Infoindscript.com – Kediri, 11 Oktober 2025
Gerakan Literasi Islami: Beli Buku = Sedekah Ilmu merupakan sebuah program yang mengajak masyarakat untuk menebarkan cahaya ilmu melalui langkah sederhana namun penuh makna, membeli satu buku untuk disumbangkan ke sekolah dan pesantren di Indonesia.
Konsep ini menjadikan satu transaksi pembelian setara dengan satu sedekah ilmu. Dengan membeli buku, kita otomatis ikut menyebarkan kebaikan, memperkokoh akhlak, dan menanam amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Gerakan ini lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali budaya literasi Islami dan menghadirkan bacaan yang menumbuhkan keimanan, adab, dan kecintaan kepada Allah di kalangan pelajar Muslim.
Makna Beli Buku = Sedekah Ilmu
Dalam program ini, setiap buku yang dibeli akan disalurkan langsung kepada sekolah atau pesantren. Artinya, setiap pembeli bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial dan dakwah.
Satu buku yang Anda beli bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak anak. Mungkin dari halaman buku itu, seorang siswa menemukan semangat baru untuk mengenal Allah, memahami makna hidup, atau belajar meneladani akhlak Rasulullah. Dari satu buku, tumbuh satu semangat. Dari satu sedekah, lahir seribu kebaikan.
Inilah yang dimaksud dengan “beli buku = sedekah ilmu”, sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi pendidikan dan pembentukan karakter generasi Muslim.
Buku sebagai Amal Jariyah
Gerakan Literasi Islami mengajarkan bahwa buku bukan hanya benda mati, melainkan wadah ilmu dan pahala yang terus hidup. Setiap halaman yang dibaca oleh orang lain menjadi sumber pahala bagi yang menyumbangkannya.
Seperti sabda Rasulullah:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Buku yang disedekahkan melalui gerakan ini termasuk dalam dua di antara tiga amal tersebut: sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Setiap orang yang membelinya telah menanam amal yang akan terus berbuah, bahkan setelah kehidupan dunia berakhir.
Masya Allah, betapa mudahnya jalan menuju pahala yang besar, hanya dengan membeli satu buku yang akan menjadi pelita ilmu di tangan anak-anak bangsa.
Tujuan dan Dampak Gerakan
Tujuan utama dari Gerakan Literasi Islami adalah menumbuhkan generasi Muslim yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Melalui bacaan yang Islami dan inspiratif, anak-anak di sekolah dan pesantren diharapkan mampu mengenal nilai-nilai kebaikan dengan cara yang menyenangkan.
Buku-buku yang disalurkan mengangkat berbagai tema seperti keimanan, akhlak, kisah teladan, refleksi kehidupan, dan motivasi spiritual. Semua ditulis dengan bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan menyentuh hati.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh pembeli. Karena setiap buku yang kita sedekahkan menjadi pengingat bahwa ilmu tidak akan berkurang ketika dibagikan, justru semakin bertambah berkahnya.
Sinergi ke 1.000 Sekolah di Indonesia
Program ini menargetkan sinergi dengan 1.000 sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia. Tujuannya sederhana tapi bermakna besar: memperkuat budaya literasi Islami dan menumbuhkan generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.
Gerakan Literasi Islami tidak hanya menyalurkan buku, tapi juga membangun jejaring literasi Islami antar lembaga pendidikan.
Melalui sinergi ini, sekolah dan pesantren tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari jaringan dakwah literasi.
Mereka dapat berbagi pengalaman, mengembangkan program membaca Islami, serta bersama-sama membangun peradaban ilmu yang berakar pada nilai keislaman.
Harapannya, semakin banyak pihak yang bergabung, semakin luas pula cahaya ilmu yang menerangi penjuru negeri.
Langkah Kecil, Dampak Besar
Gerakan Literasi Islami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan kecil. Hanya dengan membeli satu buku, kita telah menjadi bagian dari gerakan dakwah yang menyentuh hati banyak orang.
Bayangkan, satu buku yang disedekahkan bisa dibaca oleh puluhan anak di satu sekolah. Mereka belajar, berdiskusi, dan menemukan makna baru dari setiap kisah di dalamnya. Satu buku itu mungkin menjadi sebab terbukanya pintu hidayah bagi seseorang.
Inilah keindahan literasi Islami, ia tidak berhenti di kertas dan kata, tetapi hidup di hati dan amal.
Penutup
Mari ambil bagian dalam Gerakan Literasi Islami: Beli Buku = Sedekah Ilmu.
Setiap pembelian bukan hanya membawa manfaat dunia, tetapi juga menyiapkan bekal akhirat.
· Beli satu buku, sebarkan sejuta kebaikan.
· Beli sepuluh buku, tebarkan cahaya ke jutaan hati.
Karena dengan ilmu, kita menerangi dunia. Dan dengan sedekah, kita menerangi jalan menuju surga.***


