UNESCO, beberapa langkah harus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kawasan ini, terutama dalam hal konservasi alam, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi yang berbasis keberlanjutan.
- Penguatan Pasca Green Card
Kaldera Toba baru saja menerima Green Card dari UNESCO sebagai pengakuan atas statusnya sebagai bagian dari Geopark Global. Setelah mendapat pengakuan ini, tugas kita adalah menjaga dan mengelola kawasan ini dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan mengedepankan Green Democracy, yakni partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan alam dan budaya. Masyarakat yang terlibat dalam konservasi akan lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan sekitar mereka, sehingga upaya menjaga Kaldera Toba dapat terus berlanjut.
- Pelestarian Kekayaan Alam
Keindahan alam Kaldera Toba, termasuk situs geologi seperti kawah vulkanik dan ekosistem yang ada di sekitarnya, harus dilindungi dengan serius. Salah satu tantangan besar adalah mencegah kebakaran hutan yang dapat merusak ekosistem dan mencemari kualitas air Danau Toba. Masyarakat perlu dilibatkan dalam upaya mencegah kebakaran dan menjaga kelestarian hutan serta air danau. Melalui edukasi dan kesadaran yang lebih tinggi, kita bisa mengurangi ancaman terhadap alam Kaldera Toba.
- Pelestarian Budaya
Selain alam, budaya juga merupakan kekayaan tak ternilai yang dimiliki Kaldera Toba. Oleh karena itu, pelestarian budaya menjadi langkah penting yang harus terus diupayakan. Hal ini meliputi pendataan dan perlindungan terhadap warisan budaya, baik berupa benda maupun non-benda, yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat sekitar. Dengan mendokumentasikan dan melestarikan budaya ini, kita bisa memastikan bahwa generasi mendatang tetap bisa menikmati dan menghargai kearifan lokal yang ada.
- Penguatan Ekosistem Berbasis Geopark
Konsep Geopark juga dapat menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem Danau Toba, yang pada gilirannya dapat mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Dengan mengembangkan pariwisata berbasis Geopark yang ramah lingkungan, masyarakat lokal dapat memperoleh manfaat ekonomi, seperti peningkatan pendapatan dari sektor wisata, tanpa merusak alam. Pendekatan ini memungkinkan tercapainya keseimbangan antara konservasi alam, pelestarian budaya, dan pembangunan ekonomi.
Melalui Green Democracy, kita dapat bersama-sama menjaga dan memajukan Kaldera Toba, dengan melibatkan setiap lapisan masyarakat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keberlanjutan kawasan ini. Kunci keberhasilan terletak pada partisipasi aktif semua pihak—baik pemerintah, masyarakat lokal, maupun para pelaku industri pariwisata—untuk mewujudkan Taman Bumi Kaldera Toba sebagai kawasan yang lestari dan berkelanjutan, yang memberikan manfaat jangka panjang bagi semua.
Mari kita bergandengan tangan dalam menjaga Kaldera Toba, tidak hanya sebagai warisan dunia, tetapi juga sebagai sumber kehidupan yang memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.
#GreenDemocracy #KalderaToba #TamanBumi #SustainableFuture


