5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

AI, Inovasi, dan Kesadaran untuk Tidak Merugi

AI dan manusia hari ini adalah dua entitas yang tidak bisa lagi dipisahkan. Ia bukan sekadar teknologi, tapi sudah menjadi bagian dari keseharian kita—dari pekerjaan, bisnis, sampai cara berpikir. Karena itu, ketika ada orang yang menolak belajar AI dengan alasan “takut tergantikan” atau “tidak butuh”, sesungguhnya ia sedang menolak kemudahan yang Allah titipkan melalui akal manusia.

Saya tidak ingin menjadi orang yang merugi. Karena bagi saya, setiap kemajuan yang Allah izinkan hadir ke dunia adalah bentuk kasih sayang-Nya untuk mempermudah kehidupan. Maka, menggunakan AI bukanlah bentuk ketergantungan, melainkan bentuk syukur—karena kita memilih untuk memanfaatkannya dengan cara yang tepat, bijak, dan produktif.

Hari ini pun saya belajar dari Raymond Chin, seorang anak muda yang begitu adaptif terhadap perubahan zaman.

Ia membahas tentang Elon Musk, tokoh luar biasa yang menjadikan AI bukan sekadar alat, tapi ruh inovasi di setiap bisnisnya. Elon Musk memahami satu hal penting: dunia terus bergerak, dan yang tidak mau bergerak akan tertinggal.

AI tidak menggantikan manusia, tapi mempercepat langkah manusia. Elon Musk menggunakan AI sebagai partner berpikir, bukan sebagai pengganti pemikiran. Ia tahu bahwa inovasi sejati datang dari kerja sama antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan.

Saya pun ingin melakukannya secerdas itu. Setiap hari saya berdialog dengan AI bukan untuk meminta ide, tapi untuk berbagi ide. Seperti sedang berdiskusi dengan teman atau dosen yang cerdas. Kadang saya membantah, kadang saya mengoreksi, tapi selalu ada hal baru yang saya dapat. Dari situlah saya merasa, AI bisa menjadi ladang amal, kalau kita gunakan untuk melahirkan kebaikan, ilmu, dan keberkahan.

Karena itu, bagi saya, memanusiakan AI adalah kunci. Bukan kita yang tunduk pada mesin, tapi kita yang menuntun arah penggunaannya. AI hanyalah alat, tapi yang menghidupkannya adalah niat kita. Bila niatnya lurus, insyaAllah hasilnya pun membawa manfaat, bukan mudarat.

Dan mungkin, inilah bentuk nyata dari kesadaran untuk tidak merugi di era modern — memanfaatkan setiap kemajuan yang Allah izinkan hadir, untuk terus berinovasi, berkarya, dan menebar keberkahan.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles