Infoindscript.com – Kediri, 18 September 2025
Literasi adalah pintu utama menuju kemajuan bangsa. Lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, literasi membentuk cara berpikir kritis, membangun kreativitas, serta melatih keberanian untuk menyampaikan ide. Menyadari pentingnya hal tersebut, Emak Pintar Indonesia, komunitas pemberdayaan perempuan yang berada di bawah naungan Indscript Creative, meluncurkan program Edukasi Literasi ke Sekolah.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan budaya menulis sejak dini, agar anak-anak tumbuh dengan arah dan cita-cita yang jelas. Dengan literasi, generasi muda diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan komunikasi, dan kecakapan menghadapi tantangan zaman.
Latar Belakang Program
Sejak berdirinya, Emak Pintar Indonesia konsisten mendampingi perempuan agar berdaya melalui menulis, berkarya, dan berbagi inspirasi. Namun, komitmen tersebut tidak berhenti pada pemberdayaan orang dewasa saja. Emak Pintar Indonesia meyakini bahwa literasi harus ditanamkan sejak usia sekolah, ketika anak-anak berada pada tahap pertumbuhan yang paling mudah dibentuk.
Dari keyakinan inilah lahir program edukasi literasi yang menyasar sekolah-sekolah. Kehadiran program ini menjadi jembatan agar generasi muda mendapatkan akses pelatihan menulis secara terarah, dengan materi yang telah disusun sesuai usia dan kebutuhan peserta didik.
Kunjungan Perdana ke Yayasan Babussalam
Sebagai langkah awal, Emak Pintar Indonesia melakukan kunjungan ke Yayasan Babussalam, lembaga pendidikan yang menaungi SD, SMP, dan SMA dengan lebih dari 300 murid. Kunjungan ini sekaligus membuka ruang sinergi antara komunitas literasi dengan dunia pendidikan formal.
Dalam kunjungan tersebut, Emak Pintar Indonesia menyampaikan rencana menghadirkan gerakan menulis serentak di sekolah, melibatkan seluruh murid dalam satu kegiatan kolaboratif. Kepala sekolah serta jajaran guru menyambut gagasan ini dengan antusias, menilai bahwa program literasi semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
Gerakan Menulis Serentak
Salah satu agenda utama dari program ini adalah Gerakan Edukasi Literasi dan dapat dilanjutkan dengan kegiatan Menulis. Melalui program ini, seluruh murid diajak untuk menulis secara bersamaan, baik berupa esai singkat, pengalaman pribadi, maupun kisah inspiratif.
Tujuan utamanya adalah menumbuhkan keberanian menulis, melatih kedisiplinan berpikir, serta memperkuat keterampilan menyusun gagasan. Agar kegiatan ini berjalan efektif, Emak Pintar Indonesia menyiapkan modul standar yang bisa digunakan oleh fasilitator maupun guru di sekolah. Dengan modul tersebut, setiap sekolah dapat menjalankan program dengan kualitas pengajaran yang konsisten.
Pendampingan Guru dan Fasilitator
Keberhasilan literasi di sekolah tidak hanya bergantung pada antusiasme murid, tetapi juga peran guru. Karena itu, Emak Pintar Indonesia memberikan perhatian khusus pada pelibatan guru dalam setiap program.
Di Yayasan Babussalam, Ibu Lusijani, salah seorang guru yang juga merupakan anggota aktif komunitas penulis Emak Pintar Indonesia berkesempatan menjadi pengajar utama bagi murid-murid. Kehadiran guru yang sekaligus praktisi literasi memberikan nilai tambah, karena murid bisa melihat teladan langsung dari sosok yang dekat dengan mereka sehari-hari.
Selain itu, Emak Pintar Indonesia juga menyiapkan sistem mentoring berbasis komunitas. Guru-guru dapat mengikuti pelatihan tambahan, sehingga program literasi dapat berjalan berkesinambungan meskipun tim fasilitator tidak selalu hadir di sekolah.
Dampak yang Diharapkan
Melalui program edukasi literasi ini, Emak Pintar Indonesia menargetkan tercapainya beberapa dampak strategis.
Pertama, murid memiliki kebiasaan menulis sejak dini. Dengan menulis, anak-anak belajar mengolah kata, menata pikiran, serta menyampaikan ide dengan jelas.
Kedua, terbentuknya budaya literasi di sekolah. Program ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dirancang agar sekolah dapat mengulang dan mengembangkannya sesuai kebutuhan.
Ketiga, terciptanya sinergi antara komunitas literasi, guru, dan orang tua. Literasi menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas sekolah.
Literasi sebagai Jalan Pemberdayaan
Emak Pintar Indonesia percaya bahwa literasi adalah jalan pemberdayaan. Melalui tulisan, anak-anak belajar mengenal dirinya, memahami lingkungannya, dan menumbuhkan empati terhadap orang lain. Literasi juga membuka peluang masa depan yang lebih baik, karena keterampilan menulis dan berpikir kritis merupakan modal penting di dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Lebih dari itu, program ini sejalan dengan misi Indscript Creative yang sejak awal berdiri mengusung semangat “Berkisah Penuh Makna, Berdampak Sampai ke Surga.” Literasi tidak hanya dilihat sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana dakwah, pembentuk karakter, dan jalan kebermanfaatan sosial.
Penutup
Peluncuran program edukasi literasi ke sekolah oleh Emak Pintar Indonesia menandai babak baru dalam upaya menanamkan budaya menulis sejak dini. Dengan dimulainya gerakan di Yayasan Babussalam, diharapkan program ini menjadi model yang dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Indonesia.
InsyaAllah, dari ruang-ruang kelas akan lahir generasi penulis yang berani, kreatif, dan berkarakter. Karena sejatinya, setiap kata yang ditulis dengan niat baik bukan hanya sekadar rangkaian huruf, tetapi cahaya yang bisa menerangi masa depan bangsa.***


