5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Perempuan Penggerak Hijau Bangun Indonesia Sadar Sampah

Infoindscript.com-Bogor, 13 Oktober 2025

Di balik gerakan besar menuju Indonesia bersih dan berkelanjutan, ada sosok-sosok tangguh yang bekerja tanpa banyak sorotan — para perempuan penggerak hijau. Mereka bukan hanya bicara tentang perubahan, tetapi menjalankannya dengan langkah nyata. Salah satunya terlihat dari kolaborasi hebat antara Sekolah Perempuan Indonesia (SPI), Bank Sampah Bersinar (BSB), dan Komunitas Pengelolaan Sampah Mandiri (KPSM) yang kini tengah bersiap menggerakkan 1.000 sekolah memilah sampah di seluruh Indonesia.

Kolaborasi ini bukan sekadar proyek sosial, melainkan gerakan membangun kesadaran lingkungan sejak dini, menanamkan nilai tanggung jawab ekologis, dan menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga bumi.

Dari Rumah ke Sekolah, Menularkan Kesadaran Lingkungan

Perempuan Penggerak Hijau Bangun Indonesia Sadar Sampah
Sumber dokumen: Indscript Creative

Perempuan memiliki peran penting sebagai pendidik pertama di keluarga. Dari tangan merekalah anak-anak belajar disiplin, kebersihan, dan kepedulian terhadap alam. Semangat inilah yang diwujudkan dalam program BSB Goes to School — sebuah inisiatif kolaboratif antara Bank Sampah Bersinar, Sekolah Perempuan Indonesia, dan KPSM untuk mengedukasi anak-anak tentang pemilahan sampah sejak usia sekolah.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada 9 Oktober 2025 di kantor Bank Sampah Bersinar, hadir dua figur penting yang menjadi ujung tombak gerakan ini: Teh Maya dari pihak Bank Sampah Bersinar yang menangani koordinasi teknis, dan Pak Yayan, Ketua KPSM yang fokus pada edukasi lapangan.

Dari diskusi tersebut, tersusun rencana terukur mulai dari pra kegiatan, pelaksanaan utama, hingga tindak lanjut pasca kegiatan. Semua dilakukan dengan prinsip keberlanjutan. Bagi mereka, edukasi lingkungan bukan sekadar kegiatan sekali datang — tetapi proses panjang yang menumbuhkan karakter sadar lingkungan di hati setiap anak.

Kolaborasi Hebat Menuju 1.000 Sekolah Sadar Sampah,

Perempuan Penggerak Hijau Bangun Indonesia Sadar Sampah
Sumber dokumen: Indscript Creative

Program BSB Goes to School menargetkan 1.000 sekolah sadar sampah hingga tahun 2028. Ini bukan angka kecil, melainkan simbol tekad besar untuk menggerakkan perubahan dari ruang kelas hingga ke rumah-rumah.

Salah satu sekolah yang sudah bergabung adalah SMK 5 Bandung, yang membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa membawa keberkahan. Melalui kegiatan memilah dan menabung sampah, sekolah ini berhasil menciptakan lingkungan bersih sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Tabungan dari hasil pengolahan sampah mencapai jutaan rupiah — bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan seiring dengan kesejahteraan.

Kolaborasi antara perempuan, komunitas, dan lembaga pendidikan ini menjadi model inspiratif. Sekolah Perempuan Indonesia berperan menanamkan nilai kepemimpinan perempuan dan kesadaran sosial, sementara Bank Sampah Bersinar menjadi motor operasional yang memastikan program berjalan efektif di lapangan.

Dari Edukasi ke Aksi: Efek Domino Perubahan

Gerakan Perempuan Penggerak Hijau tidak berhenti di sekolah. Ketika anak-anak belajar memilah sampah, mereka membawa kebiasaan itu ke rumah. Inilah yang disebut efek domino perubahan: edukasi di sekolah menyebar ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Anak-anak yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya akan menegur orang tuanya ketika melihat kebiasaan buruk. Orang tua yang melihat semangat anaknya akan ikut belajar memilah sampah. Lingkungan menjadi bersih, dan kesadaran tumbuh tanpa paksaan.

Gerakan ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil — dari ruang kelas yang mengajarkan tanggung jawab ekologis, hingga rumah yang menjadi tempat praktik nyata.

Menanam Nilai, Menuai Keberkahan

Di balik semangat gerakan ini ada nilai spiritual yang kuat. Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga ibadah. Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka, ketika perempuan penggerak hijau menanamkan nilai ini kepada anak-anak, mereka sejatinya sedang menanam benih keberkahan untuk masa depan.

Gerakan memilah sampah bukan sekadar urusan lingkungan, melainkan wujud cinta terhadap bumi yang menjadi amanah Tuhan. Setiap botol plastik yang dikumpulkan, setiap sampah organik yang diolah menjadi kompos — semuanya adalah bentuk kecil dari ketaatan dan tanggung jawab.

Kolaborasi yang digagas Bank Sampah Bersinar, Sekolah Perempuan Indonesia, dan KPSM membuktikan bahwa ketika perempuan, komunitas, dan lembaga bersatu dengan visi yang sama, maka perubahan bukan sekadar mimpi.

Penutup

Gerakan besar menuju Indonesia sadar sampah tidak akan terwujud tanpa kiprah perempuan penggerak hijau. Mereka adalah penjaga nilai, penanam kesadaran, sekaligus pelopor perubahan. Dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke masyarakat, mereka menebar semangat keberlanjutan dan kepedulian.

Seperti yang diyakini para penggerak di Bank Sampah Bersinar, Sekolah Perempuan Indonesia, dan KPSM:

“Perubahan sejati dimulai dari kesadaran kecil yang dilakukan bersama.”

Dan di tangan para perempuan penggerak hijau, kesadaran itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu menyinari Indonesia — satu sekolah, satu keluarga, satu langkah pada satu waktu.

Cindiana Famelia
Cindiana Famelia
Cindiana Famelia, dikenal dengan nama pena Melia, adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis artikel, kisah inspiratif, dan catatan reflektif baik di blog pribadinya maupun media online.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles