Alhamdulillah, Masya Allah. Pertemuan saya dengan Seger Snow adalah salah satu momen yang tidak hanya menggembirakan, tetapi juga membuka begitu banyak ruang kolaborasi yang penuh makna.
Awalnya, pertemuan ini berawal sangat sederhana. Pak Trisno, owner dari Seger Snow, sempat menghubungi saya untuk meminta kontak salah satu tokoh di Jawa Barat karena ingin mengundangnya dalam acara ulang tahun Seger Snow.
Namun, takdir berkata lain—tokoh tersebut sulit dihubungi, dan akhirnya komunikasi kami pun terhenti begitu saja.
Beberapa waktu kemudian, dalam perjalanan menyusun program Gerakan Literasi Islami dan Bank Sampah Goes to School, saya tiba-tiba teringat pada Pak Trisno.
Entah bagaimana, hati ini seperti diarahkan untuk menghubungi beliau dan saya pun membuat jadwal meeting dengan partner saya, Bu Fifie Rahardja dari Bank Sampah Bersinar ke beliau.
Subhanallah… sejak awal kami berbincang, semuanya terasa klik. Obrolan mengalir, visi menyatu, dan semangat untuk berbuat bagi negeri ini terasa begitu kuat.
Kini, program kami dinamakan Together Goes to School, keterlibatan antara Indscript Creative, Bank Sampah Bersinar, dan Seger Snow menjadi fondasi yang luar biasa.
Kami bergerak bersama bukan hanya sekadar membuat kegiatan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta terhadap bumi, manusia, dan tentu saja, Indonesia.
Yang membuat saya benar-benar terharu adalah semangat nasionalisme Pak Trisno. Dalam setiap kalimatnya, beliau selalu menekankan
“Kalau mau memajukan Indonesia, cintailah produk Indonesia.”
Kata-kata sederhana, tapi menggetarkan. Seger Snow sendiri—produk asli Indonesia yang telah berdiri selama 70 tahun—adalah bukti nyata cinta pada negeri. Bukan sekadar bisnis, tapi juga misi untuk menghadirkan produk yang bermanfaat, berkualitas, dan berintegritas.
Masya Allah, tak berhenti sampai di situ, Pak Trisno bahkan menyampaikan keinginannya untuk mendanai penerbitan buku di salah satu sekolah.
Bayangkan, sebuah merek skincare lokal ikut mendorong gerakan literasi di Indonesia! Sebuah bukti bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan dengan banyak cara—termasuk melalui tulisan dan edukasi.
Dan hari ini saya menyadari, bahwa kolaborasi kami bukan sekadar program. Ini adalah gerakan cinta Indonesia karena bersama-sama, kami ingin menyuarakan satu kalimat yang sama:
“Kami mencintai Indonesia, dan kami membuktikannya lewat aksi.”
Dengan Together Goes to School dan Together Goes to Community, kami melangkah.
Dengan cinta, dengan karya, dan dengan niat untuk terus memberi manfaat.


