Hari ini saya punya pengalaman menarik — meski di awal sempat sedikit kecewa.
Saya memesan Shejek, berharap bisa mendapatkan mobil karena cuaca sedang hujan.
Namun ternyata, layanan mobil Shejek belum tersedia di wilayah saya, dan yang ditawarkan hanyalah motor.
Saya sempat berpikir, “Motor? Hujan-hujanan? Padahal saya mau bertemu seorang tokoh penting.”
Akhirnya, saya mengatakan kepada sang tokoh kalau saya izin diskusi dengan beliau melalui online karena suami tak bisa antar dan tidak dapat mobil berangkat kesana dalam cuaca hujan. Tapi ternyata, tokoh tersebut sudah menyiapkan bakso hangat di rumahnya. Masya Allah… rasanya tidak enak jika membatalkan.
Akhirnya saya putuskan tetap berangkat, meski dengan Shejek Bike. Ternyata, justru di situlah keseruannya dimulai.
Ini adalah pertama kalinya saya menggunakan Shejek, bahkan pertama kalinya juga saya naik motor online hahaha dan rasanya amazing karena dikendarai perempuan.
Sungguh, rasanya nyaman sekali dan saya yang ekstrovert pun langsung ajak sang driver berbincang ringan di perjalanan, duuuh saya merasa tenang karena beliau begitu sopan dan profesional.
Saat pulang pun, saya langsung janjian untuk dijemput kembali oleh driver yang sama.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa Allah selalu punya cara untuk menunjukkan kemudahan di balik setiap keterbatasan.
Shejek bukan sekadar layanan transportasi, tapi solusi mobilitas yang ramah untuk para muslimah aktif seperti saya — aman, nyaman, dan yang paling penting, tetap menjaga nilai-nilai syariah.
Dengan kondisi Bandung yang semakin macet, saya merasa pilihan menggunakan Shejek Bike justru sangat tepat. Saya bisa tetap produktif, tetap bergerak, dan tetap dalam koridor syariah.
Masya Allah, pengalaman yang awalnya saya kira akan merepotkan, ternyata berubah menjadi kisah menyenangkan — sekaligus pengingat bahwa setiap langkah yang diniatkan karena Allah, pasti akan diberkahi.


