5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Apakah Menjadi Diri Sendiri Cukup untuk Sukses di Dunia Kerja?

Kita sering mendengar nasihat, “Jadilah dirimu sendiri.” Tapi… apakah itu cukup untuk berkembang di dunia kerja yang penuh dinamika, kompetisi, dan perubahan cepat?

Dalam karier, menjadi diri sendiri memang penting karena dari sanalah keaslian, kejujuran, dan karakter kita tumbuh. Namun, menjadi diri sendiri saja tidak cukup.

Ilustrasi muslimah bersalaman, bing.com
Photo: bing.com

Dunia kerja menuntut kita untuk bisa menampilkan versi terbaik dari diri kita, bukan hanya versi yang “nyaman”. Artinya, kita tetap autentik, tetapi juga sadar konteks.

Kita tahu kapan harus tegas, kapan harus mendengarkan, dan bagaimana menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri.

Melansir dari CNBC.com menurut Thomas Chamorro-Premuzic , profesor psikologi di Columbia University sekaligus penulis buku Don’t Be Yourself: Why Authenticity Is Overrated and What to Do Instead,  menjadi diri sendiri secara mentah justru bisa menjadi jebakan.

Dunia profesional menghargai mereka yang mampu beradaptasi, bukan sekadar “apa adanya”.

Kemampuan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi seperti berbicara, gerakan tubuh, bahasa tubuh menjadi pendengar yang baik, berempati, membina hubungan relasi dengan baik, untuk bekerja sama dengan tim.

Di dunia profesional, kemampuan sosial bukan hanya pelengkap, tapi justru kunci penting dalam karir.

Orang dengan kemampuan sosial tinggi lebih mudah membangun kepercayaan, menjalin kerja sama, dan beradaptasi dengan perubahan. Melansir dari seek.co.nz

Hal-hal ini membuat mereka lebih menonjol di lingkungan kerja yang dinamis. Lalu, apa yang sebenarnya dibutuhkan agar tetap autentik tapi tetap tumbuh?

Berikut tiga hal utama yang bisa kita pelajari dari pandangan Thomas Chamorro:

1. Terbuka terhadap Kritik

Salah satu ciri profesional sejati adalah kemampuan menerima kritik tanpa tersinggung.

Kritik bukan bentuk serangan, melainkan cermin untuk melihat hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita.

Orang yang tumbuh dalam karier tahu bahwa setiap umpan balik adalah kesempatan untuk berkembang. Bahkan, dalam banyak kasus, kritik justru menjadi bahan bakar bagi inovasi dan perbaikan diri.

Jadi, daripada menolak atau defensif, coba ubah cara pandang: Alih-alih “Aku diserang,” katakan, “Aku sedang belajar.”

2. Peka terhadap Sekitar

Kemampuan memahami situasi, membaca emosi orang lain, dan menyesuaikan respon adalah bentuk kecerdasan emosional.

Orang yang peka biasanya lebih mudah membangun hubungan kerja yang sehat dan produktif.

Dalam lingkungan kerja, bukan hanya kemampuan teknis yang menentukan keberhasilan, tapi juga kemampuan untuk *connect* dengan orang lain.

Mulailah dengan hal-hal kecil: mendengarkan lebih banyak, menghargai perbedaan, dan menyadari bagaimana tindakan kita berdampak pada tim.

3. Mau Beradaptasi

Dunia kerja berubah setiap saat teknologi, tren, hingga pola komunikasi. Mereka yang fleksibel dan mau belajar hal baru akan lebih mudah bertahan, bahkan tumbuh lebih cepat.

Adaptasi bukan berarti kehilangan prinsip, tapi justru memperkaya diri.

Kita tetap menjadi diri sendiri, hanya saja dengan versi yang terus diperbarui. Seperti software yang di-*update* agar tetap relevan dan tangguh menghadapi perubahan.

Menjadi Diri Sendiri, tapi Versi yang Lebih Baik. Menjadi diri sendiri adalah pondasi. Namun, versi terbaik dari diri sendirilah yang membuat kita berkembang versi yang terbuka terhadap masukan, peka terhadap orang lain, dan mau berubah untuk menjadi lebih baik.

Dalam dunia kerja, mereka yang sukses bukan yang paling pintar atau paling cepat, tetapi yang paling mampu menyesuaikan diri sambil tetap menjaga integritas dan nilai-nilainya.

Karena pada akhirnya, menjadi diri sendiri bukan tentang bersikap “apa adanya”, tapi tentang berani bertumbuh menjadi apa yang seharusnya kita bisa.

Penutup:

Jadi, hari ini bukan pertanyaan “Apakah aku sudah jadi diriku sendiri?”, tetapi “Apakah aku sudah jadi versi terbaik dari diriku yang kemarin?”

cnbc.com, Master these 3 social skills to succeed at work, says Ivy League psychologist: They make you ‘more employable, Coldwell Shophie, tanggal akses 26 Oktober 2025

seek.co.nz, A guide to social skills in the workplace (with examples), seek content team, tanggal akses 28 Oktober 2025

Amerinny Tri Rezeki
Amerinny Tri Rezekihttp://amerinnytrirezeki.com
Penulis, blogger affiliate, marketer Indscript creative tim Diah Octivita, pernah mengajar taman kanak-kanak, menulis beberapa buku antologi

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles