Infoindscript.com – Kediri, 6 November 2025
Indscript Creative kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya menulis yang bermakna melalui Gerakan Literasi Islami, sebuah inisiatif yang menggabungkan semangat literasi dan nilai-nilai Islam. Gerakan ini bukan sekadar program berbagi ilmu, tetapi gerakan nyata yang menumbuhkan semangat menulis, membaca, dan berkarya bagi masyarakat luas.
Setelah sukses diselenggarakan di Bekasi dan Bandung, kini kegiatan ini hadir di Serang, tepatnya di MTsS At-Thahiriyah, Cirogol. Kegiatan yang merupakan bagian dari program “Together Goes to School” ini menjadi bukti bahwa semangat literasi Islami terus meluas dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Sosok Inspiratif di Balik Gerakan
Salah satu yang membuat kegiatan kali ini begitu istimewa adalah kehadiran dua penulis hebat dari Indscript Creative, yaitu Ibu Tutty dan Amalia. Keduanya menjadi cerminan nyata bahwa menulis bisa menjadi jalan dakwah, sarana berbagi manfaat, dan wujud syukur atas kemampuan yang Allah titipkan.
Ibu Tutty, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pusat Statistik (BPS), dikenal aktif berbagi ilmu di tengah kesibukannya bekerja. Beliau menunjukkan bahwa padatnya rutinitas bukan alasan untuk berhenti berkarya. Melalui Gerakan Literasi Islami, beliau hadir sebagai pengajar dan motivator, menginspirasi para peserta untuk terus menulis dan memperluas manfaat melalui tulisan.
Di sisi lain, kehadiran Amalia, penulis difabel berprestasi, menambah kekuatan makna kegiatan ini. Meski memiliki keterbatasan fisik, Amalia justru menunjukkan semangat dan ketekunan luar biasa. Ia aktif menulis artikel, kisah inspiratif, serta buku, dan terlibat dalam berbagai pelatihan seperti di Sales Academy Indscript Creative. Kini, ia dipercaya menjadi salah satu trainer Gerakan Literasi Islami, berbagi motivasi kepada generasi muda agar melihat potensi diri sebagai anugerah, bukan hambatan.
Keduanya menjadi bukti nyata bahwa izin Allah dapat menghadirkan pertemuan penuh hikmah antara orang-orang yang berikhtiar. Melalui semangat yang sama, mereka membangun lingkungan literasi yang menyemangati, menguatkan, dan membawa manfaat luas bagi sesama.
Menyebarkan Semangat Literasi ke Sekolah dan Komunitas
Gerakan Literasi Islami tidak berhenti pada seminar atau diskusi umum semata. Program ini bergerak aktif ke sekolah-sekolah dan komunitas dengan tujuan menanamkan kecintaan terhadap membaca dan menulis, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap prosesnya.
Kegiatan di MTsS At-Thahiriyah, Cirogol, misalnya, bukan hanya sekadar penyampaian materi, tetapi juga melibatkan workshop interaktif yang mendorong peserta untuk menulis langsung dan menemukan kekuatan dalam setiap ide. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan sumbangan buku untuk sekolah-sekolah yang menjadi sasaran, sebagai wujud nyata komitmen Indscript dalam mendukung proses belajar mengajar.
Melalui kegiatan semacam ini, Gerakan Literasi Islami berusaha menciptakan dampak yang berkelanjutan. Buku-buku yang disumbangkan menjadi sumber inspirasi baru, sementara semangat menulis yang ditanamkan menjadi bagian dari karakter peserta. Literasi bukan hanya kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga proses membangun kesadaran berpikir, memperkuat empati, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Literasi Sebagai Fondasi Pembangunan Karakter Bangsa
Indscript Creative meyakini bahwa literasi adalah fondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Dengan literasi, seseorang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperdalam pemahaman akan nilai-nilai kehidupan. Dalam konteks Islam, literasi menjadi sarana untuk mengenal Allah, memperkuat iman, dan membentuk akhlak yang mulia.
Oleh karena itu, Gerakan Literasi Islami dirancang tidak hanya untuk menumbuhkan minat menulis, tetapi juga untuk membangun kesadaran spiritual dan sosial. Setiap tulisan yang lahir dari gerakan ini diharapkan membawa nilai kebaikan, memberi inspirasi, dan menjadi amal jariyah bagi penulisnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertemukan berbagai kalangan, guru, siswa, ASN, penulis, hingga masyarakat umum, dalam satu visi: menjadikan literasi sebagai gaya hidup positif dan produktif.
Menuju Program Nasional: “Together Goes to School”
Sebagai bagian dari “Together Goes to School”, Gerakan Literasi Islami kini tengah dikembangkan menjadi program berskala nasional. Program ini akan melibatkan berbagai pihak, baik lembaga pendidikan, komunitas literasi, maupun pemerintah daerah, dalam memperluas jangkauan kegiatan ke lebih banyak wilayah di Indonesia.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Indscript Creative dalam menjadikan literasi Islami sebagai gerakan yang berkelanjutan. Literasi tidak boleh berhenti di ruang kelas atau seminar, melainkan harus menjadi gerakan masyarakat yang hidup dan menumbuhkan budaya berpikir kritis, kreatif, dan berakhlak mulia.
Sebagaimana ungkapan yang selalu digaungkan dalam setiap kegiatan: “Dengan literasi, kita membuka jendela dunia dan meraih ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.”
Penutup
Melalui Gerakan Literasi Islami, Indscript Creative ingin menegaskan bahwa menulis bukan hanya keterampilan, tetapi sebuah jalan hidup. Menulis adalah bentuk syukur, ikhtiar, dan kontribusi bagi kemajuan umat.
Kehadiran sosok seperti Ibu Tutty dan Amalia menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki ruang untuk berkarya. Kesibukan bukan alasan untuk berhenti menulis, dan keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Selama ada niat, usaha, dan izin Allah, setiap langkah kecil dalam literasi akan membawa dampak besar bagi peradaban.
Dengan semakin luasnya jangkauan Gerakan Literasi Islami, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terinspirasi menjadi pembelajar sepanjang hayat, penulis yang beradab, dan insan yang menebar manfaat melalui tulisan.***


