Bismillahirrahmanirrahim.
Masya Allah, menuju 2030, dunia penulisan semakin berkembang dan menuntut para penulis untuk memiliki keterampilan yang lebih dari sekadar menulis. Sebab, menjadi penulis di era ini bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga tentang bagaimana karya itu bisa berdampak luas, menginspirasi banyak orang, dan terus hidup dalam perjalanan waktu.
Banyak penulis yang merasa cukup hanya dengan bisa menulis, tanpa menyadari bahwa menulis saja tidak cukup. Kita juga perlu belajar public speaking, digital marketing, menjual buku dengan elegan, dan tentu saja—memiliki skill negosiasi. Karena, sejatinya, dunia penulisan pun adalah dunia bisnis, di mana kemampuan bernegosiasi menentukan seberapa besar karya kita bisa sampai kepada lebih banyak orang.
Saya menyadari hal ini setelah bertahun-tahun menjalani dunia kepenulisan. Di awal perjalanan, saya sama seperti banyak penulis lain—fokus hanya pada isi tulisan. Namun, seiring waktu saya belajar bahwa karya hebat tidak akan banyak berarti jika tidak disebarkan dengan strategi yang tepat. Maka, saya pun terus melatih diri dalam bernegosiasi: bagaimana berbicara dengan calon kolaborator, dengan penerbit, dengan sponsor, bahkan dengan para pembeli buku.
Di Sales Academy, keterampilan negosiasi ini diajarkan sebagai bagian penting dari perjalanan seorang penulis. Contohnya, dalam Gerakan Literasi Islami, kami membuka peluang donasi buku ke sekolah-sekolah. Untuk mewujudkannya, tentu dibutuhkan kemampuan negosiasi yang kuat—meyakinkan para pengusaha bahwa kontribusi mereka adalah investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah literasi.
Dan alhamdulillah, berkat latihan dan pengalaman, negosiasi yang dulu terasa sulit kini menjadi jembatan untuk kolaborasi besar. Gerakan Literasi Islami kini telah berkolaborasi dengan berbagai pengusaha, komunitas, dan lembaga di berbagai wilayah. Semua ini berawal dari keberanian untuk berbicara, bernegosiasi, dan menyampaikan visi dengan penuh keyakinan.
Maka, untuk para penulis, yuk mulai melengkapi diri!
Menulis itu mulia, tapi bernegosiasi menjadikannya berdampak.
Gunakan kemampuanmu untuk tidak hanya menulis kisah, tapi juga menegosiasikan keberkahan agar semakin banyak orang merasakan manfaatnya.


