Tanggal 10 Oktober 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi saya.
Hari ini, saya mendapat undangan istimewa dari acara Lokapasar 10.10 yang diselenggarakan oleh Bitread, sebuah perusahaan yang tidak asing lagi di dunia penulisan. Foundernya, Anita Khairunnisa, adalah sosok yang sudah lama saya kenal, sejak tahun 2006 — dulu kami pernah bekerja bersama, berjuang dalam dunia tulisan, dan kini, masing-masing tumbuh dengan jalan dakwah dan kontribusi yang berbeda.

Anita dengan Bitread, saya dengan Indscript. Dua dunia yang sama-sama bergerak di bidang penulisan, namun dengan niche yang berbeda.
Bitread fokus melayani para peneliti dan akademisi, sementara Indscript lebih dekat dengan para pengusaha, profesional, dan masyarakat umum yang ingin menulis buku sebagai bagian dari personal branding dan perjalanan spiritual mereka.
Yang membuat kolaborasi ini terasa luar biasa adalah bagaimana kami saling menguatkan. Bitread unggul di kekuatan offline, sementara Indscript tumbuh dengan kekuatan digital dan komunitas online.
Maka, ketika Anita mengundang saya sebagai narasumber dalam kegiatan Lokapasar 10.10, saya melihat ini bukan sekadar undangan, tapi simbol kolaborasi dua kekuatan besar literasi Indonesia.
Acara yang berlangsung di Museum Sri Baduga, sebuah tempat penuh nilai sejarah dan keindahan budaya Sunda, menjadi saksi bagaimana literasi bisa berpadu dengan semangat pemberdayaan UMKM.
Saya berbagi materi tentang bagaimana menulis dapat menjadi sumber kekuatan bisnis — bagaimana sebuah cerita bisa mendorong penjualan, membangun kepercayaan, dan memperkuat branding.
Yang lebih menggembirakan lagi, momen ini juga menjadi langkah awal Indscript meluncurkan divisi Direct Selling, sebuah langkah strategis untuk memperkuat gerakan literasi dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi di lapangan.
Masya Allah, saya semakin yakin bahwa literasi bukan sekadar menulis dan membaca, tapi juga tentang membangun ekosistem kebaikan.
Dan di sinilah peran Sekolah Perempuan Indonesia menjadi nyata — hadir sebagai wadah edukasi literasi dan sosial yang menebarkan semangat berbagi, menumbuhkan kepedulian, dan menguatkan perempuan agar menjadi agen perubahan melalui tulisan dan aksi nyata.

Dari Bitread, Indscript, dan Sekolah Perempuan Indonesia kami melangkah dengan satu visi:
Bahwa menulis bukan hanya tentang kata, tapi tentang mewariskan nilai dan keberkahan.
Sri Baduga sebagai lokasi kegiatan pun menjadi saksi kolaborasi kami dan Bitread pun berakad setiap penjualan bukunya maka seribu rupiahnya akan didonasikan dalam kegiatan sosial Sekolah Perempuan Indonesia.
Kini jalan penguatan literasi semakin terbangun kuat dengan banyaknya kolaborasi yang terjalin, Masya Allah


