5 C
New York
Senin, Desember 1, 2025

Buy now

spot_img

Antologi Saat Aku Tahu Allah Tak Pernah Pergi: Kisah Nyata Penuh Iman

Infoindscript.com – Bekasi, 16 September 2025

Senin malam, 15 September 2025, sebuah forum daring menghadirkan momen penuh makna yang menyejukkan jiwa. Dengan mengangkat tema sesuai judul buku antologi yaitu “Saat Aku Tahu Allah Tak Pernah Pergi”, acara ini dihadiri sekitar 25 orang peserta. Acara zoom kali ini dibuka oleh moderator Ibu Dian dan juga Ibu Indari Mastuti, pendiri Indscript Creative. Selanjutnya, hadir sebagai narasumber yang juga penulis buku ini adalah Ibu Yuyun Komalasari, Ibu Leny Eko Prihati dan Ibu Hilzahra Pheni.

Kisah yang Menggetarkan Hati

Sesi pertama menghadirkan cerita dari Ibu Yuyun Komalasari yang membuka tabir hidupnya sebagai seorang guru ekonomi sekaligus pilar keluarga. Dalam kisahnya, badai ekonomi sempat menguji kekuatan rumah tangganya, namun komunikasi menjadi jalan keluar yang menyelamatkan biduk keluarganya. Ibu Yuyun menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah menjadi kompas yang menuntunnya melalui liku kehidupan. Bagi banyak peserta, kisah Yuyun menjadi oase pengingat bagi jiwa yang merindukan keharmonisan dalam keluarga.

Sesi kedua, hadir pula kisah dari Ibu Lenny Eko Prihati yang menunjukkan bahwa keterbatasan latar belakang pendidikan tidak pernah membatasi cita-cita seseorang. Lahir dari rahim seorang ibu yang hanya lulusan Sekolah Dasar, beliau justru menorehkan pencapaian tinggi berkat keyakinannya. Mimpi menginap di hotel mewah hingga melancong ke berbagai destinasi secara gratis yang pernah ditulisnya, akhirnya benar-benar terwujud.

Ibu Lenny menceritakan nasihat ibunya yang selalu berpesan agar meminta keinginan yang baik hanya pada Allah. Beliau sering menuliskan dan melakukan afirmasi pada hal yang dicita-citakan. Setiap kali mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan, langsung diubah persepsinya menjadi hal yang menyenangkan. Dengan begitu hanya masuk program baik saja yang ada di pikirannya. Lenny juga menegaskan bahwa keyakinan dan kerja keras adalah kunci pembuka pintu kesuksesan.

Kisah lain datang dari Ibu Hilzahra yang di usia senja berhadapan dengan sakit saraf kejepit yang nyaris membuatnya menyerah. Saat dokter menyarankan operasi ratusan juta, beliau memilih jalan doa dan perubahan gaya hidup yang baik. Berkat keteguhan hati dan penguatan spiritual, kesembuhan datang tanpa operasi menyentuh tubuhnya. Ibu Hilzahra menjadi bukti nyata bahwa doa mampu menjadi jalan kesembuhan terampuh di usia senja. Kisah beliau bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang mencari kesembuhan.

Iman sebagai Penopang Perjalanan

Tidak berhenti di sana, forum ini juga menampilkan refleksi dari Indari Mastuti yang merupakan penggagas buku antologi tersebut. Beliau membagikan pengalamannya mengalami empat kali kebangkrutan dalam bisnis, sebuah perjalanan pahit yang membuatnya menyadari kesalahan terbesarnya. Menurutnya, melupakan Allah dalam proses berbisnis membuat usaha kehilangan arah dan tujuan. Dari pengalaman itu, Indari kembali membangun bisnis di atas fondasi iman yang kokoh.

Kisah lain hadir dari Ibu Firdaus, seorang ibu yang sabar membimbing anak yang sempat dianggap nakal hingga meraih keberhasilan. Beliau menuturkan bahwa doa yang tak pernah putus dan kesabaran mendalam akhirnya meluluhkan hati putranya. Dengan begitu, iman menjadi penopang utama dalam mendidik anak menghadapi dinamika perkembangan zaman. Peserta yang mendengarkan kisah ini pun tergerak bahwa setiap doa memiliki kuasa yang luar biasa.

Cerita dari Ibu Hasna, seorang penerima beasiswa di Jeddah, membagikan pengalaman di tengah kehamilan anak ketiga ketika dua balita masih membutuhkan perhatian. Kekhawatiran sempat menyelimutinya, namun Allah mengirimkan beberapa orang baik yang menguatkan imannya. Dari pengalaman itu, beliau belajar bahwa setiap anak adalah amanah yang tak ternilai. Kehadiran anak justru menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah selalu menyertai.

Kisah dari Ibu Lucy kemudian mengisahkan keteguhan hatinya dalam merawat putra yang menderita epilepsi akibat kegagalan imunisasi. Meski berat, beliau memilih untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan bersandar penuh pada iman. Perjuangan tanpa lelah itu menjadikannya sosok ibu yang kuat di mata banyak peserta. Kisahnya menjadi cerminan nyata bahwa cinta dan iman dapat berjalan beriringan dalam menghadapi cobaan.

Ibu Arie Widowati menutup sesi kisah inspiratif dengan perjalanan hidupnya sejak lajang hingga menemukan pasangan hidup. Perjalanan rumah tangga yang tidak selalu mulus, bahkan sempat mengalami kerugian besar dalam bisnis, tidak membuatnya menyerah. Justru ujian tersebut membuatnya belajar bahwa setiap cobaan merupakan cara Allah menguji kekuatan iman. Saat sang suami wafat, beliau menyadari betapa berharganya kehadiran seorang imam dan pemimpin dalam keluarga.

Apresiasi untuk Para Penulis

Selain kisah penuh haru, sesi zoom kali ini menyampaikan pengumuman khusus mengenai penjualan buku antologi. Moderator mengumumkan Top 3 Best Seller Authors of The Week untuk periode 8–14 September 2025. Berikut nama yang berhasil mencetak penjualan buku terbanyak:

  • Ibu Lucya Agung, sang juara yang karyanya berhasil memikat banyak pembaca.
  • Ibu Anggar BN, penulis yang konsisten menghadirkan tulisan yang selalu ditunggu.
  • Ibu Lystiati A, sosok yang penuh semangat, buktinya karya beliau makin dicintai pembaca.

Pengumuman tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi penulis lain untuk terus berkarya dengan penuh ketulusan. Banyak peserta yang mengapresiasi momen ini karena melihat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah penjualan, melainkan juga dari keberanian membagikan kisah hidup. Forum ini menjadi ruang bagi penulis untuk saling menguatkan dalam perjalanan menebar kebaikan melalui tulisan. Semangat itu menular ke para peserta yang hadir, terutama mereka yang baru memulai perjalanan menulis.

Pesan yang Menguatkan

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Kisah nyata dari para penulis menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang unik namun saling menguatkan. Melalui cerita-cerita itu, peserta diingatkan kembali bahwa Allah tak pernah meninggalkan hamba-Nya. Bahkan dalam keterpurukan terdalam, pertolongan Allah selalu datang pada waktu yang tepat.

Para peserta pulang dengan hati yang lebih lapang dan jiwa yang lebih kuat menghadapi tantangan kehidupan. Banyak yang menuliskan rasa syukur di kolom komentar, merasa bahwa forum ini datang di waktu yang sangat dibutuhkan. Ada pula yang menyampaikan kisah yang dialami narasumber relevan dengan kisah pribadinya. Suasana hangat itu menjadi penanda bahwa forum ini bukan sekadar ajang berbagi kisah, melainkan juga ruang untuk merajut persaudaraan.

Penutup

Acara bertema “Saat Aku Tahu Allah Tak Pernah Pergi” membuktikan bahwa kisah sederhana mampu menjadi cahaya penguat. Dari perjalanan seorang guru ekonomi, ibu rumah tangga, hingga pengusaha yang pernah jatuh bangun, semuanya menyuarakan pesan yang sama. Bahwa dalam setiap langkah, Allah senantiasa hadir sebagai penuntun dan pemberi harapan. Kehadiran forum ini sekaligus menjadi ajakan untuk terus merawat iman, berbagi inspirasi, dan menyalakan semangat agar hidup semakin bermakna. Akhir sesi, Ibu Indari menyampaikan pesan agar buku antologi ini bisa diberikan kepada keluarga atau teman terdekat yang sedang menghadapi ujian hidup sebagai pengingat untuk mendekat pada Allah.

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles