Hobi baca, kalian bisa dapetin income tambahan dari jadi bookfluencer. Sebagai pecinta buku, kamu mungkin punya rak berisi puluhan novel, tahu detail plot buku-buku terbaru, dan bisa menghabiskan weekend cuma dengan buku plus secangkir kopi. Tapi pernah nggak sih kepikiran: ” Hobi baca ini bisa jadi cuan, nggak ya?
Jawabannya: **BISA BANGET!**
Di era media sosial sekarang, bookfluencer lagi naik daun. Mereka bukan hanya membagikan review buku, tapi juga sering diajak kolaborasi dengan penerbit, dikirimin buku gratis, bahkan mendapatkan penghasilan dari program affiliate, paid review, atau kerja sama dengan penulis dan brand.
Menariknya, semua itu bisa dimulai hanya dengan smartphone dan konsistensi menulis atau membuat konten.

Saya akan memberikan 7 strategi jadi bookfluencer sukses, yaitu:
1. Cari Niche yang sesuai denganmu
Jangan coba menguasai semua genre. Fokus pada 1–2 genre yang benar-benar kamu suka dan pahami. Misalnya: novel romance, parenting, kisah inspiratif, pengembangan diri, pendidikan, atau fantasi terjemahan. Dengan fokus, audiens akan lebih mudah mengenal gaya dan identitasmu.
2. Bikin Konten yang “Jual”
Cara kamu bercerita tentang buku adalah kunci. Jangan hanya menulis, ” Buku ini bagus,” tapi tambahkan:
* Contoh konflik karakter yang relate dengan kehidupan sehari-hari.
* Bandingan dengan buku lain yang mirip.
* Berikan rating unik, misalnya “3 bintang untuk romance yang bikin baper tapi endingnya flat.”
3. Manfaatkan Fitur Platform
Setiap platform punya kekuatan sendiri:
* Instagram: gunakan Reels untuk review singkat 30 detik.
* TikTok: bikin sketsa lucu tentang kebiasaan pembaca buku.
* Blog: tulis analisis mendalam untuk pembaca yang suka ulasan panjang.
4. Jangan hanya review, tapi curhat!
Orang lebih suka cerita yang personal. Misalnya, “Aku baca buku ini pas lagi galau, dan ternyata isinya bikin aku nangis karena relate banget sama kondisiku.” Cerita seperti ini bikin audiens merasa lebih dekat denganmu.
5. Kolaborasi!
Tag penerbit atau penulis di postingan kamu, siapa tahu mereka reshare. Kamu juga bisa bikin *read marathon* bareng bookfluencer lain agar followers makin berkembang.
6. Rajin riset tren
Pantau hashtag seperti #Booktok atau #Bookstagram untuk tahu buku apa yang sedang viral. Namun, tetap jaga keaslian, jangan sekadar ikut tren kalau tidak sesuai dengan niche-mu.
7. Konsistensi adalah Kunci
Posting 3–4 kali seminggu lebih baik daripada sekali seminggu tapi lama-lama hilang.”* Buat jadwal konten yang teratur, misalnya:
* Senin: *Book haul* atau buku baru.
* Rabu: Review buku terbaru.
* Jumat: Q&A rekomendasi buku.
Menumbuhkan Minat Membaca inilah misi inti yang akan membuat brand Anda kuat dan bernilai di mata penerbit.
A. Ubah Sudut Pandang
Jual Manfaat, bukan hanya buku: Jangan hanya mendeskripsikan plot. Jelaskan mengapa buku ini penting. (Contoh: “Buku ini bukan hanya cerita cinta, tapi panduan survival menghadapi patah hati yang jujur”).
Kaitkan dengan Isu Aktual: Hubungkan tema buku dengan isu atau tren yang sedang dibicarakan audiens Anda (misalnya, buku tentang perubahan iklim, burnout, atau kesehatan mental).
B. Ciptakan Aksi dan Interaksi
* Reading Challenge: Selenggarakan tantangan membaca sederhana dan menyenangkan (misalnya, “Baca 5 buku penulis Indonesia dalam 3 bulan”).
* Book Club Online: Ajak audiens Anda membaca buku yang sama dalam periode tertentu dan adakan diskusi interaktif via live Instagram atau polling story. Ini membangun komunitas dan engagement.
Rekomendasi Bertahap: Buat konten untuk semua level pembaca. Beri rekomendasi “Buku untuk Pemula, “Buku Lanjut,” dan “Buku yang Mengubah Hidup.”
Dengan menjalankan tiga pilar ini konten berkualitas, jaringan profesional, dan misi edukasi Anda tidak hanya akan menjadi bookfluencer yang populer, tetapi juga influencer yang memiliki dampak nyata.
Kesimpulan:
Menjadi bookfluencer bukan hanya soal hobi membaca, tapi juga tentang strategi konten, konsistensi, dan membangun relasi. Dengan bercerita tulus, audiens akan merasa terhubung.
Dari situlah peluang terbuka: kerja sama dengan penerbit, penghasilan dari affiliate, atau bahkan membangun personal branding sebagai influencer literasi. Jadi, jangan tunggu besok.
Mulailah dari buku yang ada di tanganmu hari ini, bagikan ceritanya, dan biarkan hobi membawamu menuju peluang baru.
Referensi:
stackinfluence.com, How to Become a Book Influencer, stackfluence.com adm, tanggal akses: 20 september 2025


