Pernahkah kamu berpikir bahwa membaca dan menanam punya kesamaan? Keduanya sama-sama butuh waktu, kesabaran, dan ketekunan. Dalam membaca, kita menanamkan ide-ide baru di dalam pikiran.

Dalam menanam, kita menumbuhkan kehidupan baru di bumi. Dan keduanya, bila dilakukan dengan kesadaran, bisa menjadi bentuk kecil dari cinta terhadap lingkungan inilah yang disebut literasi hijau.
Apa Itu Literasi Hijau?
Literasi hijau bukan sekadar kemampuan membaca buku bertema lingkungan, tapi juga kemampuan memahami, menulis, dan bertindak selaras dengan alam.
Ini tentang bagaimana pengetahuan yang kita serap dari membaca dan menulis bisa diwujudkan dalam tindakan nyata seperti menanam pohon, membuat kompos, atau memelihara taman kecil di rumah.
Di era digital, kita sering tenggelam dalam layar dan lupa menyentuh tanah. Padahal, dari halaman rumah yang sempit pun, kita bisa belajar banyak hal tentang kehidupan, ketekunan, dan keseimbangan.
Menanam dan menulis sejatinya sama: keduanya adalah proses tumbuh perlahan tapi pasti.
Menulis Sebagai Cermin Alam
Menulis bisa menjadi cara refleksi terhadap alam. Ketika kita menulis tentang hujan, daun yang gugur, atau aroma tanah setelah disiram, kita sedang melatih diri untuk peka terhadap detail kecil yang sering terlewat.
Menulis bukan hanya merangkai kata, tapi juga cara menjaga koneksi dengan bumi sebuah bentuk penghormatan terhadap ciptaan.
Indscript Creative melakukan gerakan penghijauan, swasembada pangan. Melalui tulisan, menuliskan tentang penghijauan, manfaat menanam di rumah, cara menanam.
Indari Mastuti seorang penulis, mentor terbiasa menanam di halaman rumahnya mulai dari sayuran, cabai, teh telang dan lainnya.
Kamu bisa mulai dari hal sederhana:
* Catat perubahan kecil di taman rumahmu.
* Tulis jurnal harian tentang tanaman yang kamu rawat.
* Atau buat puisi tentang daun telang atau bayam yang mekar di pagi hari.
Dengan menulis tentang alam, kita belajar untuk memperhatikan, dan dengan memperhatikan, kita otomatis lebih peduli.
Menanam Sebagai Tindakan Literasi
Jika menulis adalah cara berpikir, maka menanam adalah cara bertindak. Cobalah mulai dari yang sederhana, misalnya menanam teh bunga telang di halaman rumah.
Tanaman ini mudah tumbuh, indah, dan punya banyak manfaat dari pewarna alami hingga minuman kesehatan.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba:
* Menanam cabai, tomat, atau daun mint di pot kecil.
* Menggunakan kembali botol plastik sebagai wadah tanam.
* Menyiram tanaman sambil membaca beberapa halaman buku favoritmu — bentuk kecil dari mindful living.
Dengan begitu, halaman rumah bukan hanya tempat istirahat, tapi juga ruang belajar dan refleksi.
Mengapa Literasi Hijau Penting?
Betapa literasi penghijauan penting untuk menjaga lingkungan. Ada beberapa hal yang menyebabkan literasi penghijauan penting, yaitu:
1. Menumbuhkan kepedulian lingkungan:
Membaca dan menulis tentang alam membuat kita lebih sadar akan pentingnya menjaga bumi.
2. Melatih konsistensi dan kesabaran:
Menulis dan menanam sama-sama mengajarkan proses. Tidak ada hasil instan semuanya butuh waktu dan perhatian.
3. Menciptakan kehidupan yang lebih seimbang:
Saat tangan kita kotor oleh tanah dan pikiran kita jernih karena menulis, di situlah keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental tercapai.
Tips Penghijauan di halaman rumah
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk penghijauan, yaitu:
* Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi cahaya dan cuaca di rumahmu.
* Gunakan pot daur ulang untuk mengurangi sampah plastik.
* Campurkan aktivitas membaca di taman kecilmu setiap pagi untuk membangun kebiasaan positif.
* Ajak keluarga, terutama anak-anak, untuk ikut menanam dan mencatat perkembangan tanaman ini bisa jadi bentuk family literacy project.
Penutup:
Menanam kata lewat tulisan dan menumbuhkan daun lewat tindakan adalah dua hal yang saling melengkapi. Keduanya berakar dari niat yang sama menumbuhkan kehidupan.
Mulailah dari hal kecil: satu tulisan dan satu pot tanaman. Siapa tahu, dari sana tumbuh gerakan besar yang menghijaukan pikiran dan lingkungan kita.
Karena sejatinya, literasi bukan hanya tentang membaca buku tapi juga tentang membaca alam dan menulis masa depan yang lebih hijau.
Sumber:
Instagram : @tehindari, Indari Mastuti
Benihbaik.com, 5 Manfaat Aktivitas Penghijauan bagi Lingkungan Sekitar, tim benihbaik.com, tanggal akses: 30 Oktober 2025


