Saya pertama kali mengenal Alwin Lily di Business Network International (BNI) — komunitas bisnis internasional yang telah hadir di 84 negara.
Sejak pertemuan itu, satu hal jelas: beliau adalah sosok pengusaha yang memiliki radar untuk peluang.
Dalam kesehariannya, Pak Alwin tidak takut merambah ke berbagai bidang — dari agribisnis hingga klinik kecantikan. Bahkan saya mendengar beliau pernah turun langsung menjual sembako.
Bagi beliau, bisnis bukan soal ukuran besar, melainkan tentang melihat kebutuhan dan menjawabnya.
Saat saya menyarankan bahwa profilnya layak dibuat buku, beliau menjawab dengan rendah hati: “Ah, saya mah belum pantas; masih banyak yang harus saya pelajari.”
Kerendahan hati inilah yang membuat perjalanan beliau semakin inspiratif. Saya tambah kagum: beliau bukan sekadar pengusaha. Dalam satu kesempatan, saya melihat Alwin Lily bernyanyi dengan suara merdu — menunjukkan bahwa ia bukan hanya bersinar di dunia bisnis, tetapi juga mengekspresikan dirinya melalui seni.
Dengan latar belakang pendidikan internasional dan pengalaman lebih dari dua dekade di berbagai sektor, Alwin Lily adalah bukti nyata bahwa melihat peluang bukan hanya soal belajar di satu jalur, tapi membuka diri pada banyak jalan — dan menjalankannya dengan visi, kerja keras, serta hati yang rendah.


