Pada 25 Oktober 2025, di halaman SMAK 3 BPK Penabur Bandung tampak berbeda dari biasanya.
Suasana ramai oleh siswa, guru, dan orang tua yang datang bukan hanya untuk mengikuti open house, tapi juga menjadi bagian dari sejarah baru: Deklarasi SMAK 3 BPK Penabur sebagai Sekolah Eco Friendly.
Sejak pukul delapan pagi, para siswa membawa kantong berisi sampah anorganik — botol plastik, kardus, dan kaleng bekas. Barang-barang itu kemudian ditimbang dan ditukar dengan kebutuhan pokok. Konsep ini sederhana tapi berdampak besar: menanamkan nilai bahwa sampah punya nilai ekonomi jika dikelola dengan benar.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa mencintai bumi bisa dimulai dari hal kecil,” ujar salah satu guru pembimbing dengan senyum bangga.

Setelah sesi penukaran sampah, kegiatan berlanjut dengan edukasi pemilahan sampah anorganik. Para siswa belajar langsung bagaimana membedakan plastik jenis PET, HDPE, hingga multilayer, dan memahami pentingnya daur ulang yang benar. Tak hanya teori, mereka juga praktek membuat kompos dari daun kering di area terbuka sekolah, dibimbing oleh para mentor lingkungan yang sabar menjelaskan setiap langkah.

Suasana semakin hidup saat pertandingan olahraga dimulai. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kampanye bahwa hidup sehat dan cinta bumi bisa berjalan beriringan. Sementara itu, para orang tua dan masyarakat sekitar diajak berkeliling sekolah (school tour) untuk melihat fasilitas dan inovasi ramah lingkungan yang diterapkan — dari area hijau, tempat kompos, hingga sudut eco corner hasil karya siswa.

Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan SMAK 3 BPK Penabur menuju sekolah berbudaya lingkungan.
Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk komunitas peduli lingkungan dan Bank Sampah Bersinar, yang turut menjadi inspirasi dan pendamping dalam pembentukan ekosistem eco friendly di sekolah ini.
“Gerakan kecil ini adalah investasi besar untuk masa depan. Dari sekolah, kesadaran itu tumbuh, dan dari anak-anak, bumi kita diselamatkan,” ungkap perwakilan Bank Sampah Bersinar dalam sambutannya.
Kegiatan hari itu ditutup dengan pembacaan Deklarasi Sekolah Eco Friendly, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Sebuah langkah kecil, tapi maknanya besar — bahwa perubahan menuju bumi yang lebih bersih bisa dimulai dari ruang belajar, dari tangan-tangan muda yang peduli.


