Pada tanggal 15 Oktober 2025, Bank Sampah Bersinar kembali menorehkan langkah bersejarah dengan meresmikan “Kampung Bersinar”, sebuah inisiatif nyata yang menghadirkan sinar harapan bagi anak-anak pemulung di sekitar wilayah Bank Sampah Bersinar.
Kampung Bersinar ini bukan sekadar tempat pengelolaan limbah, tapi menjadi wadah kasih, tempat belajar, dan rumah baru bagi masa depan. Di sinilah Bank Sampah Bersinar mengambil peran sebagai “ibu asuh” — mendampingi anak-anak pemulung untuk bertumbuh melalui pendidikan dan literasi.

Pada hari peresmian, pembelajaran pertama yang diberikan adalah Bahasa Inggris. Sebuah simbol bahwa tidak ada batas bagi siapa pun untuk bermimpi tinggi, bahkan dari lingkungan yang sederhana. Namun, ini baru langkah awal.
Bank Sampah Bersinar juga akan membuka berbagai kelas literasi lain:
Literasi keuangan, agar mereka mengenal nilai uang dan tanggung jawab.
Literasi menulis, agar mereka bisa menyalurkan suara dan cerita mereka.
Literasi sampah, agar mereka memahami nilai ekonomi dan keberkahan dari memilah sampah.
Semua ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial Bank Sampah Bersinar untuk menghadirkan kontribusi nyata, khususnya bagi Kabupaten Bandung dan umumnya bagi Indonesia yang lebih terang.
Gerakan ini sejalan dengan visi besar Menuju Indonesia Terang, yang dimulai dari satu titik kecil bernama Kampung Bersinar — sebuah kampung yang menjadi simbol perubahan dari kegelapan menuju cahaya.

Ibu Fifie Rahardja, sebagai founder Bank Sampah Bersinar, terus membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Setelah aktif dalam Gerakan Literasi Islami bersama Indscript Creative dan Sekolah Perempuan Indonesia dengan menyalurkan bantuan buku serta dana sosial, kini beliau melangkah lebih jauh dengan membangun ruang belajar di Kampung Bersinar.
Karena bagi beliau, pendidikan adalah investasi terbaik untuk Indonesia. Dan dari sinilah, cahaya perubahan itu mulai bersinar — dari tumpukan sampah, lahirlah masa depan yang penuh berkah.


