Di era digital ini, anak-anak semakin cepat mengenal dunia teknologi. Berdasarkan penelitian yang dilansir CNBC.com oleh Jean M. Twenge, seorang profesor psikologi, hampir 40% anak berusia 11 tahun sudah memiliki ponsel, dan banyak di antaranya yang aktif di media sosial sejak usia 10 tahun.

Sayangnya, penggunaan teknologi yang terlalu dini dapat berdampak pada fokus belajar, hubungan sosial, dan kesehatan mental anak.
Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting bukan untuk melarang sepenuhnya, melainkan mengendalikan kebiasaan dan membimbing anak agar bijak dalam menggunakan teknologi.
Mengenal Empat Gaya Pengasuhan
Menurut teori psikologi modern, gaya pengasuhan bisa diibaratkan seperti empat jenis hewan laut:
1. Fish Parenting. Tidak terlibat dalam kehidupan anak, membiarkan anak berkembang sendiri tanpa arahan.
2. Sea Sponge Parenting. Terlalu lembut dan permisif, anak dibiarkan tanpa batasan yang jelas.
3. Tiger Shark Parenting. Terlalu keras dan otoriter, fokus pada disiplin tanpa ruang untuk ekspresi anak.
4. Dolphin Parenting. Seimbang dan efektif, menggabungkan ketegasan dengan kasih sayang, menjadi panutan sekaligus pendamping bagi anak.
Dari keempat gaya tersebut, Dolphin Parenting dianggap paling ideal untuk membentuk anak yang tangguh, percaya diri, dan mandiri.
Penerapan Gaya Dolphin Parenting
Dolphin Parenting menekankan komunikasi yang tegas namun penuh empati.
Misalnya, dengan aturan sederhana seperti:
> “Tidak ada ponsel di kamar sebelum tidur,”
> atau “Media sosial baru boleh digunakan setelah usia tertentu.”
Namun, aturan ini tidak disampaikan dengan nada memerintah, melainkan dengan penjelasan yang masuk akal sehingga anak memahami alasan di baliknya.
Selain itu, orang tua juga perlu menjadi sumber semangat setiap hari. Tunjukkan bahwa kamu percaya pada kemampuan anak. Anak yang merasa didukung akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang kuat dan siap menghadapi tantangan hidup.
Berikan pujian tulus setiap kali anak berbuat baik. Kalimat sederhana seperti,
“Terima kasih, sudah membantu Mama,” atau ” Anakku, kamu sangat baik hati! Ibu bangga sekali melihat kamu membantu temanmu”
Dapat memberikan pengaruh besar pada harga diri anak. Mereka belajar bahwa perbuatan baik dihargai dan berarti.
Lebih dari sekadar nasihat, teladan nyata dari orang tua adalah kunci utama. Anak meniru apa yang mereka lihat. Jadi, tunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kasih sayang dalam tindakan sehari-hari.
Ajak anak untuk mencoba hal-hal baru, sambil tetap berada dalam pengawasan yang penuh perhatian.
Dengan begitu, mereka belajar keberanian sekaligus kehati-hatian.Menjadi Orang Tua yang Menumbuhkan, Bukan Menekan. Menjadi orang tua bukan tentang menjadi sempurna.
Penutup:
Membesarkan anak bukan soal membuat mereka sempurna, tapi menuntun mereka menjadi versi terbaik dari dirinya. Dengan gaya Dolphin Parenting seimbang antara kasih dan ketegasan orang tua membantu anak tumbuh tangguh, mandiri, dan berhati lembut.
Ingatlah, anak belajar bukan hanya dari apa yang kita ucapkan, tapi dari apa yang mereka lihat setiap hari.
Jadi, jadilah contoh nyata tentang keberanian, empati, dan ketulusan. Dengan begitu, kamu tidak hanya membesarkan anak yang sukses, tapi juga manusia yang berkarakter dan berhati baik generasi yang siap menghadapi dunia dengan senyum dan keyakinan.
Jadilah teladan nyata, karena anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
Referensi:
kidshealth.org, 9 Steps to More Effective Parenting, kidshealth.org medical expert, tanggal akses: 9 Oktober 2025
cnbc.com, The No. 1 parenting style for raising ‘healthy, resilient’ kids: ‘Decades of research are clear,’ says psychology expert, Twedge Jean M PhD, tanggal akses 4 Oktober 2025


