Infoindscript.com – Rangkasbitung, 27 Oktober 2025
Batik merupakan hasil karya tangan manusia langsung dengan menggunakan canting, sebagai media untuk menggambar yang menggunakan lilin malam sehingga bisa menghasilkan karya yang indah. Ada pendapat yang lainnya mengenai pengertian batik, yaitu kain yang dibuat khusus dengan menuliskan lilin pada kain mori (kain tenun berwarna putih).
Kemudian, kain tersebut diolah melalui proses tertentu. Sehingga menjadi pakaian bernilai tinggi, demikian dengan metode pewarnaan batik non kimia berbasis kolaboratif-partisipastif. Secara etimologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu ambatik yang artinya kain lebar. Sedangkan kata titik atau matik dalam bahasa Jawa merupakan kata kerja yang artinya membuat titik, batik adalah titik-titik yang digambarkan pada media kain lebar sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.
Karakteristik Batik
Kain batik memiliki ciri khas yang unik dan tidak dimiliki oleh jenis kain lainnya, tetapi ada perbedaan antara ciri-ciri batik modern dan batik tradisional. Adapun ciri-ciri batik adalah sebagai berikut:
-
Ciri Batik Tradisional
- Coraknya memiliki makna simbolik.
- Corak batik terdapat variasi hias seperti ular, barong, geometris, dan lain sebagainya.
- Warnanya cenderung gelap, seperti warna hitam, putih, dan coklat tua.
- Motif batik umumnya membawa ciri khas daerah asalnya.
-
Ciri Batik Modern
- Corak dan polanya tidak mengandung makna khusus.
- Jenis hias utama didominasi tumbuhan atau rangkaian bunga.
- Motif dan polanya tidak mencerminkan khas daerah.
- Warnanya cenderung bebas, biasanya warna-warna yang dipilih adalah biru, merah tua, ungu, kuning, dan lain sebagainya.
-
Jenis-Jenis Batik
Jenis batik Indonesia sangatlah beragam, berbagai pengaruh dari tradisional klasik sampai yang modern dan abstak turut menyemarakkan jenis batik di Indonesia. Selain itu, banyak jenis-jenis batik di Indonesia bisa disebabkan oleh interakasi negara asing. Baik melalui perdagangan, diplomatik, hubungan, atau karena penjajahan negara barat di Indonesia. Jenis-jenis batik yang ada di Indonesia berserta penjelasannya, adalah sebagai berikut:
1. Batik Tulis
Batik tulis dibuat secara manual dengan menggunakan tangan, dan alat bantu untuk menaruh malam pada corak batik. Pembuatan batik tulis membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, karena setiap motif berpengaruh pada hasil akhir. Motif yang dihasilkan dengan cara ini tidak akan sama persis, kerumitan yang menyebabkan harga batik tulis sangat mahal.
2. Batik Lukis
Batik lukis dibuat dengan melukiskan motif dan menggunakan malam pada kain putih. Pembuatan motif batik lukis tidak terpaku dengan pakem motif yang ada, motifnya dibuat dengan sesuai keinginan pelukis tersebut. Namun, bisa juga berdasarkan pesanan pembeli. Batik lukis ini memiliki harga yang mahal karena tergolong batik yang ekslusif dan jumlahnya terbatas. Di sisi lain batik ini jarang digunakan untuk pakaian karena kurang lazim, biasanya batik lukis hanya digunakan sebagai pajangan.
3. Batik Cap
Batik cap dibuat dengan menggunakan cap atau semacam stempel motif batik yang terbuat dari tembaga. Proses pembuatan batik jenis cap membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari, batik ini biasanya diproduksi secara massal dengan harga yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dan karena dibuat dalam jumlah banyak, maka batik ini akan ditemukan berbagai corak dan warna yang sama.
Motif Batik dan Maknanya
Motif batik biasanya membawa makna dan harapan tertentu bagi orang yang mengenakannya. Beberapa jenis motif batik berserta maknanya adalah sebagai berikut:
-
Motif Alas-Alasan
Alas-alasan dalam bahasa Jawa diartikan sebagai hutan-hutanan. Motif alas-alasan termasuk bagian dari motif tradisional, pada pola motif ini terdapat berbagai macam binatang, dari binatang kecil hingga binatang yang cukup besar. Makna dari motif alas-alasan ini diharapkan mampu mengajak orang lain untuk selalu mawas diri, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh rintangan.
-
Motif Kokrosono
Motif kokrosono ini mempunya filosofi dharma, kemakmuran, dan keteguhan hati. Kokrosono diambil dari tokoh pewayangan Raden Kokrosono yang memiliki karakter baik hati. Penggunaan batik motif kokrosono diharapkan menjadi sosok yang selalu siap berkorban untuk kepentingan orang lain, atas dasar cinta dan pengharapan mewujudkan dunia yang ideal.
-
Motif Mega Mendung
Motif mega mendung berasal dari Cirebon ini bercorak seperti susunan awan dengan pewarnaan gelap seperti merah tua, biru tua, atau kecoklatan. Memiliki garis lengkung yang tersusun rapi, makna dari motif mega mendung menggambarkan kehidupan manusia yang selalu berubah-ubah dalam mencari jati dirinya.
Penutup:
Batik adalah seni tradisional Indonesia yang melibatkan proses pewarnaan kain yang menggunakan malam (lilin) sebagai bahas dasar. Proses ini bertujuan untuk menciptakan pola atau motif yang indah pada kain, yang kemudian diolah melalui berbagai tahapan pencelupan warna. Secara etimologi kata “batik” berasal dari bahasa Jawa amba (menulis) dan nitik (membuat titik) yang berarti menciptakan titik-titik pada kain.


