4.2 C
New York
Minggu, November 30, 2025

Buy now

spot_img

Kolaborasi Hebat: Bank Sampah Bersinar, Sekolah Perempuan Indonesia, dan KPSM Siap Gerakkan 1.000 Sekolah Memilah Sampah

Alhamdulillah, Masya Allah,
Hari ini,Kamis, 9 Oktober 2025 di kantor Bank Sampah Bersinar (BSB) berlangsung sebuah pertemuan penuh semangat antara Sekolah Perempuan Indonesia (SPI) dan Bank Sampah Bersinar.

Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menguatkan kolaborasi program BSB Goes to School, sebuah gerakan besar untuk menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi Bank Sampah Bersinar dan Sekolah Perempuan Indonesia

Diskusi yang berlangsung hangat dan produktif ini menghasilkan banyak kemajuan signifikan. Kami telah menyusun timeline yang jelas, mencakup rencana pra kegiatan, kegiatan utama, hingga program lanjutan (after activity) yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan ini juga ditetapkan penanggung jawab utama edukasi ke sekolah-sekolah, yaitu:

Pak Yayan, Ketua KPSM (Komunitas Pengelolaan Sampah Mandiri), yang akan fokus dalam pendampingan dan edukasi lapangan.

Teh Maya dari pihak Bank Sampah Bersinar, yang akan menangani operasional dan koordinasi teknis dengan pihak sekolah.

Sinergi ini luar biasa, karena kami meyakini bahwa sekolah adalah titik awal perubahan besar. Ketika anak-anak mendapatkan edukasi yang bukan hanya teori, tetapi juga pendampingan dan praktik langsung dalam memilah sampah, maka efeknya akan menjalar ke rumah-rumah mereka. Inilah yang kami sebut efek domino perubahan—dimulai dari ruang kelas, menyebar ke lingkungan keluarga, dan akhirnya menguatkan budaya sadar sampah di masyarakat.

Saat ini yang sudah bergabung di Bank Sampah Bersinar adalah SMK 5 Bandung yang konsisten melakukan pemilahan sampah hingga mendapatkan keberkahannya berupa lingkungan bersih hingga tabungan jutaan hasil dari pengolahan sampah.

Dengan semangat kolaborasi dan niat baik untuk keberlanjutan bumi, program BSB Goes to School menargetkan 1.000 sekolah dalam tiga tahun ke depan, hingga tahun 2028.

Insya Allah, langkah ini bukan sekadar gerakan pengelolaan sampah, tapi gerakan membangun kesadaran, karakter, dan keberkahan—bahwa dari sampah pun bisa lahir perubahan yang menyinari Indonesia.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles